Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDUGAAN POTENSI AIR BAWAH TANAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK DI SEMAU KABUPATEN KUPANG PROVINSI NTT Krisnasiwi, Ika Fitri; Sundari, Woro; Metboki, Matilda; Taopan, Henda; Eki, Adept Titu
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v10i1.20541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis satuan batuan yang mengandung akuifer di daerah penelitian menggunakan pengukuran geolistrik metode konfigurasi Schlumberger menggunakan alat Resistivity Meter MC OHM 2115. Pengukuran dilakukan sebanyak 13 titik pengukuran dan panjang masing – masing lintasan adalah 150 m. Pengolahan data hasil pengukuran dilakukan menggunakan software IP2WIN dilanjutkan menggunakan software Corel Draw X6. Hasil interpretasi dari 13 titik di Desa Batuinan Semau, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menunjukkan terdapat 5 satuan batuan yaitu tahanan jenis 0 ≤ 2 Ohm m diinterpretasikan berupa lempung. Tahanan jenis 2,5 ≤ 10 Ohm m diinterpretasikan berupa napal. Tahanan jenis 10,5 ≤ 20 Ohm m diinterpretasikan berupa gamping napalan, sedangkan tahanan jenis ≥ 20,5 Ohm m diinterpretasikan sebagai batugamping berongga. Akuifer berada di satuan batugamping dengan tahanan jenis 20,5 ≤ 100 Ohm m yang diakhiri dengan lapisan kedap air (impermeable) seperti lempung atau semi impermeable seperti napal. Berdasarkan hasil interpretasi disimpulkan bahwa sepanjang daerah pengukuran terdapat akuifer dengan kedalaman yang bervariatif dari kedalaman 8m sampai 33 m, yang tersebar pada titik 01, 02, 05, 07, 08, 09, 10,11,12,13
PUBLIC ETHICS PUBLIC ETHICS IN THE CLEAN ENERGY TRANSITION: THE MORAL DILEMMA OF GEOTHERMAL DEVELOPMENT IN FLORES ISLAND: PUBLIC ETHICS IN THE CLEAN ENERGY TRANSITION: THE MORAL DILEMMA OF GEOTHERMAL DEVELOPMENT IN FLORES ISLAND Ndolu, Rizhard Anselmus; Taopan, Henda; Banunaek, Noni
Journal of Technology and Engineering Vol 3 No 2 (2025): Journal of Technology and Engineering
Publisher : Yayasan Banu Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/journaloftechnologyandengineering.v3i2.318

Abstract

The transition toward clean energy in Indonesia presents a complex ethical dilemma, particularly in the context of geothermal energy development on Flores Island. Through the Flores Geothermal Island policy, the government aims to establish Flores as a national laboratory for clean energy. However, behind the narrative of a low-carbon transition lies a deep moral and social tension between the state, corporations, and Indigenous communities. This study employs a qualitative descriptive approach based on document analysis and ethical interpretivism to examine the interrelations among social legitimacy, ecological justice, and public ethics in geothermal energy governance. The analysis reveals the dominance of an economic utilitarian paradigm in national energy policy (40%), emphasizing efficiency and investment, while the values of ecological justice (30%), public ethics and participation (20%), and local spirituality (10%) remain marginalized. This imbalance indicates a deficit of public ethics in the clean energy transition process in Flores. The findings highlight the urgent need to transform energy policy ethics from a technocratic orientation toward a paradigm rooted in social, ecological, and spiritual justice. Therefore, clean energy should not be viewed merely as a technological project but as a moral project that honors both humanity and nature.