Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Fostering Tolerance through Technology: Digital Transformation of Islamic Religious Education in Bengkulu’s Public High Schools Satrisno, Hengki; Septiria, Dalima; Irawan, Bambang; Onia, Saifaldin Idris; Rulitawati
Journal of Pedagogy and Education Science Vol 4 No 02 (2025): Journal of Pedagogy and Education Science
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jpes.001025

Abstract

This study aims to: (1) identify the forms and types of digital media used in the teaching of Islamic Religious Education (IRE) in public senior high schools in Bengkulu Province; (2) analyze strategies for integrating the values of religious moderation into digital-based content; and (3) describe the benefits and challenges encountered in implementing digitalized learning with a focus on strengthening the values of religious moderation. This descriptive qualitative research employed purposive sampling to select informants, which included teachers, school principals, vice principals for curriculum, and 11th and 12th-grade students who actively participated in online or hybrid IRE learning. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data validity was ensured through triangulation of sources and methods. Data analysis involved data reduction, display, and conclusion drawing/verification. The substantial benefits of digital applications for humans in the modern era position media as a tool with various advantages, particularly in terms of better accessibility, interactive content delivery, diverse learning resources, improved communication and collaboration, and support for autonomous and personalized learning. Efforts to integrate digital media into IRE learning include the use of online learning platforms, educational videos, collaborative projects, blogs or online journals, social media, online discussion forums, multicultural content, live streaming, and webinars. The values of religious moderation that must be incorporated into Islamic Religious Education encompass attitudes and behaviors that are balanced, open-minded, and respectful of religious diversity in practice.
Pengaruh Penggunaan Metode Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Di Kelas XI IPS B SMA Negeri 10 Kota Bengkulu Satrisno, Hengki; Eliya, Ixsir; Anggriani, Rice Mairani
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 1 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v1i3.342

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode problem solving terhadap hasil belajar bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 10 Kota Bengkulu yang beralamat di Jl. Raya Padang Kemiling Kota Bengkulu, pada siswa kelas XI IPS B dengan populasi sebanyak 32 siswa. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang berjenis regresi linier atau menggunakan uji T. Uji persyaratan analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji linieritas untuk mengetahui apakah data pada penelitian ini bersifat normal, homogen dan linier. Hasil pengujian pada penelitian ini menunjukan bahwa adanya pengaruh metode problem solving terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas XI IPS B SMA Negeri 10 Kota Bengkulu.
Pengaruh Penggunaan Metode Student Team Achievement Division (STAD) Terhadap Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI SMA Negeri 09 Jambat Akar Kecamatan Semidang Alas Maras Seluma Erliana; Friantary, Heny; Satrisno, Hengki
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 3 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v3i2.719

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode student team achievement division (STAD) terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI SMA Negeri 09 Jambat Akar Kecamatan Semidang Alas Maras Seluma. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 40 orang siswa Kelas XI MIPA SMAN 09. Teknik pengumpulan datanya yaitu angket/kuesioner dan dokumentasi. Uji validitas data angket dalam penelitian ini, penulis menggunakan rumus korelasi product moment, sedangkan uji normalitas datanya menggunakan rumus Spearman Brown (split half). Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji komparatif rumus korelasi product moment. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh penggunaan metode student team achievement division (STAD) terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI SMA Negeri 09. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil penelitian yaitu hasil rxy sebesar 0,519. Kemudian dilanjutkan dengan melihar rtabel nilai koefisien “r” product moment dari 40 adalah 0,312. Angka tersebut menunjukkan bahwa rxy lebih besar dari rtabel yaitu 0,519 ≥ 0,312 yang artinya hipotesis kerja (Ha) dalam penelitian ini diterima, sedangkan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode student team achievement division (STAD) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI SMA Negeri 09 Jambat Akar Kecamatan Semidang Alas Maras Seluma.
ANALISIS PEMAHAMAN FIKIH WANITA MELALAUI PROGRAM KEPUTRIAN DI MAN 1 PAGAR ALAM. Gusniarti, Ayu; Kasmantoni; Satrisno, Hengki
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v3i1.731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendiskripsikan pelaksanaan program keputrian dalam meningkatkan pemahaman fikih wanita di MAN 1 Pagar Alam.(2) Mendiskripsikan kekurangan dan kelebihan dari program keputrian program keputrian di MAN 1 Pagar Alam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data yaitu analisis model interaktif dengan langkah-langkah: Reduksi data, Penyajian data dan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan (1) Pelaksanaan program keputrian di MAN 1 Pagar Alam dilaksanakan pada hari Jum’at pukul 12.00-13.00. Program keputrian dilaksanakan dengan pemberian materi fikih wanita. penggunaan metode ceramah dapat meningkatkan pemahaman siswa, dengan penampilan materi yang telah didesain secara menarik, maka akan membuat siswa tertarik untuk memperhatikan penyampaian materi fikih wanita sehingga pemahaman siswa meningkat. Kegiatan program keputrian diakhiri dengan pembacaan kesimpulan materi dan diakhiri dengan penutup. (2) Faktor pendukung dan faktor penghambat pada kegiatan keputrian fiqih wanita diantaranya: Faktor pendukung: sekolah memberikan dukungan penuh dan fasilitas sudah memadai. Faktor pengahambat: keterbatasan waktu, kapasitas kelas yang kurang efektif, kurang kesadaran diri pada siswi, siswi kurang antusias ketika mengikuti kegiatan keputrian, metode pembelajaran yang kurang bervariasi.
Upaya Mengatasi Kejenuhan Selama Proses Pembelajaran Luring Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP N 20 Kota Bengkulu Permata, Intan; Nurlaili; Satrisno, Hengki
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v3i1.738

