Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM KARYA SINEMATOGRAFI TERHADAP POTONGAN FILM YANG DIUNGGAH PADA APLIKASI TIKTOK I Gede Taruna Santosa
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 3 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Maret
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i3.1647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai perlindungan hukum terhadap sebuah potongan film yang diunggah pada aplikasi TikTok meskipun tanpa tujuan komersial, serta upaya yang dapat dilakukan oleh pencipta atau pemegang hak cipta jika terdapat dugaan pelanggaran hak cipta atas ciptaannya. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan undang-undangan (statute approach) dan konseptual. Adapun hasil penelitian ini ialah bahwa tindakan mengunggah sebuah potongan film pada aplikasi TikTok meskipun dengan dalih tanpa tujuan komersial merupakan suatu tindakan yang melanggar hak cipta. Makna dari tujuan komersial perlu dicermati lebih dalam agar tidak menimbulkan kekaburan norma di masyarakat. Film atau karya sinematografi merupakan ciptaan yang dilindungi berdasarkan ketentuan Pasal 40 huruf m Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
PENYELESAIAN SENGKETA TERHADAP DUGAAN PELANGGARAN HAK CIPTA KARYA SINEMATOGRAFI DI INDONESIA I Gede Taruna Santosa
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 3 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Maret
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i3.1648

Abstract

Penelitian ini mengkaji mekanisme penyelesaian sengketa terhadap dugaan pelanggaran hak cipta karya sinematografi di Indonesia berdasarkan perspektif yuridis normatif. Kajian difokuskan pada analisis terhadap kerangka regulasi dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta serta implementasinya dalam sistem penegakan hukum nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa terhadap dugaan pelanggaran hak cipta karya sinematografi dapat ditempuh melalui mekanisme litigasi di Pengadilan Niaga dan non-litigasi melalui alternatif penyelesaian sengketa. Penelitian mengidentifikasi adanya kelemahan dalam implementasi penegakan hukum hak cipta karya sinematografi, terutama terkait dengan penyebaran konten melalui platform digital. Hasil analisis terhadap putusan pengadilan menunjukkan inkonsistensi dalam penerapan sanksi dan interpretasi unsur kerugian ekonomi dalam penyelesaian sengketa hak cipta.