Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PRODUKTIVITAS INDUK KAMBING KACANG, BLINGON DAN PERANAKAN ETAWA YANG DIPELIHARA SECARA SEMIINTENSIF Yusni Khairani Tampubolon; Zakiyah Nasution
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i1.8590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui produktivitas kambing Kacang, Peranakan Etawa (PE) dan Blingon yang dipelihara bersama dengan sistem semiintensif.  Induk yang digunakan ialah kambing dengan paritas ke satu sebanyak sebanyak 21 ekor dengan rincian tujuh induk kambing Kacang, tujuh induk kambing PE dan tujuh induk kambing Blingon. Cempe yang digunakan sebanyak 17 ekor. Kambing dipelihara dikandang kawin bersama pejantan dengan bangsa yang sama. Setelah melahirkan, induk dan cempe dipindahkan ke kandang individu. Setelah anak berumur sebulan, induk dan cempe dipindahkan kekandang kawin. Saat mencapai umur sapih 90 hari anak dipisahkan dari induknya. Data yang diambil meliputi; interval kelahiran (IK), bobot lahir, bobot sapih, pertambahan bobot badan harian (PBBH), litter size, mortalitas prasapih, laju reproduksi induk (LRI) dan Produktivitas induk (PI). Data dianalisis menggunakan One way – ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan Induk kacang memiliki IK paling pendek (P<0.01) daripada induk PE dan Blingon sebesar 229,14±35,39 hari. Kambing PE memiliki bobot lahir paling besar (P<0.05) daripada kacang dan Blingon sebesar 3,26±0,72kg. Kambing PE memiliki bobot sapih paling tinggi (P<0.01) sebesar 10,29±0,88kg. Kambing PE memiliki PBBH paling tinggi (P<0.01) dari Kacang dan Blingon sebesar 0,08±0,01kg/hari. Induk Kacang dan Blingon memiliki LRI yang lebih tiggi (P<0.01) daripada induk PE yaitu berturut – turut 1,82±0,23dan 1,65±0,25 ekor/tahun. Disimpulkan Kambing kacang memiliki laju reproduksi induk dan interval kelahiran lebih baik daripada kambing PE dan Blingon. 
PENGARUH PEMBERIAN RANSUM MENGANDUNG KULIT BUAH NAGA YANG DIFERMENTASI DENGAN Neurospora crassa TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH BERDASARKAN UJI ORGANOLEPTIK Pane, Doharni; Nasution, Zakiyah; Tampubolon, Yusni Khairani; Ilham, Ilham
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v8i1.14553

Abstract

Puyuh merupakan salah satu jenis unggas yang harus dikembangkan karena sangat potensial menghasilkan kebutuhan protein hewani untuk manusia yaitu daging dan telurnya. Keistimewaan burung puyuh antara lain cepat berproduksi, tidak memerlukan modal yang besar, pemeliharaan yang mudah, serta tidak membutuhkan lahan yang luas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum mengandung kulit buah naga fermentasi (KBNF) dengan kapang Neurospora crassa terhadap kualitas telur puyuh berdasarkan uji organoleptic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Jika terdapat perbedaan yang nyata atau sangat nyata akan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan’s. Perlakuan yang diberikan meliputi P0 (0% KBNF), P1 (4% KBNF), P2 (8% KBNF), P3 (12% KBNF), P4 (16% KBNF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan taraf pemberian TKBNF dalam ransum burung puyuh memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap rataan berat telur, berat kerabang telur, indeks kuning telur, warna kuning telur, indeks putih telur dan nilai haugh unit telur puyuh. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian KBNF sampai taraf 16% dalam ransum dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif tanpa mempengaruhi rataan berat telur, berat kerabang telur, indeks kuning telur, warna kuning telur, indeks putih telur dan nilai haugh unit telur puyuh.
Edible Coating Chitosan as an Antimicrobial in the Thawing Process of Frozen Broiler Chicken Carcasses with Different Shelf Life Tampubolon, Yusni Khairani; Nasution, Zakiyah -; Alawiyah, Erin -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 23, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v23i2.49493

