Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Farmaka

A REVIEW: THE NATURAL ANTIOXIDANT ACTIVITY OF BLACK MULBERRY AND ITS OTHERS FUNCTION ANDRIATI KHOERUNNISA; Insan Sunan Kurniawansyah
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.754 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17557

Abstract

Antioxidants are compounds that can be synthetic or natural products. These compounds have a mechanism which suppresses or delays the oxidation process of other molecules because of free radicals. Free radicals such as reactive oxygen species (ROS) are produced during cellular metabolism and environmental such as heavy metal ions, cigarette smoke. Natural antioxidants have been developed from several parts of the plants which contain flavonoids, phenolic acids, tannins, quinones and other phenolic compounds. One of the many plants examined for its antioxidant activity is black mulberry (Morus nigra L.). Black mulberry is known for their high content of phenolic compound. Thus have high antioxidant activity. This review attempt to focus on the relationship between antioxidant activity of black mulberry and composition of phytochemicals, especially phenolic compounds in black mulberry and to explore other potential functions of black mulberry in medicinal uses.
Penentuan Tingkatan Jaminan Sterilitas pada Autoklaf dengan Indikator Biologi Spore Strip Insan Sunan Kurniawansyah
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.122 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.8542

Abstract

Proses sterilisasi termal menggunakan uap jenuh di bawah tekanan berlangsung di suatu bejana yang disebut autoklaf, dan merupakan proses sterilisasi yang paling banyak dilakukan. Suatu siklus autoklaf yang ditetapkan dalam farmakope untuk media atau pereaksi adalah selama 15 menit pada suhu 121 0C kecuali dinyatakan lain. Autoklaf yang sederhana menggunakan sumber uap dari pemanasan air yang ditambahkan ke dalam autoklaf. Dengan autoklaf sederhana ini, tekanan dan temperatur diatur dengan jumlah panas dari api. Kelemahan autoklaf ini adalah bahwa perlu penjagaan dan pengaturan panas secara manual, selama masa sterilisasi dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian menggunakan indikator biologi spore strip terhadap proses sterilisasi dengan variasi waktu pemaparan berdasarkan nilai D. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa waktu pemaparan proses sterilisasi untuk mencapai Tingkatan Jaminan Sterilitas dari autoklaf yang digunakan bisa dicapai dalam waktu 12 menit, yang ditunjukkan dengan tidak adanya pertumbuhan mikroorganisme pada media uji.Kata kunci : autoklaf, indikator biologi, sterilisasi, tingkatan jaminan sterilitas.