Shelly Festilia A
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA, ASUPAN ZAT BESI, DAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI SMA MUHAMMADIYAH 1 KOTA PONTIANAK Selsa Octavianty; Yanuarti Petrika; Shelly Festilia A; Tiara Anggraini
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 1 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1021

Abstract

Kejadian anemia pada remaja putri di Provinsi Kalimantan barat pada tahun 2017 sebesar 18,3% dan pada tahun 2018 sebesar 23,8%. Sedangkan prevalensi anemia pada remaja putri di Kota Pontianak pada tahun 2019 sebesar 16,4%. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang anemia, asupan zat besi, dan konsumsi tablet tambah darah remaja putri di SMA Muhammadiyah 1 Kota Pontianak. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi remaja putri kelas XI IPS yang ada di SMA Muhammadiyah 1 Kota Pontianak yang berjumlah 45 orang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil dari penelitian ini didapatkan remaja putri dengan pengetahuan yang baik lebih banyak yaitu (71,1%), sebagian besar remaja putri memiliki asupan zat besi dengan kategori cukup sebesar (66.7%) dan remaja putri yang mengonsumsi tablet tambah darah dengan kategori baik yaitu (71.1%).
PENGARUH PEMBERIAN SARI BUAH LABU SIAM (SECHIUM EDULE) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMASKARYA MULIA PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Sapariyah; Shelly Festilia A; Yanuarti Petrika
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1088

Abstract

Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah diatas nilai normal, yaitu melebihi 140/90 mmHg. Hipertensi sering disebut sebagai pembunuh gelap atau silent killer karena termasuk penyakit yang gejalanya tersembunyi namun perlahan-lahan mematikan. Faktor pemicu atau risiko penyakit hipertensi dapat dibedakan menjadi faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat diubah. Sayuran berpotensi menurunkan tekanan darah antara lain tomat, wortel, seledri, ketimun, dan labu siam. Salah satu tanaman yang berkhasiat obat adalah labu siam (Sechium edule), Labu siam memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh diantaranya dapat menurunkan tekanan darah tinggi karena mengandung kalium. Untuk mengetahui pengaruh sari buah labu siam (Sechium Edule) dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Karya Mulia Pontianak Kalimantan Barat. Penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah semua kelompok umur yang menderita hipertensi yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Karya Mulia Pontianak. Sebanyak 20 sample dan 20 kontrol dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung dengan alat bantu kuesioner. Data dianalisis dengan dengan Uji Man Whitney untuk melihat perubahan tekanan darah. Rata-rata tekanan darah menunjukan bahwa pada kedua perlakuan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan sari buah labu siam diperoleh p-value sebesar 0,244 dan 0,447 yang berarti tidak ada perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum diberikannya sari buah labu siam antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Tidak ada pengaruh sari buah labu siam (Sechium Edule) dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
PENGARUH PEMBERIAN JUS WORTEL TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI RAWAT JALAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPUNG BALI PONTIANAK Rahel Della Lumban Tobing; Shelly Festilia A; Yanuarti Petrika
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 2 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Juni 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah suatu kondisi medis dimana tekanan darah dalam arteri meningkat secara sistolik. Konsumsi diet sayuran, pengurangan asupan natrium dan meningkatkan asupan kalium dalam makanan dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi kejadian hipertensi (Suprapto, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus wortel terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi rawat jalan di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bali Pontianak. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain penelitian quasy experiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 36 sampel dan waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 12-18 Juni 2019. Uji yang digunakan adalah frekuensi, deskriptif, paired t-test, wilcoxon signed ranks test, anova dan kruskal-wallis. Hasil penelitian dari pemberian jus wortel pada penderita hipertensi selama 5 hari dengan dosis wortel 100 gram dengan air 150 ml (intervensi I) dan wortel 150 gram dengan air 150 ml (intervensi II) dapat menurunkan tekanan darah serta tanpa pemberian jus wortel (kelompok kontrol) dapat meningkatkan tekanan darah. Hasil uji analisis statistik dengan menggunakan kruskal-wallis dengan nilai p value p>0,05 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan antar kelompok. Rata-rata penurunan tekanan darah pada kelompok intervensi I pada tekanan darah sistolik sebesar -9,58 mmHg dan diastolik sebesar -7,50 mmHg, rata-rata penurunan tekanan darah pada kelompok intervensi II pada tekanan darah sistolik sebesar -16,67 mmHg dan diastolik sebesar -15 mmHg, sedangkan peningkatan tekanan darah sistolik pada kelompok kontrol sebesar 9,17 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 4,17 mmHg. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa jus wortel berpengaruh untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.