Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Sanitasi Lingkungan di Daerah Pinggiran Sungai dengan Stunting pada Balita (Studi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Martapura Barat Kabupaten Banjar) Akbar, Muhammad Rizqan Alfitri; Herawati, Herawati; Santi, Eka
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 24, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.67777

Abstract

Latar belakang: Kondisi stunting menggambarkan hambatan perkembangan tubuh akibat asupan nutrisi yang tidak mencukupi, dengan periode kritis sejak kandungan sampai anak berumur dua tahun. Persoalan kesehatan ini menjadi perhatian dunia yang mendesak, khususnya di Indonesia, dimana di wilayah kerja UPTD Puskesmas Martapura Barat, Kabupaten Banjar masih mencatat angka kejadian yang besar. Terdapat keterkaitan yang kuat antara masalah gizi dengan sanitasi lingkungan. Kondisi sanitasi lingkungan buruk pada daerah pinggiran sungai berpotensi mengakibatkan bermacam penyakit yang mengganggu tumbuh kembang balita. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan sanitasi lingkungan di daerah pinggiran sungai terhadap kejadian stunting pada balita dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Martapura Barat Kabupaten Banjar.Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan observasional analitik melalui rancangan cross sectional, dengan keseluruhan responden berjumlah 43 orang yang ditetapkan menggunakan teknik total sampling dari populasi yang ada. Variabel dikaji dengan melakukan observasi melalui lembar observasi sanitasi lingkungan dan pengukuran antropometri melalui z-score (TB/U), variabel tersebut meliputi: sanitasi lingkungan di daerah pinggiran sungai dan stunting pada balita. Setelah data terkumpul, dilakukan tabulasi dan analisis menggunakan uji Rank Spearman.Hasil: Temuan penelitian mengungkapkan kondisi sanitasi lingkungan yang tidak sehat pada kebanyakan responden, sementara sebagian besar balita terdeteksi mengalami stunting. Melalui uji korelasi Spearman diperoleh hubungan bermakna (p-value 0,020) yang menghubungkan sanitasi lingkungan di daerah pinggiran sungai terhadap munculnya stunting pada balita dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Martapura Barat, Kabupaten Banjar.Simpulan: Hasil akhir penelitian menunjukkan adanya hubungan yang terkait antara sanitasi lingkungan pada daerah pinggiran sungai dengan stunting pada balita yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Martapura Barat, Kabupaten Banjar. ABSTRACT Title: The Relationship between Environmental Sanitation in Riverbank Areas and Stunting in Toddlers (Study in the Working Area of UPTD Puskesmas Martapura Barat, Banjar Regency)Background: Stunting describes a developmental impediment due to insufficient nutritional intake, with a critical period from the womb until the child is two years old. This health issue is an urgent global concern, especially in Indonesia, where in the working area of the UPTD Puskesmas Martapura Barat, Banjar Regency still records a large incidence. There is a strong link between nutrition and environmental sanitation. Poor environmental sanitation conditions in riverside areas have the potential to cause various diseases that interfere with the growth and development of toddlers. This study aims to analyze the relationship of environmental sanitation in riverside areas to the incidence of stunting in toddlers in the working area of the UPTD Puskesmas Martapura Barat, Banjar Regency.Method: This study applied an analytical observational approach through a cross sectional design, with a total of 43 respondents determined using total sampling technique from the existing population. Variables were studied by making observations through environmental sanitation observation sheets and anthropometric measurements through z-score (TB/U), these variables include: environmental sanitation in riverside areas and stunting in toddlers. After the data were collected, tabulation and analysis were conducted using the Spearman Rank test.Result: The research findings revealed unhealthy environmental sanitation conditions in most respondents, while most under-fives were detected to be stunted. Through the Spearman correlation test, a significant relationship (p-value 0.020) was obtained linking environmental sanitation in riverside areas to the occurrence of stunting in children under five years of age in the working area of the UPTD Puskesmas Martapura Barat, Banjar Regency.Conclusion: The final results showed that there is a correlation between environmental sanitation in riverside areas and stunting in children under five years of age in the working area of the UPTD Puskesmas Martapura Barat, Banjar Regency.
Optimalisasi gizi balita di Desa Sungai Asam: edukasi 'isi Piringku' dan inovasi olahan tempe kaya protein Budianto, Windy Yuliana; Noor, Fitriati; Hidayah, Muziati; Masitah, Intan Dewi; Zulvikarni, Andi; Apipah, Apipah; Ghani, Miftah; Akbar, Muhammad Rizqan Alfitri; Dayani, Nor Ella
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38396