Abstract

This study aims to determine the amount of chitosan edible coating concentration best used as antimicrobial during the thawing process of frozen broiler chicken carcass in different shelf lives. This study used a completely randomized factorial design (RALF) which consisted of two factors, namely factor 1: differences in shelf life (1, 2, and 3 months) and factor 2: concentration of chitosan edible coating (0.1 %, 1.5%) with 12 treatments and five replications. The total microbial count, pH, percentage of drip loss, and cooking losses of each sample were evaluated. The obtained data were analyzed using Two Way Analysis of Variance and further testing of the Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results showed that frozen chicken carcasses using chitosan edible coating during thawing had a lower pH (P<0.05) than without chitosan. The use of 1.5% chitosan edible coating showed the best results (P<0.05) in inhibiting microbial growth, reducing drip loss and cooking shrinkage of frozen chicken carcass during storage of 1, 2 and 3 months. It was concluded that the use of chitosan edible coating was effective as an antimicrobial during thawing.
PEMANFAATAN BOKASHI BATANG PISANG DAN CANGKANG TELUR TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) Rahayu, Risma; Hanafi, Nevy Diana; Tafsin, Ma’ruf; Tampubolon, Yusni Khairani
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.19955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana komposisi yang tepat dan respon tanaman rumput gajah (Pennisetum purpureum) jika diberikan bokashi batang pisang dengan penambahan cangkang telur. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan dan Laboratorium Riset Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Juli hingga Oktober 2023. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 yaitu P01 = pupuk feses kambing, P02 = batang pisang 90%, P1 = batang pisang 85% + cangkang telur 5%, P2: batang pisang 80% + cangkang telur 10%, P3 = batang pisang 75% + cangkang telur 15% dan P4 = batang pisang 70% + cangkang telur 20% dan masing–masing perlakuan memiliki 5 ulangan. Peubah penelitian yang diamati adalah tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, produksi bahan segar dan produksi bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan penambahan cangkang telur memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, produksi bahan segar dan produksi bahan kering. Hasil penelitian yang terbaik pada tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, produksi bahan segar dan produksi bahan kering rumput gajah terdapat pada P1 (batang pisang 85% + cangkang telur 5%) jika dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Kesimpulannya P1 (batang pisang 85%+ cangkang telur 5%) adalah komposisi dengan hasil yang terbaik dibandingkan perlakuan yang lainnya karena produktivitasnya.
Pengaruh Perbedaan Rasio Pakan Komersial dengan Pakan Lokal Terhadap Produktivitas Ayam Kampung Asli (AKA) Harahap, Kalidangan; Pane, Doharni; Tampubolon, Yusni Khairani; Nikmatia, Ulfa
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18958

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan rasio pakan komersial dengan pakan lokal terhadap produktivitas Ayam Kampung Asli (AKA). Penelitian tersebut dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2023 di Unit Peternakan Ayam Kampung. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3, yaitu perlakuan T1 = 60% pakan komersial : 40% dedak padi, T2 = 80% pakan komersial : 20% dedak padi dan T3 = 100% pakan komersial. Variabel yang diamatiadalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), bobot badan akhir dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perbedaan rasio pakan komersial dengan pakan lokal memberikan pengaruh yang nyata (P<0.05) terhadap nilai konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), bobot badan akhir dan konversi pakan. Disimpulkan bahwa pengunaan campuran dedak padi dan pakan komersial pada pakan ayam kampung asli (AKA) memberikan pengaruh terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), bobot badan akhir dan konversi pakan. Rasio penggunaan terbaik dedak padi dengan pakan komersial yaitu ada pada perlakuan T2 (80% pakan komersial : 20% dedak padi).
PKM PENYULUHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN DAN HASIL TERNAK KAMBING DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN RAKYAT DI DESA PARGARUTAN JAE, KABUPATEN TAPANULI SELATAN Zakiyah Nasution; Doharni Pane; Rikardo Silaban; Yusni Khairani Tampubolon
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.616 KB) | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2286

Abstract

Kelurahan/Desa Pargarutan Jae merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Beternak kambing merupakan salah satu jenis usaha yang banyak dilakukan oleh masyarakat Desa Pargarutan Jae. Namun masyarakat Desa Pargarutan Jae masih sangat minim dalam mengelola pakan dan hasil ternak kambing seperti susu. Pakan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam budidaya ternak kambing, pengetahuan teknologi pengolahan pakan bermanfaat untuk memperpanjang daya simpan pakan serta menambah nilai gizi pakan. Potensi ekonomi susu kambing cukup besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyaraka di Desa Pargarutan Jae, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan metode penyuluhan teknologi pengolahan pakan dan hasil ternak kambing yaitu susu dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomis, dan potensi dari pakan dan susu kambing yang berada di Desa Pargarutan Jae. Dari hasil kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan minat masyarakat untuk menerapkan teknologi pengolahan pakan serta mengolah susu kambing menjadi dodol susu, permen susu sebagai produk inovatif dapat dikonsumsi oleh masyarakat serta menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat setempat.
Organoleptic and Durability of Frozen Whole Broiler Chicken Thawed with Chitosan Edible Coating for Different Shelf Life Yusni Khairani Tampubolon; Saragih, Winda Fransisca
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 01 (2025): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jpi.v13i01.20751

Abstract

The increase in broiler production led to an oversupply of chicken in the market while the increase in chicken consumption was not proportional to the increase in production.  Therefore frozen storage is one of the alternatives to overcome this excess chicken production. This study aimed to determine the effect of chitosan edible coating concentration and storage time on the shelf life and organoleptic properties of frozen broiler chicken carcasses during the thawing process. This study used a Factorial Completely Randomized Design (RALF) consisting of two factors, namely Factor 1: differences in shelf life (1, 2, and 3 months) and factor 2: concentration of edible chitosan coating (0, 1%, 1.5%) with five replications. The parameters observed were shelf life and organoleptic properties (aroma, texture, color, and total acceptance). Data were analyzed using Two-way Analysis of Variance and further testing of the Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results showed that chitosan concentration had a significant effect (P <0.05) on shelf life and organoleptic quality, whereas shelf life did not have a significant effect. The use of 1% chitosan gave the best results in organoleptic quality and 1.5% in slowing down broiler carcass decay. In conclusion, edible chitosan coatings can be effectively applied during thawing to extend the shelf life and maintain the quality of frozen broiler chicken meat
Organoleptic and Durability of Frozen Whole Broiler Chicken Thawed with Chitosan Edible Coating for Different Shelf Life Yusni Khairani Tampubolon; Saragih, Winda Fransisca
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 01 (2025): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jpi.v13i01.20751