Abstract

Permasalahan pokok yang akan dijadikan bahan kajian dalam penelitian ini adalah siswa belum terbiasa dengan pembelajaran luring sehingga mengalami kesulitan. Faktor lingkungan yang tidak mendukung pembelajaran luring. Kejenuhan siswa saat menyimak penjelasan guru yang kurang kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk: pertama mengetahui apa saja bentuk kejenuhan selama proses pembelajaran luring pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMP N 20 Kota Bengkulu. Kedua untuk mengetahui faktor yang menghambat upaya mengatasi kejenuhan proses pembelajaran luring pada pembelajaran bahasa Indonesia si SMP N 20 Kota Bengkulu. Ketiga untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam mengatasi kejenuhan peserta didik di SMP N 20 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskritif kualitatif. Adapun hasil penelitian diketahui bahwa bentuk kejenuhan belajar selama proses pembelajaran luring pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMP N 20 Kota Bengkulu diantaranya siswa kehilangan motivasi, sulit berkonsentrasi daya tangkap berkurang, tegang, mudah marah dan meningkatnya kesalahan saat belajar. Ada beberapa faktor penyebab kejenuhan belajar siswa yaitu guru hanya menggunakan metode ceramah, guru tidak dapat member umpan balik kepada peserta didik, adanya perubahan pola pembelajaran yang sebelumnya daring menjadi luring, metode pembelajaran yang membosankan. Sedangkan upaya mengatasi kejenuhan selama proses pembelajaran luring pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP N 20 Kota Bengkulu dilakukan dengan beberapa aspek variasi dalam gaya mengajar guru, variasi dalam penggunaan media dan alat pembelajaran, variasi pola interaksi dan aktivitas siswa.
Analisis Implementasi Pendekatan Pedagogi Transformatif Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Peserta Didik Generasi Z Amanda, Jesi; Meilinda, Nadia; Putri, Cici Amelia; Satrisno, Hengki; Irawan, Bambang
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.852

Abstract

Perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang cepat menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) beradaptasi dengan karakteristik peserta didik Generasi Z yang digital-native. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan pedagogi transformatif dalam pembelajaran PAI pada peserta didik Generasi Z serta menganalisis relevansinya terhadap kebutuhan pembelajaran era digital. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagogi transformatif mampu meningkatkan kesadaran reflektif, pemahaman kontekstual, dan internalisasi nilai Islam melalui dialog kritis, pembelajaran berbasis pengalaman, serta integrasi teknologi digital. Pendekatan ini relevan dengan preferensi belajar Generasi Z yang visual, kolaboratif, dan praktis. Di sisi lain, penelitian menemukan beberapa tantangan seperti keterbatasan kompetensi digital guru, fasilitas teknologi yang belum merata, serta kesenjangan antara nilai Islam dan budaya digital. Secara keseluruhan, pedagogi transformatif memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk karakter religius, kesadaran moral relasional, dan sikap kritis peserta didik di era digital.
Teachers' Digital Literacy in Contextual PAI Learning Based on Religious Moderation in Bengkulu Province Satrisno, Hengki; Efendi, Sutrian
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 23, No 2 (2023): December 2023
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v23i2.8779

Abstract

This research describes the state of teachers' digital literacy in contextual PAI learning based on religious moderation in Bengkulu Province as well as what are the supporting and inhibiting factors in implementing literacy for teachers. This research is qualitative research which is included in the field research category with data collection methods through observation, documentation and interviews. The results of the research show that the digital literacy of contextual PAI teachers based on religious moderation in Bengkulu province can be considered quite good because in learning teachers have used a lot of videos, social media, digital learning games and digital discussion forums in every lesson. At the same time, there are supporting and inhibiting factors for teachers in contextual PAI learning based on religious moderation, namely: (1) Supporting factors: adequate facilities and infrastructure, skills and competencies of PAI teachers, as well as the existence of government policies and support (2) Meanwhile, the inhibiting factors are : a). Internal factors, namely the teacher's inability to keep up with technological developments; b) External factors, namely unequal distribution of internet access in the regions, lack of training and government support for teachers and environmental literacy which is still low.
The Role of Sanggar Asy-Syauqi in Reinforcing the Religious Practices of Islamic Education Students Satrisno, Hengki; Alfauzan Amin; Zubaedi; Hery Noer Aly; Nur Hidayat, Wildan
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 1 (2026): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (Februari)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v6i1.430

Abstract

This study examines the role of Sanggar Asy-Syauqi in reinforcing the religious practices of Islamic Education students at UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Using a descriptive qualitative approach, the research explores how structured religious programs, spiritual mentoring, Qur’an recitation circles, and communal worship activities contribute to shaping students’ worship discipline, religious understanding, and internalization of Islamic values. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation analysis involving sanggar administrators, active student members, and faculty mentors. The findings indicate that participation in the sanggar promotes consistent worship routines, enhances comprehension of religious principles, and fosters spiritual motivation supported by a collaborative and value-driven community environment. Students report significant personal and spiritual transformation, particularly in terms of prayer consistency, Qur’anic engagement, ethical awareness, and confidence in their religious identity as future Islamic educators. The study highlights the importance of campus-based religious studios as effective platforms for holistic spiritual development and suggests the need for further comparative research across different Islamic higher education institutions