Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN ALAT MUSIK TRADISIONAL BOMBARDO DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Tanggu, Ariance; Ruba, Yunita Rufina; Linung, Flaviana; Kae, Ester Rosadalima; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.936

Abstract

Musik tradisional merupakan warisan budaya yang tidak ternilai harganya bagi pemilik sebuah kebudayaan sebagaimana halnya ada artefak-artefak kebudayaan lain seperti monument atau situs-situs bersejarah. Musik tradisional dan juga, alat-alatnya tidak dapat dipahami secara sempit sekedar sebagai sebuah benda yang menghasilkan bunyi, melainkan sebuah entitas budaya yang mengekspresikan nilai-nilai peradaban, keyakinan atau spiritualitas dan estetika serta sebagai media pewarisan aspek-aspek tersebut dalam kehidupan para pemiliknya. Bombardom adalah salah satu alat musik tradisional di Kabupaten Ngada yang cara memainknya dengan ditiup. Alat musik Bombardom ini masih eksis hingga genarasi modern saat ini, bombardoo merupakan alat music tradisional yang berasal dari kabupaten Ngada yang bahan dasarnya terbuat dari bambbo (buluh). Bombardom menghasilkan dua jenis suara yakni bariton dan sopran. Anak SD perlu mempelajari musik tradisional yaitu: 1) Mengetahui keragaman budaya Ngada. 2) Melestarikan alat musik tradisional yang ada. 3) Mengetahui kegunaannya. 4) Agar lebih mengetahui warisan kebudayaan Ngada. 5) Menjaga kelestarian budaya Ngada Mempelajari untuk menerusi kegenerasi berikutnya agar tidak punah. Selain untuk mengasah diri pada bidang seni, bermain musik nyatanya juga memiliki dampak yang positif terutama bagi siswa. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hilmar Farid, dalam acara presentasi pendidikan karakter berbasis musik untuk sekolah dasar yang diselenggarakan di Museum Nasional, Jakarta, belum lama ini.Tujuan dari mengajarkan anak-anak untuk bermain musik bukan mengharuskan mereka menguasai alat musik, tapi lebih pada bagaimana melalui musik ini bisa membentuk karakter mereka.
PENERAPAN ALAT MUSIK TRADISIONAL BOMBARDO DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Tanggu, Ariance; Ruba, Yunita Rufina; Linung, Flaviana; Kae, Ester Rosadalima; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.936

Abstract

Musik tradisional merupakan warisan budaya yang tidak ternilai harganya bagi pemilik sebuah kebudayaan sebagaimana halnya ada artefak-artefak kebudayaan lain seperti monument atau situs-situs bersejarah. Musik tradisional dan juga, alat-alatnya tidak dapat dipahami secara sempit sekedar sebagai sebuah benda yang menghasilkan bunyi, melainkan sebuah entitas budaya yang mengekspresikan nilai-nilai peradaban, keyakinan atau spiritualitas dan estetika serta sebagai media pewarisan aspek-aspek tersebut dalam kehidupan para pemiliknya. Bombardom adalah salah satu alat musik tradisional di Kabupaten Ngada yang cara memainknya dengan ditiup. Alat musik Bombardom ini masih eksis hingga genarasi modern saat ini, bombardoo merupakan alat music tradisional yang berasal dari kabupaten Ngada yang bahan dasarnya terbuat dari bambbo (buluh). Bombardom menghasilkan dua jenis suara yakni bariton dan sopran. Anak SD perlu mempelajari musik tradisional yaitu: 1) Mengetahui keragaman budaya Ngada. 2) Melestarikan alat musik tradisional yang ada. 3) Mengetahui kegunaannya. 4) Agar lebih mengetahui warisan kebudayaan Ngada. 5) Menjaga kelestarian budaya Ngada Mempelajari untuk menerusi kegenerasi berikutnya agar tidak punah. Selain untuk mengasah diri pada bidang seni, bermain musik nyatanya juga memiliki dampak yang positif terutama bagi siswa. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hilmar Farid, dalam acara presentasi pendidikan karakter berbasis musik untuk sekolah dasar yang diselenggarakan di Museum Nasional, Jakarta, belum lama ini.Tujuan dari mengajarkan anak-anak untuk bermain musik bukan mengharuskan mereka menguasai alat musik, tapi lebih pada bagaimana melalui musik ini bisa membentuk karakter mereka.
PEMANFAATAN LAHAN KOSONG UNTUK MENANAM SAYURAN DALAM MENGUPAYAKAN KETAHANAN PANGAN DI DESA PIGA 1 KABUPATEN NGADA Kae, Ester Rosadalima; Meo, Maria Alfonsia; Oka, Gde Putu Arya; Awe, Ermelinda Yosefa; Tapo, Yohanes Bayo Ola
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Flobamorata Mengabdi
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v1i2.2047

