Kecemasan sebelum operasi adalah reaksi psikologis umum yang dialami pasien menjelang prosedur bedah, yang bisa berdampak pada kondisi mental dan proses pembiusan. Salah satu cara non-farmakologis untuk meredakan kegelisahan ini adalah melalui terapi dzikir, yakni praktik mengingat Sang Pencipta. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas terapi dzikir dalam mengurangi tingkat kecemasan pre-operasi pada pasien yang akan menjalani anestesi umum di RST WijayaKusuma Purwokerto. Pendekatan yang diterapkan adalah pre-eksperimental dengan desain one grup pre-test post-test, menggunakan kuesioner sebagai alat ukur. Intervensi melibatkan pemutaran audio-visual dzikir selama 10 menit. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Temuan menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sekitar 60,6% pasien mengalami kecemasan berat, yang kemudian turun drastis menjadi kecemasan ringan pada 57,6% subjek. Analisis statistik menghasilkan nilai P-Value 0,001 (P<0,05) menandakan adanya pengaruh signifikan dari terapi dzikir dalam menurunkan kecemasan praoperasi pada pasien dengan anestesi umum. Dengan demikian, terapi dzikir terbukti sebagai metode yang ampuh untuk membantu pasien menghadapi operasi dengan lebih tenang
Copyrights © 2026