Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Filosofis Motif Batik sebagai Identitas Budaya Masyarakat Lebak Anisa Kapeanis; Daroe Iswatiningsih Iswatiningsih; Siti Afifatur Rohmah; Paramita Candra Dewi
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 14 No 2 (2025): Volume 14 Issue 2, June 2025
Publisher : Laboratory of Anthropology Department, Faculty of Humanity, Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v14i2.3043

Abstract

Lebak Batik is a cultural heritage with high philosophical value and is closely related to the life of the Baduy people in Lebak Regency, Banten. This study aims to describe the stages of making Lebak Batik and examine the philosophical meaning of its motifs. The research method used is a qualitative descriptive approach with data collection techniques through direct observation, interviews with craftsmen and cultural figures, and literature studies. The study results show that the making of Lebak Batik still maintains traditional techniques with the main stages, including pattern making, waxing, natural coloring, wax removal, and fabric refinement. The motifs in Lebak Batik have strong philosophical meanings, such as Leuit Baduy, which symbolizes food security; Kaso Rancak, which reflects mutual cooperation; and Seren Taun, which symbolizes gratitude for the harvest.
Analisis Penyimpangan Etik dalam Bahasa Iklan Kuliner di Youtube dan Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII Anisa Kapeanis; Hari Windu Asrini; Ekarini Saraswati
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyimpangan etik dalam bahasa iklan kuliner di YouTube serta pemanfaatannya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII. Penelitian ini memfokuskan kajian pada bentuk, fungsi, dan makna penggunaan bahasa iklan yang menyimpang dari norma dan etika berbahasa, khususnya aspek diksi, gaya bahasa, dan tindak tutur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pisau analisa pisau analisa etika komunikasi, semantik, dan pragmatik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan transkripsi terhadap iklan kuliner yang diunggah di YouTube pada periode Januari 2024 hingga Januari 2025. Data penelitian terdiri atas 40 iklan kuliner namun dalam penelitian ini yang di tampilkan hanya 5 data, yang dianalisis berdasarkan indikator penyimpangan etik meliputi klaim berlebihan, penyamaran fakta atau informasi menyesatkan, serta manipulasi emosi dan stereotip sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan etik dalam bahasa iklan kuliner di YouTube dominan ditandai oleh penggunaan diksi hiperbolis, gaya bahasa manipulatif, dan tindak tutur persuasif yang menyiratkan jaminan tanpa dasar faktual. Penyimpangan etik digunakan sebagai strategi untuk menarik perhatian, membangun citra produk, dan menggugah emosi audiens secara tidak proporsional. Praktik tersebut mencerminkan pergeseran fungsi bahasa iklan dari media informasi menjadi alat pembentuk persepsi dan emosi konsumen, yang berdampak pada citra bahasa Indonesia dan kesantunan berbahasa di ruang digital. Peneliti menyimpulkan bahwa bahasa iklan kuliner di YouTube masih memerlukan penguatan prinsip etika komunikasi agar tidak menyesatkan publik. Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar kontekstual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII untuk menumbuhkan sikap kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi teks iklan di media digital.