Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Farmaka

HUMAN CATHELICIDIN ANTIMICROBIAL PEPTIDE LL-37 AS AN ANTIBACTERIA, ANTIFUNGAL, ANTIVIRAL AND WOUND HEALING AGENT DEA DIAN NURHIKMAH; Insan Sunan Kurniawan Syah
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.137 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17512

Abstract

LL-37 is a cathelicidin-derived peptide in human. This protein contains two helical regions, an unstructured C-terminal tail and a cathionic amphiphatic charge.  This review described the functions of human cathelicidin antimicrobial peptide LL-37. Cathelicidin peptides were shown to have some functions like to kill bacteria by distrupting the bacterial membranes of Staphylococcus aureus, Micrococcus luteus and Salmonella gastroenteritis, fungicidal against Candida albicans and Aspergillus sp , and work as antiviral agent against vaccinia virus by direct disruptive action on the viral envelope. Besides its antimicrobial effects, cathelicidins also play a role in wound healing through direct interaction or stimulation of the immune system, stimulating angiogenesis and re-epitheliazation. From the studies, it showed that LL-37 is a potential protein for the development of new drugs in the future.
Review Artikel : Penggunaan Favipiravir Pada Pasien COVID-19 NISA AYU AMALIA; Insan Sunan Kurniawan Syah
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34832

Abstract

Wabah infeksi severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) menyebabkan penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) yang terjadi pada akhir Desember 2019 dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia serta berdampak kritis pada sistem kesehatan masyarakat. Gejala klinis COVID-19 meliputi gejala pernafasan, demam, batuk, dispnea, dan pneumonia. Belum ada obat antivirus khusus yang disetujui untuk pengobatan COVID-19. Sejumlah antivirus yang telah disetujui dan dipasarkan sedang diuji untuk digunakan kembali, termasuk Favipiravir. Favipiravir adalah RNA-dependent RNA polymerase (RdRp) inhibitor dan telah dilaporkan menargetkan SARS-CoV-2 RdRp sehingga menghambat replikasi virus. Review artikel ini bertujuan untuk mengetahui efikasi terapi Favipiravir dalam pengobatan pasien COVID-19. Hasil review menunjukkan adanya efikasi terapi berupa perbaikan klinis yang signifikan pada pasien yang diberikan Favipiravir dibandingkan antivirus lainnya yang dipantau selama 7 hari sampai 14 hari selama rawat inap. Selain itu, terjadi klirens virus dalam 7 sampai 14 hari selama rawat inap dan terdapat perbaikan gejala seperti penurunan demam dan batuk.
A REVIEW: THE NATURAL ANTIOXIDANT ACTIVITY OF BLACK MULBERRY AND ITS OTHERS FUNCTION ANDRIATI KHOERUNNISA; Insan Sunan Kurniawansyah
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.754 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17557

Abstract

Antioxidants are compounds that can be synthetic or natural products. These compounds have a mechanism which suppresses or delays the oxidation process of other molecules because of free radicals. Free radicals such as reactive oxygen species (ROS) are produced during cellular metabolism and environmental such as heavy metal ions, cigarette smoke. Natural antioxidants have been developed from several parts of the plants which contain flavonoids, phenolic acids, tannins, quinones and other phenolic compounds. One of the many plants examined for its antioxidant activity is black mulberry (Morus nigra L.). Black mulberry is known for their high content of phenolic compound. Thus have high antioxidant activity. This review attempt to focus on the relationship between antioxidant activity of black mulberry and composition of phytochemicals, especially phenolic compounds in black mulberry and to explore other potential functions of black mulberry in medicinal uses.
Penentuan Tingkatan Jaminan Sterilitas pada Autoklaf dengan Indikator Biologi Spore Strip Insan Sunan Kurniawansyah
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.122 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.8542

Abstract

Proses sterilisasi termal menggunakan uap jenuh di bawah tekanan berlangsung di suatu bejana yang disebut autoklaf, dan merupakan proses sterilisasi yang paling banyak dilakukan. Suatu siklus autoklaf yang ditetapkan dalam farmakope untuk media atau pereaksi adalah selama 15 menit pada suhu 121 0C kecuali dinyatakan lain. Autoklaf yang sederhana menggunakan sumber uap dari pemanasan air yang ditambahkan ke dalam autoklaf. Dengan autoklaf sederhana ini, tekanan dan temperatur diatur dengan jumlah panas dari api. Kelemahan autoklaf ini adalah bahwa perlu penjagaan dan pengaturan panas secara manual, selama masa sterilisasi dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian menggunakan indikator biologi spore strip terhadap proses sterilisasi dengan variasi waktu pemaparan berdasarkan nilai D. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa waktu pemaparan proses sterilisasi untuk mencapai Tingkatan Jaminan Sterilitas dari autoklaf yang digunakan bisa dicapai dalam waktu 12 menit, yang ditunjukkan dengan tidak adanya pertumbuhan mikroorganisme pada media uji.Kata kunci : autoklaf, indikator biologi, sterilisasi, tingkatan jaminan sterilitas.
REVIEW ARTIKEL: STUDI KOMPARASI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PHOSPHATE BINDER PADA PENGOBATAN PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) Guspira, Yunitasya; Syah, Insan Sunan Kurniawan
Farmaka Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i2.46876

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) atau penyakit ginjal kronis merupakan penyakit yang mengalami kenaikan jumlah kasus serta dianggap permasalahan yang gawat. Kondisi CKD menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit seperti hiperfosfatemia. Hiperfosfatemia didefinisikan sebagai gangguan metabolisme mineral pada pasien CKD. Fosfat adalah jenis mineral yang sering terganggu metabolismenya diantara komplikasi CKD yang perlu menjadi perhatian khusus karena berperan tinggi pada morbiditas dan mortalitas. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah perbandingan efektivitas adanya terapi tambahan phosphate binder ke dalam regimen pengobatan CKD. Metode yang digunakan adalah penelaahan beberapa literatur melalui Google Scholar dan Pubmed mengenai literatur atau tulisan yang menjelaskan penambahan phosphate binder pada pasien CKD. Disimpulkan bahwasanya phosphate binder yang paling efektif dengan dilihat dari penurunan kadar fosfat yang signifikan yaitu sevelamer, namun tetap dikembalikan terhadap kondisi individu.Kata Kunci: Chronic Kidney Disease (CKD), hiperfosfatemia, phosphate binder