Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN EVALUASI TES TERBUKA UNTUK MENUMBUHKAN NALAR KRITIS SISWA Nur Muhabibudin
At-Taksis: Jurnal Pendidikan Dasar PGMI STAI Sangatta Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55799/attaksis.v3i2.937

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana Menumbuhkan Nalar Kritis Siswi Melalui Penerapan Evaluasi Tes Terbuka. Pembahasan ini diharapkan mampu menyelesaikan salah satu penyebab permasalahan yang ada dalam dunia pendidikan, salah satunya berkaitan dengan permasalahan nalar kritis yang belum familiar dalam kamus siswa. Metode kualitatif dalam penelitian ini berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena yang diteliti, dengan menggunakan pendekatan library research atau penelitian kepustakaan. Peneliti berusaha untuk mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan untuk menganalisis bagaimana cara menumbuhkan nalar kritis siswa. Salah satu langkah dalam penelitian ini adalah melakukan evaluasi terhadap tes terbuka yang digunakan untuk mengukur perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Secara keseluruhan, penerapan evaluasi tes terbuka mampu menumbuhkan nalar kritis siswa dengan baik. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasinya, dengan strategi yang tepat, tes ini dapat menjadi salah satu alat pembelajaran yang efektif untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan berpikir kritis dalam kehidupan nyata. Penerapan evaluasi tes terbuka terbukti efektif dalam menumbuhkan nalar kritis siswa, terutama dalam aspek analisis, sintesis, dan evaluasi informasi. Meskipun menghadapi beberapa tantangan, strategi yang tepat dapat meningkatkan hasil pembelajaran, menjadikan siswa lebih siap untuk menghadapi tantangan di dunia nyata.
Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Islam berbasis Teknologi Digital di era Society 5.0 Nur Muhabibudin
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v4i1.1230

Abstract

Era Society 5.0 menuntut pendidikan Islam untuk mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran tanpa kehilangan orientasi nilai keislaman. Namun, kajian yang secara khusus membahas perencanaan pembelajaran pendidikan Islam berbasis teknologi digital secara sistematis masih terbatas, karena sebagian besar penelitian terdahulu lebih menekankan aspek implementasi digitalisasi materi. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara konseptual urgensi, komponen, tantangan, dan strategi perencanaan pembelajaran pendidikan Islam berbasis teknologi digital di era Society 5.0. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menelaah artikel jurnal, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan melalui teknik analisis isi tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran pendidikan Islam berbasis teknologi digital mencakup lima komponen utama, yaitu perumusan tujuan pembelajaran yang mengintegrasikan kompetensi digital dan spiritual, pengembangan materi dan kurikulum digital, pemilihan strategi dan model pembelajaran adaptif, pemanfaatan media dan platform teknologi, serta evaluasi dan asesmen berbasis data. Tantangan utama meliputi kesenjangan digital, keterbatasan kompetensi pedagogik-digital pendidik, dan risiko pergeseran orientasi nilai. Kajian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi digital pendidik, penyusunan kebijakan kelembagaan, dan integrasi nilai keislaman dalam setiap komponen perencanaan menjadi kunci keberhasilan transformasi pembelajaran pendidikan Islam pada era Society 5.0.
WORKSHOP KESIAPAN PROFESIONAL CALON GURU PAI DAN PGMI MENUJU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SEKOLAH Nur Muhabibudin; Subari Subari
El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 02 (2026): Agustus
Publisher : P3M STAI Sangatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55799/elmadaniyah.v3i02.1059

Abstract

The transition from university learning to school-based teaching practice requires prospective teachers to possess pedagogical, professional, social, personal, and digital competencies. Prospective teachers in Islamic Education (PAI) and Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education (PGMI) need practical preparation before participating in the Teaching Practice Program (PPL). This community service activity aimed to strengthen the professional readiness of PAI and PGMI students through a workshop entitled “From Campus to Classroom: Membentuk Calon Guru PAI dan PGMI yang Profesional, Berkarakter, Adaptif, dan Siap Mengajar.” The activity was designed using a workshop approach that combined 30% theoretical explanation and 70% practical activities. The methods included interactive lectures, discussions, question-and-answer sessions, case studies, role play, microteaching, learning simulations, digital media practice, reflection, and professional commitment building. The workshop focused on professional teacher identity, classroom management, teaching preparation, school culture, communication, and ethical use of information technology and artificial intelligence. The activity is expected to strengthen students’ readiness to conduct PPL and to improve their ability to respond to authentic classroom situations. Evaluation after implementation will examine participation, understanding, teaching practice, learning design, case analysis, and professional commitment.
ARTIFICIAL INTELIGENCE DAN KURIKULUM CINTA (MODEL PERENCANAAN PENDIDIKAN ISLAM HUMAN CENTERED DI ERA DIGITAL) Anita Yulfiah; Nur Muhabibudin
At-Taksis: Jurnal Pendidikan Dasar PGMI STAI Sangatta Vol. 4 No. 1 (2026): September
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55799/attaksis.v4i1.958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi Artificial Intelligence (AI) dengan Kurikulum Cinta dalam perencanaan pendidikan Islam berbasis human centered di era digital. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis tren teknologi pendidikan serta mensintesiskannya dengan prinsip pedagogi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas dan personalisasi pembelajaran, namun berisiko menimbulkan dehumanisasi jika tidak diimbangi dengan nilai-nilai spiritual. Kurikulum Cinta hadir sebagai solusi dengan menempatkan kasih sayang, empati, dan nilai ketauhidan sebagai inti proses pendidikan. Integrasi AI dan Kurikulum Cinta menghasilkan model pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan kognitif, tetapi juga penguatan aspek afektif dan spiritual peserta didik. Implementasi model ini menuntut kesiapan infrastruktur, kompetensi guru, serta penguatan etika penggunaan teknologi berbasis nilai Islam. Dengan demikian, pendidikan Islam di era digital diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul secara teknologi sekaligus berakhlak mulia.