Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Ritual Mangokal Holi Untuk Meningkatkan Kesadaran Sejarah pada Siswa Sekolah Menengah Atas Roger Frans Sinaga; Warto; Hieronymus Purwanta
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar berbasis teknologi dengan mengintegrasikan kearifan lokal ritual mangokal holi dalam pembelajaran sejarah kelas X dan terintegrasi dengan kurikulum merdeka fase E kelas X. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE (analysis, design, development, implementation, dan evaluation). Penelitian dilakukan dengan studi pendahuluan yang berfokus pada proses pembelajaran sejarah dan kesenjangan yang terjadi dalam pembelajaran sejarah di SMA N 1 Bandar Pasir Mandoge. Hasil studi pendahuluan yaitu siswa sangat membutuhkan bahan ajar yang terintegrasi dengan teknologi dengan persentase kebutuhan sebesar 89,2%. Analisis kebutuhan digunakan untuk melihat ketertarikan siswa pada bahan ajar yang dikembangkan. Perencanaan dan rancangan pembelajaran sejarah pada bahan ajar yang dikembangkan membutuhkan validasi ahli dan uji coba pengguna untuk melihat kelayakan bahan ajar ritual mangokal holi. Hasil validasi ahli media sebesar 96%, dan validasi ahli materi sebesar 98% dengan kategori sangat layak untuk digunakan. Hasil uji coba pengguna skala terbatas memperoleh skor rata-rata sebesar 4,4 dengan kategori baik, dan skala luas memperoleh skor rata-rata 4,6 dengan kategori sangat baik. Instrumen angket yang digunakan untuk melihat kesadaran sejarah siswa dianalisis melalui indikator kesadaran sejarah dengan hasil reliabilitas butir instrumen sebesar 0,800 > 0,7 menggunakan cronbach alpha. Selanjutnya dilakukan pre test, implementasi, dan post test dan dilanjutkan dengan uji efektivitas bahan ajar ritual mangokal holi dengan uji t independent sample t test memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,00 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kelayakan dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran sejarah.
Pemanfaatan Jejak Sejarah Pabrik Gula Tasikmadu sebagai Sumber Belajar Sejarah Indonesia Berbasis Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning Ditya Rismawan; Angga Prasetiya; Roger Frans Sinaga
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v4n2.p146-161

Abstract

Warisan masa lampau memiliki nilai historis penting sebagai upaya pelestarian dan pembentukan jati diri bangsa. Cagar budaya sebagai warisan sejarah berperan besar bagi masyarakat meskipun dibedakan dalam dimensi waktu masa lalu dan masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan situs cagar budaya Pabrik Gula Tasikmadu sebagai sumber belajar sejarah Indonesia di SMA. Secara khusus penelitian ini membahas sejarah singkat perkembangan Pabrik Gula Tasikmadu, pendekatan dan model pembelajaran CTL, dan Pemanfaatan situs Pabrik Gula Tasikmadu sebagai sumber belajar dalam pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan teknik analisis yang digunakan yaitu analisis konstruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs cagar budaya Pabrik Gula Tasikmadu memiliki potensi besar sebagai sumber belajar sejarah di SMA khususnya di wilayah Jawa Tengah sesuai dengan Capaian Pembelajaran fase F kelas XI Kurikulum Merdeka. Integrasi materi sejarah Pabrik Gula Tasikmadu melalui model pembelajaran CTL dapat menciptakan proses belajar yang kontekstual, menarik, dan bermakna berbasis peninggalan sejarah yang nyata.Penelitian ini memberikan dampak teoritis yaitu memperkaya kajian pemanfaatan situs cagar budaya sebagai sumber belajar dengan pendekatan CTL, dan dampak praktis, yaitu menjadi rujukan dalam mengembangkan strategi pembelajaran kontekstual yang inovatif dan bermakna untuk implementasi kurikulum merdeka.