Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PASIEN STROKE KRONIS MELALUI DIGITALISASI LATIHAN FISIOTERAPI PADA ANGGOTA YAYASAN STROKE INDONESIA CABANG SEMARANG Ayuningtyas, Tita; Amanati, Suci; Jaleha, Boki; Triyanita , Maya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 5. No. 1, Maret 2025
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v5i1.3051

Abstract

ABSTRAK Lebih dari sepertiga pasien stroke membutuhkan bantuan dalam aktivitas fungsional. Rehabilitasi stroke khususnya pada kasus kronis berfokus pada peningkatan aktivitas fungsional, daya tahan kardiorespirasi, koordinasi dan keseimbangan. Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Cabang Semarang sebagai organisasi yang menghimpun penderita stroke, membutuhkan peran fisioterapi dalam rehabilitasi. Keterbatasan akses pasien untuk rutin mendatangi fasyankes menjadi dasar untuk mendigitalisasi latihan fungsional pada pasien stroke agar senantiasa dapat menjalankan latihan sesuai dosis dan dengan gerakan yang sesuai dengan impairment yang dialami. Metode pelaksanaan kegiatan dengan workshop dan supervisi latihan melalui jarak jauh dengan gerakan latihan yang disesuaikan dengan kebutuhkan pasien. Hasilnya dari 20 pasien yang mengikuti workshop dan evaluasi terdapat kenaikan kemampuan fungsional rata-rata sebesar 14%. Kesimpulannya, latihan fungsional dengan metode digital dapat meningkatkan kemampuan fungsional pasien stroke kronis.   ABSTRACT More than one third of stroke patients need assistance in functional activities. Stroke rehabilitation especially in chronic cases focuses on increasing functional activity, cardiorespiratory, endurance, coordination and balance. The Indonesian Stroke Foundation (Yastroki) Semarang branch as an organization that brings together stroke sufferers, requires the role of physiotherapy in rehabilitation. The limited access of patients to routinely visit health facilities is the basis for digitizing functional training in stroke patients so that they can always carry out exercises according to the dosage and with movements according to the disorder they are experiencing. The method of carrying out activities with workshops and supervision of exercises through a distance with exercise movements that are tailored to the needs of the patient. The results of 20 patients who attended the workshop and evaluation showed a average increase in functional ability of 14%. Functional exercises with digital methods can improve the functional abilities of chronic stroke patients.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Penanganan Cedera Tungkai dengan Metode PRICE pada Penari Profesional Azzizah, Isma; Saputri, Romadhiyana; Nevangga, Rizky; Nurpratiwi, Resti; Susanti, Susi; Ayuningtyas, Tita; Maulana, Firdausi; Seputra, Tri
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1823

Abstract

Tuntutan fisik yang ekstrem dalam tari profesional mengakibatkan tingginya insiden cedera, terutama pada tungkai bawah. Cedera akut seperti keseleo pergelangan kaki umum terjadi, dan penanganan awal yang tidak tepat dapat mengganggu karier penari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengatasi kesenjangan pengetahuan dan keterampilan penanganan cedera tungkai akut secara mandiri di komunitas penari profesional Surabaya menggunakan Metode PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, Elevation) dan teknik pembebatan elastis yang benar.Kegiatan PKM menggunakan desain pre-test dan post-test dengan pendekatan pelatihan dan edukasi interaktif. Pelaksanaan dilakukan pada 7 November 2025 di Laboratorium Fisioterapi Olahraga FK UNESA. Partisipan terdiri dari 20 penari profesional (usia 20-30 tahun) dari sanggar tari di Surabaya, yang dikategorikan berisiko tinggi cedera dengan intensitas latihan minimal 15 jam/minggu. Intervensi yang diberikan mencakup sosialisasi mendalam mengenai identifikasi cedera, pentingnya penanganan cepat, dan penjelasan komprehensif tentang setiap komponen PRICE. Fokus pelatihan praktis ditekankan pada demonstrasi akurat teknik pembebatan elastis (kompresi) pada pergelangan kaki dan lutut menggunakan pola angka delapan atau spiral, yang esensial untuk mengendalikan pembengkakan ekstravaskular.Hasil evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik (nilai p < 0,05). Skor rata-rata peserta meningkat dari 61,1 (Pre-test) menjadi 74,4 (Post-test), dengan peningkatan sebesar 13,3 poin. Keberhasilan ini menegaskan peran strategis Fisioterapi dalam pengabdian masyarakat dan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDG’s) Tujuan 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik. Edukasi ini berhasil menciptakan first responders di dalam komunitas penari, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas waktu pemulihan dan meminimalisir risiko cedera kronis, meskipun studi follow-up diperlukan untuk mengukur retensi pengetahuan jangka panjang.