Krisnawaty, Aprillia
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Effectiveness of Leaflet Media on PHBS Knowledge and Attitudes in The Elderly and Pre-Elderly in Jogokariyan Village Jamalludin, Muhammad; Dwiki Bagaskara; Krisnawaty, Aprillia; Putriayu Nurdianti; Rochana Ruliyandari
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PHBS (Clean and Healthy Living Behavior) involves conscious actions by individuals, families, and communities to maintain health and prevent disease. Increasing awareness and attitudes toward PHBS can be achieved through health education programs, including the use of leaflets to enhance knowledge and attitudes among the elderly and pre-elderly. This study aims to increase awareness and understanding of the elderly and pre-elderly about PHBS in Jogokariyan Village RW 10. This quasi-experimental study used a one-group pretest-posttest design in Jogokariyan Village RW 10 (February 2025). The population included all elderly and pre-elderly residents, with 27 respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate methods, including paired sample t-tests. The average attitude score increased from 30.56 in the pretest to 32.07 in the posttest, showing a difference of 1.51. Univariate analysis showed that after PHBS education using leaflet media, 70.4% of households showed good to very good knowledge compared to the pre-education level.Likewise, the percentage of households that have a positive attitude towards PHBS increased from 40.7% to 63.0% after receiving leaflet-based education. The results of the paired t-test on the knowledge variable obtained a p value of 0.000 (> 0.05) and an attitude of 0.002 (> 0.05). This shows that there is a significant difference between knowledge and attitudes before and after health education using leaflet media. This shows a significant relationship between attitudes, knowledge and PHBS education of the elderly and pre-elderly using leaflet media. Based on the results of counseling activities using leaflet media, it can be concluded that the use of this educational media has proven effective in increasing knowledge and attitudes about Clean and Healthy Living Behavior in the elderly and pre-elderly in Jogokariyan Village.
Strategi Meningkatkan Literasi Kesehatan Pada Remaja: Literatur review Krisnawaty, Aprillia; Handayani, Lina
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rj.v5i2.3750

Abstract

Literasi kesehatan pada remaja memiliki peran penting dalam membentuk perilaku hidup sehat jangka panjang yang berkelanjutan. Artikel ini merupakan tinjauan sistematis mengenai berbagai intervensi peningkatan literasi kesehatan remaja dengan mengikuti pedoman PRISMA. Proses pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar dan PubMed untuk periode 2015–2025, yang menghasilkan 962 artikel, namun hanya 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi berbasis sekolah, digital, dan komunitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, serta keterampilan remaja dalam mengakses, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan secara tepat. Program berbasis sekolah dinilai mampu menjangkau kelompok remaja secara luas, sedangkan intervensi digital dianggap lebih relevan dengan karakteristik generasi muda yang akrab dengan teknologi. Meski demikian, sebagian besar penelitian masih terbatas pada desain pra–pasca tanpa kelompok kontrol serta menggunakan instrumen pengukuran yang bervariasi. Keterbatasan ini menghambat generalisasi temuan, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan desain eksperimental yang lebih kuat dan instrumen yang terstandarisasi untuk menghasilkan bukti ilmiah yang lebih valid dan dapat diandalkan. Strategies to Improve Health Literacy in Adolescents: A PRISMA-Based Literature Review  Health literacy in adolescents plays a crucial role in shaping long-term, sustainable healthy lifestyles. This article is a systematic review of various interventions to improve adolescent health literacy, following the PRISMA guidelines. A literature search was conducted through Google Scholar and PubMed databases for the period 2015–2025, yielding 962 articles, but only 9 met the inclusion criteria. The analysis showed that school-based, digital, and community-based interventions are effective in improving adolescents' knowledge, attitudes, and skills in accessing, understanding, and using health information appropriately. School-based programs are considered capable of reaching a broad group of adolescents, while digital interventions are considered more relevant to the characteristics of the technology-savvy younger generation. However, most studies are still limited to pre-post designs without a control group and use varying measurement instruments. These limitations hamper the generalizability of the findings, so further research with more robust experimental designs and standardized instruments is needed to generate more valid and reliable scientific evidence.
Riwayat KEK Ibu dan Pemberian MP-ASI Sebagai Penentu Utama Stunting di Kabupaten Kubu Raya: History of Mother Care and Giving MP-ASI as the Main Determinant of Stuntig in Kubu Raya District Krisnawaty, Aprillia; Elly Trisnawati; Otik Widyastutik; Dedi Alamsyah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3606

Abstract

Latar belakang: Chilhood stunting atau tubuh pendek pada masa anak-anak merupakan akibat dari riwayat kekurangan gizi kronis atau kegagalan pertumbuhan dan digunakan sebagai indikator jangka panjang untuk gizi kurang pada anak (Kementerian Kesehatan, 2015). Angka prevalensi balita stunting (tinggi badan menurut umur) pada kabupaten/kota di Kalimantan Barat pada tahun 2021 berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencapai 31,46% dan pada tahun 2022 mencapai 27,8%. Dari 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat, Kabupaten Kubu Raya menjadi kabupaten tertinggi kasus stunting pada tahun 2021, yaitu sebesar 40,35%. Disusul oleh Kabupaten Sintang dan yang terendah adalah Kota Singkawang (Kemenkes RI, 2021). Pada tahun 2022 berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kabupaten Kubu Raya menjadi kabupaten ke-8 tertinggi kasus stunting, yaitu sebesar 27,6%. Tujuan: Mengetahui riwayat KEK ibu dan pemberian MP-ASI sebagai penentu utama stunting di Kabupaten Kubu Raya pada balita. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian case-control. Penelitian dilaksanakan di 3 Desa yaitu Desa Sungai Malaya, Desa Mega Timur dan Desa Jawa Tengah di daerah Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya pada bulan September – Desember 2022. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu rumah tangga yang memiliki balita. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 136 rumah tangga, yang terdiri dari 68 kasus dan 68 kontrol. Sampel diambil secara purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar kuesioner dan lembar observasi dalam bentuk aplikasi KoboCollect. Data dianalisis dengan menggunakan 3 langkah analisis yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan potensial kejadian stunting di Kabupaten Kubu Raya adalah riwayat KEK ibu (p value = 0,007 dan OR = 9,791) dan pemberian MP-ASI (p value = 0,000 dan OR = 13,158). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan pada variabel riwayat KEK ibu dan riwayat MP-ASI terhadap kejadian stunting. Kedua variabel tersebut merupakan determinan potensial kejadian stunting di Kabupaten Kubu Raya.