Abstract

Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui ketahanan pangan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN STKIP Citra Bakti di Desa Piga 1 dengan memainfaatkan lahan kosong yaitu menggunakan metode kualitatif yang menggunakan teknik Participatory Action Research (PAR) yang memperoleh datanya melalui hasil observasi lahan dan wawancara kebutuhan masyarakat setempat. Kegiatan KKN Mahasiswa, dalam hal ini mahasiswa diikutsertakan untuk melakukan kegiatan program yang di berikan dari pihak kampus STIKIP Citra Bakti yakni ada tiga program yang pertama Ketahanan Pangan, yang Kedua program Survei Pendidikan, dan Stanting. Ketiga program ini sudah berjalan di desa piga 1, yang di lakukan oleh Mahasiswa KKN Citra Bakti, dan di sini lebih terarah kepada program ketahanan pangan dengan kegiatan menggunakan lahan kosong untuk menanam sayur, yang di pantau oleh aparat desa Piga 1 setempat. Luarannya ialah meningkatkan kesadaran masyarakat desa Piga 1 betapa pentingnya ketahanan pangan sehingga dapat memanimilisir pengeluaran keuangan dan kebutuhan pangan segar bisa tersedia dengan mainfaatkan lahan kosong untuk menanam sayuran untuk kebutuhan sehari-hari.
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN KETAHANAN PANGAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI DESA PIGA I, KECAMATAN SOA, KABUPATEN NGADA Tunga, Skolastika; Kae, Ester Rosadalima; Engo, Maria Florentina; Meo, Maria Alfonsia; Pase, Yohana; Rita, Florida; Dae, Wilgildus Lako; Sutomi, Renaldus Nani; Oka, Gde Putu Arya; Awe, Ermelinda Yosefa; Tapo, Yohanes Bayo Ola
Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jckkn.v3i3.3389

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemerataan pendidikan dan ketahanan pangan yang berpengaruh terhadap kejadian stunting di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan ketahanan pangan dengan kejadian stunting di Desa Piga 1, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan masyarakat tergolong baik, sebagian besar telah menyelesaikan pendidikan hingga SMA. Ketahanan pangan masyarakat juga cukup stabil karena didukung oleh sektor pertanian. Angka stunting terbilang rendah, hanya sembilan anak, menunjukkan bahwa peningkatan pendidikan dan ketahanan pangan berperan penting dalam menurunkan kasus stunting di desa tersebut.
PENERAPAN ALAT MUSIK TRADISIONAL BOMBARDO DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Tanggu, Ariance; Ruba, Yunita Rufina; Linung, Flaviana; Kae, Ester Rosadalima; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.936

Abstract

Musik tradisional merupakan warisan budaya yang tidak ternilai harganya bagi pemilik sebuah kebudayaan sebagaimana halnya ada artefak-artefak kebudayaan lain seperti monument atau situs-situs bersejarah. Musik tradisional dan juga, alat-alatnya tidak dapat dipahami secara sempit sekedar sebagai sebuah benda yang menghasilkan bunyi, melainkan sebuah entitas budaya yang mengekspresikan nilai-nilai peradaban, keyakinan atau spiritualitas dan estetika serta sebagai media pewarisan aspek-aspek tersebut dalam kehidupan para pemiliknya. Bombardom adalah salah satu alat musik tradisional di Kabupaten Ngada yang cara memainknya dengan ditiup. Alat musik Bombardom ini masih eksis hingga genarasi modern saat ini, bombardoo merupakan alat music tradisional yang berasal dari kabupaten Ngada yang bahan dasarnya terbuat dari bambbo (buluh). Bombardom menghasilkan dua jenis suara yakni bariton dan sopran. Anak SD perlu mempelajari musik tradisional yaitu: 1) Mengetahui keragaman budaya Ngada. 2) Melestarikan alat musik tradisional yang ada. 3) Mengetahui kegunaannya. 4) Agar lebih mengetahui warisan kebudayaan Ngada. 5) Menjaga kelestarian budaya Ngada Mempelajari untuk menerusi kegenerasi berikutnya agar tidak punah. Selain untuk mengasah diri pada bidang seni, bermain musik nyatanya juga memiliki dampak yang positif terutama bagi siswa. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hilmar Farid, dalam acara presentasi pendidikan karakter berbasis musik untuk sekolah dasar yang diselenggarakan di Museum Nasional, Jakarta, belum lama ini.Tujuan dari mengajarkan anak-anak untuk bermain musik bukan mengharuskan mereka menguasai alat musik, tapi lebih pada bagaimana melalui musik ini bisa membentuk karakter mereka.