Wahyu Riyaningrum
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENTINGNYA SELF-DIRECTED LEARNING READINESS (SDLR) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR, MANAJEMEN DIRI DAN PENGENDALIAN DIRI PADA MAHASISWA KESEHATAN: A LITERATURE REVIEW Wahyu Riyaningrum; Wiwik Kusumawati
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v5i1.333

Abstract

Self-Directed LearningReadiness (SDLR) sebagai tingkat individu memiliki sikap, kemampuan dan karakteristik kepribadian yang diperlukan untuk pembelajaran mandiri. Tujuan literatur review ini menganalisis tentang pentingnya SDLR terhadap motivasi belajar, manajemen diri dan pengendalian diri pada mahasiswa kesehatan. Desain Literature review. Metode menggunakan database dengan penelusuran elektronik pada PubMed, ProQuest, Google Scholar, JPKI dan yang dipublikasikan pada tahun 2011-2017. Hasil Enam artikel dipakai dalam review. Lima artikel menunjukkan tingkat SDLR tinggi, Kesiapan belajar mandiri yang tinggi menunjukkan adanya kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan prinsip-prinsip self-derected, untuk mengembangkan diri sangat disarankan agar mahasiswa mengelola proses belajar mereka sendiri melalui keterlibatan secara aktif, pandai mengambil inisiatif dan memiliki motivasi tinggi. Mahasiswa diharapkan mampu memiliki 3 dimensi SDL dengan kesiapan tinggi untuk belajar mandiri di pendidikan sarjana dan kepaniteraan. Kesimpulan dari literature review ini Kesiapan mahasiswa untuk belajar mandiri sangat dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi belajar, manajemen diri dan pengendalian diri pada mahasiswa kesehatan.
PENGARUH TERAPI AUTOGENIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN DENGAN SPINAL ANESTESI Rizky Fadillah Akbar; Marta Tania Gabriel Ching Cing; Wahyu Riyaningrum; Tati Hardiyani
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i7.2447

Abstract

Kecemasan praoperasi merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami pasien yang akan menjalani tindakan pembedahan, terutama pada prosedur dengan spinal anestesi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan respons fisiologis dan meningkatkan risiko komplikasi selama periode perioperatif apabila tidak ditangani secara optimal. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan tersebut adalah terapi relaksasi autogenik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi relaksasi autogenik terhadap tingkat kecemasan pasien spinal anestesi di RST Wijayakusuma Purwokerto. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sebanyak 25 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen Amsterdam Perioperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Uji normalitas dilakukan menggunakan Shapiro-Wilk test, sedangkan analisis perbedaan rerata dilakukan dengan Paired Sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar p = 0,001 (p<0,05), yang mengindikasikan adanya penurunan tingkat kecemasan secara bermakna setelah pemberian terapi autogenik. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi relaksasi autogenik berpengaruh dalam menurunkan kecemasan pada pasien praoperasi dengan spinal anestesi di RST Wijayakusuma Purwokerto dan berpotensi diterapkan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam pelayanan keperawatan perioperative
PENGARUH TERAPI DZIKIR TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN DENGAN GENERAL ANESTESI Fadhil M.Rizqi; Wahyu Riyaningrum; Budi Joko Santoso; Rully Annisa
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i7.2448

Abstract

Kecemasan sebelum operasi adalah reaksi psikologis umum yang dialami pasien menjelang prosedur bedah, yang bisa berdampak pada kondisi mental dan proses pembiusan. Salah satu cara non-farmakologis untuk meredakan kegelisahan ini adalah melalui terapi dzikir, yakni praktik mengingat Sang Pencipta. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas terapi dzikir dalam mengurangi tingkat kecemasan pre-operasi pada pasien yang akan menjalani anestesi umum di RST WijayaKusuma Purwokerto. Pendekatan yang diterapkan adalah pre-eksperimental dengan desain one grup pre-test post-test, menggunakan kuesioner sebagai alat ukur. Intervensi melibatkan pemutaran audio-visual dzikir selama 10 menit. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Temuan menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sekitar 60,6% pasien mengalami kecemasan berat, yang kemudian turun drastis menjadi kecemasan ringan pada 57,6% subjek. Analisis statistik menghasilkan nilai P-Value 0,001 (P<0,05) menandakan adanya pengaruh signifikan dari terapi dzikir dalam menurunkan kecemasan praoperasi pada pasien dengan anestesi umum. Dengan demikian, terapi dzikir terbukti sebagai metode yang ampuh untuk membantu pasien menghadapi operasi dengan lebih tenang