Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar berbasis teknologi dengan mengintegrasikan kearifan lokal ritual mangokal holi dalam pembelajaran sejarah kelas X dan terintegrasi dengan kurikulum merdeka fase E kelas X. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE (analysis, design, development, implementation, dan evaluation). Penelitian dilakukan dengan studi pendahuluan yang berfokus pada proses pembelajaran sejarah dan kesenjangan yang terjadi dalam pembelajaran sejarah di SMA N 1 Bandar Pasir Mandoge. Hasil studi pendahuluan yaitu siswa sangat membutuhkan bahan ajar yang terintegrasi dengan teknologi dengan persentase kebutuhan sebesar 89,2%. Analisis kebutuhan digunakan untuk melihat ketertarikan siswa pada bahan ajar yang dikembangkan. Perencanaan dan rancangan pembelajaran sejarah pada bahan ajar yang dikembangkan membutuhkan validasi ahli dan uji coba pengguna untuk melihat kelayakan bahan ajar ritual mangokal holi. Hasil validasi ahli media sebesar 96%, dan validasi ahli materi sebesar 98% dengan kategori sangat layak untuk digunakan. Hasil uji coba pengguna skala terbatas memperoleh skor rata-rata sebesar 4,4 dengan kategori baik, dan skala luas memperoleh skor rata-rata 4,6 dengan kategori sangat baik. Instrumen angket yang digunakan untuk melihat kesadaran sejarah siswa dianalisis melalui indikator kesadaran sejarah dengan hasil reliabilitas butir instrumen sebesar 0,800 > 0,7 menggunakan cronbach alpha. Selanjutnya dilakukan pre test, implementasi, dan post test dan dilanjutkan dengan uji efektivitas bahan ajar ritual mangokal holi dengan uji t independent sample t test memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,00 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kelayakan dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran sejarah.
Copyrights © 2025