Ajeng Galuh
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MODERASI BERAGAMA MAHASISWA PAI: ANALISIS PENGARUH TIKTOK TERHADAP TAWASSUTH, TASAMUH DAN ISLAH Umi Mufida Hidayati; Ahmad Roihan Tamim; Ajeng Galuh; Rio Kurniawan
Guruku: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 4 No. 1 (2025): Guruku: Jurnal Pendidikan Profesi Guru
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (UIN) Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/guruku.v4i1.27333

Abstract

TikTok, a video-sharing app launched in September 2016 by Byte Dance, has become very popular in Indonesia, especially among university students. In May 2024, Indonesia became the country with the highest number of student TikTok users in the world. This study explores the role of religious moderation as a potential solution to address the issue of cyberbullying on TikTok, focusing on the values of Tawassuth (moderation), Tasamuh (tolerance), and Ishlah (rectification). This research uses descriptive quantitative methods through a survey of 83 students of the Islamic Education Study Programme of UIN Raden Mas Said Surakarta, consisting of 65 TikTok users and 18 non-users. The results showed that the majority of students agreed that they try not to discriminate against groups in the society. to not discriminate against groups in communication, respect differences, and try to improve the situation through the use of TikTok. In addition, most students also agreed that TikTok can be used as a means to establish friendship and promote religious moderation values. These findings indicate that religious moderation values can play an important role in reducing cyberbullying and promoting more positive communication on social media.
MODERASI BERAGAMA MAHASISWA PAI: ANALISIS PENGARUH TIKTOK TERHADAP TAWASSUTH, TASAMUH DAN ISLAH Umi Mufida Hidayati; Ahmad Roihan Tamim; Ajeng Galuh; Rio Kurniawan
Guruku: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 4 No. 1 (2025): Guruku: Jurnal Pendidikan Profesi Guru
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (UIN) Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/guruku.v4i1.27333

Abstract

TikTok, a video-sharing app launched in September 2016 by Byte Dance, has become very popular in Indonesia, especially among university students. In May 2024, Indonesia became the country with the highest number of student TikTok users in the world. This study explores the role of religious moderation as a potential solution to address the issue of cyberbullying on TikTok, focusing on the values of Tawassuth (moderation), Tasamuh (tolerance), and Ishlah (rectification). This research uses descriptive quantitative methods through a survey of 83 students of the Islamic Education Study Programme of UIN Raden Mas Said Surakarta, consisting of 65 TikTok users and 18 non-users. The results showed that the majority of students agreed that they try not to discriminate against groups in the society. to not discriminate against groups in communication, respect differences, and try to improve the situation through the use of TikTok. In addition, most students also agreed that TikTok can be used as a means to establish friendship and promote religious moderation values. These findings indicate that religious moderation values can play an important role in reducing cyberbullying and promoting more positive communication on social media.
Permainan Kartu Kreatif sebagai Media Belajar pada Anak Usia Dini Pramono; Yudhitia Dian Putra; I Wayan Sutama; Munaisra Tri Tirtaningsih; Ajeng Galuh; Safira Badzlin
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8690

Abstract

Dunia anak dunia bermain, belajarnya anak sebagian belajar melalui bermain permainan yang mereka lakukan. Belajar melalui bermain inilah pola hubungan yang paling ideal antara belajar dan bermain. Bermain sambil bermain adalah lebih mengutamakan belajar daripada permainan. Bermain hanya sebatas sarana, bukan sebagai tujuan. Permainannya bisa dalam bentuk apa saja, salah satunya permainan kartu kreatif untuk meningkatkan rasa percaya diri anak. Kartu kreatif memberikan manfaat memberikan atau menciptakan inovasi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dan. Dalam aktivitas gerak memberikan banyak kegiatan untuk mengembangkan kreatifitas pada anak usia dini, menggunakan bergabai aktivitas dengan motorik kasar maupun motork halus. Adapun permainan yang dipilih disesuikan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Ketercapaian semua kegiatan aktivitas pada anak tidak lepas dari perhatian jangka Panjang yang diperagakan oleh anak, mulai dari Gerakan-gerakan tangan dan Gerakan-gerakan lainya serta perpaduan atau pengorganisasian antara gerakan motorik kasar dan motorik halus.Pelaksanaan pembuatan kartu kreatif bagi orang tua dan guru PAUD Matahari Tegalgondo yang bertujuan untuk memenuhi permintaan pendidik paud matahari dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas gerak dalam pemebalajaran pengembangan fisik motorik anak usia dini. Permainan kartu kreatif sebagai media belajar pada anak usia dini sangat membantu pada proses pembelajaran aktivitas gerak pada anak usia dini di PAUD Matahari