Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Konflik Sosial Dalam Novel “Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan” Karya Amalia Yunus (Kajian Sosiologi Sastra) Paramita Candra Dewi; Sugiarti Sugiarti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik sosial yang tercermin dalam novel Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan karya Amalia Yunus, dengan pendekatan psikologi sastra dan sosiologi sastra. Fokus utama penelitian ini adalah perjuangan psikologis dan sosial yang dialami oleh tokoh utama akibat obesitas, serta dampak dari tekanan sosial yang memaksakan standar kecantikan fisik yang tidak realistis. Melalui teori sosiologi sastra Alan Swingewood, novel ini dianalisis sebagai cerminan ketegangan antara individu dan struktur sosial yang lebih besar, di mana tokoh utama merasa terasingkan dari masyarakat dan dirinya sendiri. Konflik internal, seperti perasaan malu dan rendah diri, serta konflik eksternal, seperti tekanan dari keluarga dan masyarakat, diungkapkan sebagai respons terhadap diskriminasi sosial yang masih ada. Selain itu, pendekatan psikologi sastra, khususnya teori Sigmund Freud, digunakan untuk menganalisis mekanisme pertahanan diri yang muncul, seperti represi dan sublimasi, yang berperan dalam proses pencarian identitas dan penerimaan diri tokoh utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel ini tidak hanya menggambarkan perjuangan individu dalam menghadapi tekanan sosial, tetapi juga memberikan kritik terhadap norma-norma sosial yang membatasi kebebasan dan penerimaan diri, serta mengungkapkan dampak psikologis yang timbul akibat ketidakmampuan untuk memenuhi harapan sosial.
Makna Filosofis Motif Batik sebagai Identitas Budaya Masyarakat Lebak Anisa Kapeanis; Daroe Iswatiningsih Iswatiningsih; Siti Afifatur Rohmah; Paramita Candra Dewi
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 14 No 2 (2025): Volume 14 Issue 2, June 2025
Publisher : Laboratory of Anthropology Department, Faculty of Humanity, Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v14i2.3043

Abstract

Lebak Batik is a cultural heritage with high philosophical value and is closely related to the life of the Baduy people in Lebak Regency, Banten. This study aims to describe the stages of making Lebak Batik and examine the philosophical meaning of its motifs. The research method used is a qualitative descriptive approach with data collection techniques through direct observation, interviews with craftsmen and cultural figures, and literature studies. The study results show that the making of Lebak Batik still maintains traditional techniques with the main stages, including pattern making, waxing, natural coloring, wax removal, and fabric refinement. The motifs in Lebak Batik have strong philosophical meanings, such as Leuit Baduy, which symbolizes food security; Kaso Rancak, which reflects mutual cooperation; and Seren Taun, which symbolizes gratitude for the harvest.