Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TAWAKAL SEBAGAI UPAYA MENGATASI QUARTER LIFE CRISIS EMERGING ADULTHOOD DI ERA DISRUPSI Nurhalimah; Herliyana Isnaeni
MAHAD ALY JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Vol 1 No 2 (2022): Ma had Aly Journal of Islamic Studies
Publisher : AL-BAYAN INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63398/jsimahadaly.v1i2.31

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan solusi atas kekhawatiran yang dialami Usia Emerging Adulthood (usia dewasa awal). Rentan usianya bekisar 18 hingga 25 tahun, di mana mereka mulai merasakan kekhawatiran akan masa depan. Kekhawatiran inilah termasuk ke dalam quarter life crisis. Tidak jarang, mereka yang berada di usia ini mengalami serangkaian kebingunan, gangguan mental, bahkan depresi. Ditambah lagi dengan disrupsi terus menerus, juga berpotensi memperparah krisis mereka. Berangkat dari sanalah tulisan ini berusaha memberikan solusi melalui terapi tawakal, sebagai alternatif. Terapi diartikan sebagai penyembuhan dan tawakal merupakan sikap memasrahkan segalanya kepada Allah. Di saat seseorang telah memasrahkan, artinya tidak akan pernah mengkhawatirkan persoalan masa depan. Penelitian ini menggunakan kualitatif jenis pustaka. Artinya, mendedahnya dengan cara mengumpulkan seluruh sumber relevan, baik artikel, laman website, hingga buku. Setelah selesai, baru dilakukan proses analisis. Hasil dari temuan penelitian ialah terapi tawakal bisa dijadikan solusi untuk mengatasi kekhawatiran emerging di era dirsupsi. Dengan terapi tawakal, seseorang akan mendapatkan sikap optimis dan pasrah atas kehidupan mendatang. Meski sudah memasrahkan, mereka akan menggimbanginya dengan usaha terus menerus.
REVITALISASI SELF-MOTIVATION PELAJAR MELALUI TERAPI MUHASABAH: SEBUAH PENDEKATAN PSIKO-SPIRITUAL Zahwa Syahidah; Weni Maftukhah; Herliyana Isnaeni
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 10 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Oktober
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/9kjxsy93

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kepustakaan yang bertujuan untuk memahami dan menjelaskan penerapan terapi muhasabah dalam meningkatkan self-motivation pada pelajar. Muhasabah, sebuah konsep Islam yang berarti introspeksi dan refleksi atas perbuatan, dapat dipahami sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran diri, tanggung jawab moral dan keseimbangan spiritual pada individu. Sementara itu, self-motivation pelajar merupakan kemampuan individu untuk menggerakkan diri sendiri secara internal dalam mencapai tujuan pendidikan dan pengembangan diri. Melalui kajian literatur terkait, penelitian ini menyoroti tentang keutamaan muhasabah dalam Islam, konsep self-motivation, dan implementasi terapi muhasabah sebagai alat esensial yang bertujuan untuk meningkatkan self- motivation pada pelajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi muhasabah dapat menjadi pendekatan psiko-spiritual yang efektif dan bisa dilakukan melalui refleksi diri secara mandiri dengan langkah-langkah praktis, seperti identifikasi kelebihan dan kekurangan, menetapkan tujuan, serta dapat melatih rasa syukur. Melalui kajian dalam penelitian ini, diharapkan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan yang bersifat holistik dan berbasis nilai-nilai spiritual.
FENOMENA HEALING DAN SELF-LOVE GENERASI Z DALAM TINJAUAN PSIKOTERAPI TASAWUF Nur Ainy Alsyah; Sinta Indah Sari; Herliyana Isnaeni
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/z0xge824

Abstract

Generasi Z semakin rentan terhadap stres, kecemasan, dan depresi akibat tekanan akademik, persaingan sosial, ketidakstabilan ekonomi, serta pengaruh besar media digital. Sebagai respons, muncul tren healing dan self-love yang dipandang sebagai cara untuk mengatur emosi dan mengatasi gangguan psikologis. Namun, praktik ini sering kali bersifat dangkal dan hanya berfokus pada kepuasan instan, sehingga berpotensi menjerumuskan pada individualisme dan hedonisme. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menelaah literatur yang relevan mengenai kesehatan mental, tasawuf, dan psikoterapi. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasawuf menawarkan kerangka holistik yang lebih dalam untuk memahami healing dan self-love. Healing tidak hanya dimaknai sebagai pemulihan emosional, tetapi juga perjalanan spiritual melalui tahapan takhalli (penyucian), tahalli (penghiasan diri dengan sifat baik), dan tajalli (penyingkapan ilahiah), yang menuntun jiwa menuju ketenangan (nafs al-muthmainnah). Sementara itu, self-love dalam psikologi tasawuf dipahami sebagai ma’rifat al-nafs (pengenalan diri), yang mengarahkan manusia pada ma’rifatullah (pengenalan kepada Allah). Praktik muhasabah (introspeksi), muraqabah (kesadaran akan pengawasan Allah), dzikir, dan shalat menjadi metode self-healing yang autentik karena mampu menyeimbangkan kesehatan mental sekaligus pertumbuhan spiritual. Dengan demikian, tasawuf menghadirkan model healing dan self-love yang berkelanjutan bagi Generasi Z, tidak hanya meredakan stres tetapi juga menumbuhkan kedekatan dengan Allah.