Simanjuntak, Grace Irene
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Campur Kode dalam Percakapan Sehari-Hari Jakaria, Jakaria; Manuela, Nancy; Tarigan, Jenda Rizkinta; Marwah, Putri Ainun; Simanjuntak, Grace Irene
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26197

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena campur kode dalam bahasa Indonesia, khususnya dalam konteks komunikasi sehari-hari. Campur kode merupakan penggunaan lebih dari satu bahasa dalam satu tuturan, yang sering terjadi di masyarakat bilingual dan multilingual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan sosiolinguistik untuk menganalisis pola penggunaan campur kode, faktor penyebab, dan dampaknya terhadap komunikasi dan pemertahanan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode sering terjadi dalam situasi akademik, profesional, dan informal, serta memiliki dampak positif dan negatif terhadap komunikasi dan bahasa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya pendidikan bahasa yang lebih kuat, pengembangan padanan kata dalam bahasa Indonesia, dan peningkatan kesadaran linguistik dalam komunikasi formal.
Analisis Sintaksis pada Kalimat Kompleks dalam Bahasa Indonesia Harahap, Herlina Jasa Putri; Sababalat, Catherine Vaneza; Simanullang, Rira Wahyu; Marwah, Putri Ainun; Simanjuntak, Grace Irene
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sintaksis kalimat kompleks dalam bahasa Indonesia dengan menyoroti struktur klausa, jenis hubungan antar klausa, serta pola sintaktis yang digunakan. Kalimat kompleks merupakan konstruksi sintaksis yang terdiri dari dua atau lebih klausa yang terhubung secara koordinatif, subordinatif, atau korelatif. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berasal dari berbagai teks tertulis, seperti artikel ilmiah, berita, dan karya sastra. Hasil penelitian mengungkap bahwa dalam bahasa Indonesia, kalimat kompleks lebih sering menggunakan pola subordinatif dibandingkan koordinatif dan korelatif, terutama dalam teks akademik dan formal. Konjungsi seperti karena, sehingga, meskipun, dan walaupun kerap digunakan untuk menghubungkan klausa utama dengan klausa subordinatif. Selain itu, ditemukan variasi pola sintaksis yang dipengaruhi oleh faktor konteks, tujuan komunikasi, dan gaya penulisan. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai kompleksitas struktur sintaksis dalam bahasa Indonesia serta dampaknya terhadap pemahaman dan penyusunan kalimat dalam komunikasi tertulis maupun lisan. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya dalam bidang linguistik, khususnya dalam kajian sintaksis dan pengajaran bahasa Indonesia.
Budaya Makan dalam Bahasa Jerman: Kajian Berbasis Literatur Tema “Essen Und Trinken” Manuela, Nancy; Simanjuntak, Grace Irene
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya makan merupakan cerminan identitas suatu masyarakat, termasuk masyarakat berbahasa Jerman. Namun, integrasi tema budaya dalam pembelajaran bahasa Jerman di Indonesia masih belum mendapat perhatian yang memadai, khususnya pada tema Essen und Trinken. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tema budaya makan dalam bahasa Jerman direpresentasikan dan diintegrasikan ke dalam pembelajaran bahasa Jerman sebagai bahasa asing (Deutsch als Fremdsprache/DaF). Metode yang digunakan adalah kajian berbasis literatur (literature review) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah, buku ajar DaF, dan dokumen kurikulum yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tema Essen und Trinken tidak hanya mencakup kosakata dan struktur gramatikal, tetapi juga mengandung dimensi budaya yang kaya, seperti kebiasaan makan, etiket di meja makan, serta makanan khas daerah berbahasa Jerman. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pendekatan komunikatif-kultural dapat meningkatkan motivasi dan kompetensi interkultural peserta didik. Disimpulkan bahwa integrasi budaya makan secara eksplisit dalam pembelajaran DaF sangat relevan dan perlu diterapkan secara sistematis dalam pengajaran bahasa Jerman di Indonesia.