Karlinawati, Karlinawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan Hukum Administrasi di Malaysia dan Singapura Karlinawati, Karlinawati
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 4 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i4.4514

Abstract

Studi mengenai hukum administrasi di Malaysia dan Singapura sangat penting untuk memahami penerapan prinsip-prinsip hukum dalam praktik pemerintahan di kedua negara tersebut. Analisis ini memberikan wawasan mengenai tantangan yang dihadapi, seperti ketidakpuasan publik terhadap keputusan pemerintah dan keterbatasan akses terhadap keadilan. Selain itu, hukum administrasi berperan penting dalam melindungi hak-hak individu dan memastikan akuntabilitas lembaga pemerintah. Dalam era globalisasi yang menuntut transparansi, pemahaman mendalam tentang hukum administrasi di kedua negara ini menjadi semakin relevan. Kajian ini juga menggali pertumbuhan otoritas administrasi, pemisahan kekuasaan, serta pentingnya peraturan pelengkap dan faktor-faktor yang berkontribusi pada pertumbuhannya. Salah satu isu utama yang dibahas adalah pengecualian yudisial atas tinjauan peraturan pelengkap yang dapat menghindarkan pengadilan dari intervensi terhadap peraturan administratif. Pembahasan juga mencakup prosedur keadilan administratif dan pentingnya prinsip keadilan alamiah (natural justice), serta dampak pelanggaran prinsip tersebut terhadap keputusan administratif. Isu lainnya adalah apakah keputusan yang melanggar keadilan alamiah dapat dibatalkan secara otomatis atau memerlukan prosedur khusus. Selanjutnya, kajian ini mengeksplorasi kontrol yudisial atas kekuasaan administrasi, termasuk penggunaan instrumen seperti remedi prerogatif dan ultra vires dalam mengendalikan tindakan administratif.
EFEKTIVITAS PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) DI DESA HAPALAH KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Karlinawati, Karlinawati; Berkatillah, Akhmad; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1746

Abstract

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan salah satu program pemerintah yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih yang layak. Pelaksanaan PAMSIMAS di Desa Hapalah masih menghadapi beberapa kendala, yaitu kondisi sarana yang sering mengalami kerusakan, kualitas air yang dihasilkan belum bersih, serta distribusi layanan yang belum menjangkau seluruh masyarakat secara merata. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat efektivitas Program PAMSIMAS serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah sebanyak 13 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, penggunaan bahan referensi, serta member check.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program PAMSIMAS di Desa Hapalah, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong masih belum berjalan secara optimal. Meskipun masyarakat merasakan kemudahan dalam memperoleh akses air, tujuan utama program belum sepenuhnya tercapai akibat kualitas air yang keruh dan sering terjadinya gangguan pada sarana. Dari sisi efisiensi, program dinilai cukup baik karena memberikan manfaat bagi masyarakat, namun ketepatan sasaran dan pemenuhan kebutuhan belum maksimal karena masih terdapat rumah tangga yang belum terlayani. Sistem pemeliharaan sarana juga belum berjalan efektif meskipun pengelola telah melakukan berbagai upaya. Di sisi lain, indikator input dan output menunjukkan kinerja yang baik, ditinjau dari besarnya iuran bulanan yang relatif terjangkau serta pengelolaan keuangan yang cukup baik. Secara umum, program ini memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. Faktor pendukung pelaksanaan program meliputi partisipasi masyarakat dalam membayar iuran dan keterjangkauan biaya, sedangkan faktor penghambatnya adalah kualitas air yang kurang baik dan kemacetan pada sarana program.Sebagai upaya peningkatan efektivitas program, disarankan kepada pemerintah daerah untuk menyediakan alat penyaring air dan bahan pembersih, pemerintah desa diharapkan dapat memastikan pemerataan penerima manfaat, pihak pengelola perlu meningkatkan pemeliharaan sarana dan prasarana, serta peneliti selanjutnya disarankan untuk menetapkan informan secara jelas sejak awal guna menghindari terjadinya pengulangan wawancara.