Abstract

The increase in broiler production led to an oversupply of chicken in the market while the increase in chicken consumption was not proportional to the increase in production.  Therefore frozen storage is one of the alternatives to overcome this excess chicken production. This study aimed to determine the effect of chitosan edible coating concentration and storage time on the shelf life and organoleptic properties of frozen broiler chicken carcasses during the thawing process. This study used a Factorial Completely Randomized Design (RALF) consisting of two factors, namely Factor 1: differences in shelf life (1, 2, and 3 months) and factor 2: concentration of edible chitosan coating (0, 1%, 1.5%) with five replications. The parameters observed were shelf life and organoleptic properties (aroma, texture, color, and total acceptance). Data were analyzed using Two-way Analysis of Variance and further testing of the Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results showed that chitosan concentration had a significant effect (P <0.05) on shelf life and organoleptic quality, whereas shelf life did not have a significant effect. The use of 1% chitosan gave the best results in organoleptic quality and 1.5% in slowing down broiler carcass decay. In conclusion, edible chitosan coatings can be effectively applied during thawing to extend the shelf life and maintain the quality of frozen broiler chicken meat
THE PRODUCTIVITY DAMS OF KACANG, BLINGON AND ETAWA CROSS IN SEMI INTESIF GOAT FARMING: PRODUKTIVITAS INDUK KAMBING KACANG, BLINGON DAN PERANAKAN ETAWA YANG DIPELIHARA SECARA SEMIINTENSIF Tampubolon, Yusni Khairani
Tropical Animal Science Vol. 4 No. 2 (2022): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/tas.v4i2.922

Abstract

This study aims to determine the productivity of Kacang, Peranakan Etawa (PE) and Blingon dam goats reared together with a semi-intensive system. Seven Kacang dams, seven PE dams and seven Blingon dams were kept in cages to mate with buck in the same breed. After birth, the dams and kids were moved to individual cages. At the kids a month old, dams and kids were transferred to the mating cage. When they reach 90 days of weaning, the cubs are separated from dams. Data collected were kidding interval (KI), birth weight (BW), weaning weight (WW), daily body weight gain (BWG), litter size (LS), pre-weaning mortality, reproduction rate of dam and dam’s productivity . Data were analyzed using One way – ANOVA. The results showed that KI fro, Kacang had the shortest (P<0.01) than the PE and Blingon was 229.14±35.39 day. BW from PE goats had the largest (P<0.05) than Kacang and Blingon was 3.26±0.72 kg. WW from PE dams had the highest (P<0.01) was 10.29±0.88 kg. BWG from PE goats had the highest (P<0.01) than Kacang and Blingon was 0.08±0.01 kg/day. Reproduction rate of dam of Kacang and Blingon had a higher (P<0.01) than PE were 1.82±0.23 and 1.65±0.25 head/year. There was no significant diiferent LS and dam’s productivity between Kacang, PE and Blingon. It is concluded that Kacang dams had better reproduction rates and kiddingintervals than PE and Blingon goats. Keywords : Blingon, Kacang, Peranakan Etawa, Goat Productivity
PEMANFAATAN BOKASHI BATANG PISANG DAN CANGKANG TELUR TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) Rahayu, Risma; Hanafi, Nevy Diana; Tafsin, Ma’ruf; Tampubolon, Yusni Khairani
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.21345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana komposisi yang tepat dan respon tanaman rumput gajah (Pennisetum purpureum) jika diberikan bokashi batang pisang dengan penambahan cangkang telur. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan dan Laboratorium Riset Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Juli hingga Oktober 2023. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 yaitu P01 = pupuk feses kambing, P02 = batang pisang 90%, P1 = batang pisang 85% + cangkang telur 5%, P2: batang pisang 80% + cangkang telur 10%, P3 = batang pisang 75% + cangkang telur 15% dan P4 = batang pisang 70% + cangkang telur 20% dan masing–masing perlakuan memiliki 5 ulangan. Peubah penelitian yang diamati adalah tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, produksi bahan segar dan produksi bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan penambahan cangkang telur memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, produksi bahan segar dan produksi bahan kering. Hasil penelitian yang terbaik pada tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, produksi bahan segar dan produksi bahan kering rumput gajah terdapat pada P1 (batang pisang 85% + cangkang telur 5%) jika dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Kesimpulannya P1 (batang pisang 85% + cangkang telur 5%) adalah komposisi dengan hasil yang terbaik dibandingkan perlakuan yang lainnya karena produktivitasnya.