Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS NILAI TAMBAH KERIPIK SINGKONG (Studi Kasus pada Agroindustri Ibu Entin di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran) Meilinda, Nadia; Isyanto, Agus Yuniawan; Kurniawati, Tiktiek
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.8320

Abstract

ABSTRAKNilai tambah merupakan produk pertanian yang memperoleh nilai karena proses produksi termasuk pengolahan, penyimpanan dan distribusi. Produk pertanian memiliki sifat yang mudah rusak, olah karena itu diperluakan suatu metode pengolahan untuk menciptakan keragaman pangan. Kurangnya kesadaran masyarakat di Desa Sukamaju terhadap pemanfaatan hasil pertanian, padahal apabila hasil pertanian diolah menjadi suatu produk siap dikonsumsi dapat meningkatkan nilai jual yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dan nilai tambah yang diperoleh dalam usaha pengolahan singkong menjadi keripik singkong Ibu Entin di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Responden yang diambil dalam penelitian ini secara sengaja (purposive sampling), yaitu pada agroindustri Ibu Entin di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Pendapatan agroindustri keripik singkong Ibu Entin di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran dalam satu kali proses produksi yaitu Rp 400.411,46. (2). Nilai tambah yang diperoleh agroindustri keripik singkong Ibu Entin di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran yaitu Rp 3.558,00/kg.Kata Kunci : Agroindustri, Pendapatan, Nilai TambahABSTRACTValue added is an agricultural product that obtains value due to the production process including processing, storage and distribution. Agricultural product have perishable properties, therefore a processing method is needed to create food diversity. Lack of public awareness in Sukamaju village on the use of agricultural product, even though if agricultural product are processed into a product ready for consumption it can increase the high selling value. This study aims to determine the amount of income and added value obtained in the business of processing cassava into cassava chips Mrs. Entin in Sukamaju village, Mangunjaya District, Pangandaran Regency. The type of research used is qualitative by using case study method. The data used are primary data and secondary data. Respondents taken in this study intentionall, namely the agroindustry of Mrs. Entin in Sukamaju Village, Mangunjaya District, Pangandaran Regency. The results showed that: (1). The income of Mrs. Entin’s cassava chips agroindustry in Sukamaju Village, Mangunjaya District, Pangandaran Regency in one production process is Rp 400.411,46. (2). The added value obtained by Mrs. Entin’s cassava chips agroindustry in Sukamaju Village, Mangunjaya District, Pangandaran Regency is Rp 3.558,00/kg.Keywords : Agroindustry, Income, Added Value.
Analisis Implementasi Pendekatan Pedagogi Transformatif Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Peserta Didik Generasi Z Amanda, Jesi; Meilinda, Nadia; Putri, Cici Amelia; Satrisno, Hengki; Irawan, Bambang
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.852

Abstract

Perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang cepat menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) beradaptasi dengan karakteristik peserta didik Generasi Z yang digital-native. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan pedagogi transformatif dalam pembelajaran PAI pada peserta didik Generasi Z serta menganalisis relevansinya terhadap kebutuhan pembelajaran era digital. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagogi transformatif mampu meningkatkan kesadaran reflektif, pemahaman kontekstual, dan internalisasi nilai Islam melalui dialog kritis, pembelajaran berbasis pengalaman, serta integrasi teknologi digital. Pendekatan ini relevan dengan preferensi belajar Generasi Z yang visual, kolaboratif, dan praktis. Di sisi lain, penelitian menemukan beberapa tantangan seperti keterbatasan kompetensi digital guru, fasilitas teknologi yang belum merata, serta kesenjangan antara nilai Islam dan budaya digital. Secara keseluruhan, pedagogi transformatif memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk karakter religius, kesadaran moral relasional, dan sikap kritis peserta didik di era digital.
RE-BRANDING PRODUK KOPI ARABIKA DI DESA BADERAN DENGAN WORKSHOP TEKNOLOGI PENGOLAHAN ROASTING KOPI DAN STRATEGI PEMASARAN Rosyidi, Ahmad Azis; Priyantono, Eko; Komariyah, Norma Lailatul; Sayyidatinnisa, Shinta Churrin; Sulem, Bima Achmad; Meilinda, Nadia; Rahmawati, Aulia Dyah; Daniyanto, Ahmad; Kartika, Yoana Imelda; Haq, Aufa Dhiyaul
PAPUMA: Journal of Community Services Vol. 4 No. 02 (2026): Agustus 2026
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/papuma.v4i02.60008

Abstract

Indonesia ranks among the world's largest coffee producers after Brazil, Vietnam, and Colombia. However, limited post-harvest processing standards remain challenging, particularly at the farmer and cooperative levels. Baderan village in Sumbermalang District, Situbondo Regency, demonstrates significant Arabica coffee production potential, yet most communities rely on traditional methods. This community service identifies coffee processing standards and designs rebranding strategies for Baderan coffee through student in this community service. Research methods included observation, interviews, and field data collection, supported by secondary data from village profiles and literature. The main program encompassed training in post-harvest coffee processing with modern roasting technology, determining powder fineness standards through grinders, implementing new packaging and labeling, and assisting cooperatives through standard modules, economic analysis, and Business Model Canvas. Results demonstrate that roasting training with modern equipment helped establish processing standards at two levels: medium roast and dark roast, providing flavor variety for target markets. Residents and cooperative administrators successfully understood secondary processing stages from roasting to grinding, applying fine and superfine powder fineness standards. Recommended packaging using plastic-coated standing pouches with informative labels supports rebranding while maintaining product quality. Marketing strategies through social media, local tourism potential, and coffee business collaboration effectively expand market reach. Overall, this activity improved community coffee processing skills, strengthened cooperative institutional capacity, and created Baderan coffee products with added value and enhanced competitiveness. The initiative successfully bridges traditional methods with modern standards, positioning local coffee for broader market acceptance.