Abstract

AbstrakKeberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Adapun permasalahan yang ada dimasayarakat yaitu kurangnnya pengatuan ibu pemenuhan gizi pada anak, belum mengetahui jenis makanan bergisi yang baik dikonsumsi oleh anak. Salah satu upaya strategis dalam membina SDM berkualitas tersebut melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi yang komprehensif. Edukasi kepada Ibu sangat diperlukan untuk memperbaiki gizi pada anak. Edukasi Gizi Seimbang Dengan “Isi Piringku” Serta Demonstrasi Pembuatan Nugget Berbahan Dasar Tempe dipilih agar dapat memperluas pemahaman ibu dalam pemberian makan. Sehingga kebutuhan gizi balita terpenuhi dan prevalensi gangguan pertumbuhan dapat ditekan. Pemberian edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama para orang tua balita agar bisa memberikan makanan sesuai dengan panduan gizi “isi piringku” yang diukur melalui tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Selain itu demontrasi pembuatan nugget tempe bertujuan untuk meningkatkan keterampilan orang tua melalui pengetahuan cara pembuatan nugget tempe serta mengetahui manfaatnya untuk anak. Kegiatan ini dimulai dengan tahap persiapan yaitu berkoordinasi dengan mitra pelaksana kegiatan. Tahap pelaksanaan metode yang digunakan pengabdian masyarakat ini yaitu berupa pemberian edukasi mengenai gizi seimbang untuk balita melalui “isi piringku”, dan demonstrasi pembuatan nugget tempe, sebelum memulai kegiatan peserta mengisi pre-test dan setelah kegiatan mengisi post-test untuk mengevaluasi kegiatan dan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan ini didapatkan adanya peningkatan rata-rata dari 68,18 menjadi 88,18. Berdasarkan hasil analisis dengan nilai sig. 0, 000 sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dan demonstrasi yang dilaksanakan terbukti bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan terkait Gizi seimbang dan pembuatan nugget tempe. kata kunci: gizi seimbang; balita; isi piringku; nuget; tempe. AbstractThe success of national development greatly depends on the quality of human resources (HR). The problems in the community include mothers' lack of knowledge in fulfilling children's nutritional needs and not knowing the types of nutritious foods that are good for children to consume. One strategic effort in developing quality HR is through fulfilling comprehensive nutritional needs. Education for mothers is very necessary to improve children's nutrition. Balanced Nutrition Education with “My Plate” and Demonstrations of Making Tempe-Based Nuggets was chosen to expand mothers' understanding of feeding. This ensures that toddlers' nutritional needs are met and the prevalence of growth disorders can be reduced. The purpose of providing this education is to increase public knowledge, especially among parents of toddlers, so that they can provide food according to the “My Plate” nutrition guidelines, which is measured through knowledge levels before and after the education. In addition, the demonstration of making tempeh nuggets aims to improve parents' skills through knowledge of how to make tempeh nuggets and to understand their benefits for children. This activity begins with the preparation stage, which includes coordinating with implementing partners and preparing the activity. The implementation stage of this community service method includes providing education on balanced nutrition for toddlers through “my plate,” and a demonstration of making tempeh nuggets. Before starting the activity, participants take a pre-test, and after the activity, they take a post-test to evaluate the activity and participants' knowledge. The results of this activity show an increase in the average score from 68.18 to 88.18. Based on the analysis results with a significance value of 0.000, it can be concluded that the health education and demonstration conducted are proven to be beneficial in increasing knowledge related to balanced nutrition and making tempeh nuggets. Keywords: balanced nutrition; toddlers; my plate; nugget; tempeh.