Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PKM PENYULUHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN DAN HASIL TERNAK KAMBING DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN RAKYAT DI DESA PARGARUTAN JAE, KABUPATEN TAPANULI SELATAN Zakiyah Nasution; Doharni Pane; Rikardo Silaban; Yusni Khairani Tampubolon
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.616 KB) | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2286

Abstract

Kelurahan/Desa Pargarutan Jae merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Beternak kambing merupakan salah satu jenis usaha yang banyak dilakukan oleh masyarakat Desa Pargarutan Jae. Namun masyarakat Desa Pargarutan Jae masih sangat minim dalam mengelola pakan dan hasil ternak kambing seperti susu. Pakan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam budidaya ternak kambing, pengetahuan teknologi pengolahan pakan bermanfaat untuk memperpanjang daya simpan pakan serta menambah nilai gizi pakan. Potensi ekonomi susu kambing cukup besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyaraka di Desa Pargarutan Jae, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan metode penyuluhan teknologi pengolahan pakan dan hasil ternak kambing yaitu susu dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomis, dan potensi dari pakan dan susu kambing yang berada di Desa Pargarutan Jae. Dari hasil kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan minat masyarakat untuk menerapkan teknologi pengolahan pakan serta mengolah susu kambing menjadi dodol susu, permen susu sebagai produk inovatif dapat dikonsumsi oleh masyarakat serta menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat setempat.
PKM PENYULUHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN DAN HASIL TERNAK KAMBING DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN RAKYAT DI DESA PARGARUTAN JAE, KABUPATEN TAPANULI SELATAN Zakiyah Nasution; Doharni Pane; Rikardo Silaban; Yusni Khairani Tampubolon
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2286

Abstract

Kelurahan/Desa Pargarutan Jae merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Beternak kambing merupakan salah satu jenis usaha yang banyak dilakukan oleh masyarakat Desa Pargarutan Jae. Namun masyarakat Desa Pargarutan Jae masih sangat minim dalam mengelola pakan dan hasil ternak kambing seperti susu. Pakan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam budidaya ternak kambing, pengetahuan teknologi pengolahan pakan bermanfaat untuk memperpanjang daya simpan pakan serta menambah nilai gizi pakan. Potensi ekonomi susu kambing cukup besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyaraka di Desa Pargarutan Jae, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan metode penyuluhan teknologi pengolahan pakan dan hasil ternak kambing yaitu susu dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomis, dan potensi dari pakan dan susu kambing yang berada di Desa Pargarutan Jae. Dari hasil kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan minat masyarakat untuk menerapkan teknologi pengolahan pakan serta mengolah susu kambing menjadi dodol susu, permen susu sebagai produk inovatif dapat dikonsumsi oleh masyarakat serta menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat setempat.
KUALITAS TEPUNG DAUN INDIGOFERA (Indigofera sp.) TERFERMENTASI DENGAN BIOAKTIVATOR Saccharomyces Cerevisiae Wanda Tri Admaja; Harfina Rais; Rikardo Silaban; Riko Noviadi; Nurul Azizah Usman
STOCK Peternakan Vol 8, No 2 (2026): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v8i2.2085

Abstract

Industri peternakan selalu dihadapkan permasalahan terkait pakan, pakan sumber protein dengan harga yang mahal serta diimpor. Salah satu alternatif pakan sumber protein lokal yang berpotensi digunakan adalah daun Indigofera (Indigofera sp.). Penelitian bertujuan untuk menganalisis kualitas fisik dan kimia tepung daun Indigofera sp. yang difermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae sebagai sumber protein alternatif pakan ternak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Desain penelitian meliputi P0 : Tepung daun indigofera tanpa Saccharomyces cerevisiae, P1 : Tepung daun indigofera + Saccharomyces cerevisiae (2%), P2 : Tepung daun indigofera + Saccharomyces cerevisiae (4%), dan P3 : Tepung daun indigofera + Saccharomyces cerevisiae (6%) dari total bahan fermentasi. Proses fermentasi dilakukan selama 14 hari. Parameter yang diamati meliputi kualitas fisik (warna, aroma, dan tekstur, pH,) dan Kualitas kimia (kadar air, bahan kering , kadar abu dan bahan organik). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan Saccharomyces cerevisiae berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kualitas fisik fermentasi tepung daun Indigofera sp., yang meliputi tekstur, aroma, warna, keberadaan jamur, dan pH sedangkan kualitas kimia menunjukkan bahwa penambahan Saccharomyces cerevisiae berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar bahan kering (BK), dan kadar air (KA), sedangkan kandungan abu dan bahan organik (BO) tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan. Nilai pH terendah diperoleh pada perlakuan P1 (4,65±0,14), Nilai keberadaan jamur terbaik diperoleh pada perlakuan P2 (4.82±0.14) sedangkan tekstur dan aroma terbaik diperoleh pada perlakuan P3 dengan skor masing-masing (3,26±0,56) dan (3,66±0,16). Skor warna tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 yaitu (3,91±0,03). Kandungan bahan kering berkisar antara 55,80–59,80%, bahan organik 93,80–94,40%, kadar air 40,20–44,30%, dan kadar abu 5,40–6,20%. Kesimpulan penelitian yaitu penambahan Saccharomyces cerevisiae hingga level 6% mampu memperbaiki kualitas fisik fermentasi tepung daun Indigofera sp. dan menghasilkan karakteristik fermentasi yang lebih baik.