Penyakit metabolik, seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan obesitas, adalah gangguan kesehatan kronis yang memerlukan penanganan berkelanjutan. Ekstrak bahan alam diketahui memiliki potensi sebagai agen terapeutik untuk penyakit metabolik berkat kandungan senyawa bioaktifnya, seperti flavonoid dan fenolik, yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan penurun kadar gula darah. Namun, kendala pada stabilitas dan bioavailabilitas zat aktif dalam terapi konvensional sering kali membatasi efektivitasnya. Nanoteknologi berbasis fitosom menjadi salah satu inovasi dalam sistem penghantaran obat, yang dapat meningkatkan stabilitas, penetrasi, dan efikasi zat aktif. Artikel ilmiah ini mengkaji literatur dari sumber nasional dan internasional dalam 10 tahun terakhir (2014–2024) yang membahas potensi penggunaan nanopartikel fitosom dari ekstrak bahan alam untuk terapi penyakit metabolik. Hasil kajian menunjukkan bahwa nanopartikel fitosom berukuran kecil memungkinkan peningkatan penetrasi ke dalam sel target, pelepasan bahan aktif secara terkendali, dan perlindungan dari degradasi lingkungan. Selain itu, pengembangan nanopartikel fitosom menawarkan potensi besar dalam meningkatkan efektivitas pengobatan penyakit metabolik melalui formulasi baru dan sistem penghantaran yang lebih terarah. Artikel ini juga mengulas proses sintesis, karakterisasi, mekanisme aksi, dan hasil uji klinis yang relevan. Kesimpulannya, artikel ini memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi fitosom sebagai sistem penghantaran zat aktif berbasis nanoteknologi untuk pengobatan penyakit metabolik.