Adnyana, I Dewa Gede Anom Jambe
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Bantuan Sosial Dengan Pendekatan Logic Model Analysis Adnyana, I Dewa Gede Anom Jambe; Pasek, Nyoman Suadnyana; Dananjaya, Gusti Ngurah Agung; Prayudi , Made Aristia
Jurnal Akuntansi Profesi Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Akuntansi Profesi
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jap.v15i03.92006

Abstract

Mewujudkan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan program kerja merupakan upaya terbaik untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Kinerja pemerintah selaku pelaksana program adalah isu yang sangat penting di tengah maraknya kasus penyalahgunaan keuangan sektor publik saat menangani Pandemi COVID-19 demi menciptakan good governance. Namun, Dinas Sosial Kabupaten Buleleng sebagai instansi pemerintah telah berupaya mengurangi dampak dari COVID-19 melalui optimalisasi akuntabilitas kinerja yang berkaitan dengan bantuan sosial. Tujuan penelitian ini yaitu mengevaluasi aspek logis dalam perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban bantuan sosial semasa pandemi COVID-19. Keterkaitan teori akuntabilitas dan NPM theory dalam upaya penanganan COVID-19 dapat dipahami melalui pendekatan Logic Model (LM) kuadran Friedman sehingga mampu memberikan performa terbaik dalam mengimplementasikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2020. Data dikumpulkan dengan melakukan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan dan studi dokumen. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini adalah proses penyaluran bantuan sosial oleh Dinas Sosial Kabupaten Buleleng telah memenuhi skema logika yang relevan. Berdasarkan pendekatan LM khususnya pada kuadran satu sebagai kuadran prioritas telah menunjukkan hasil kualitas dampak meningkat sebesar 0,27% jika dibandingkan dengan data KPM yang dinyatakan graduasi mandiri tahun 2019. Selain itu pada kuadran dua terlihat hasil positif kualitas upaya Dinas Sosial yang mencapai 84%.
Pengaruh Corporate Governance terhadap terjadinya Financial Distress pada Perusahaan Manufaktur periode 2022-2024 Marverissa, Rindhi; Muttiwijaya, Gede Teguh Prasetya; Adnyana, I Dewa Gede Anom Jambe
Jurnal Akuntansi Profesi Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Akuntansi Profesi
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jap.v16i01.102916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh corporate governance yang diproksikan dengan dewan direksi, komisaris independen, komite audit, opini audit, dan kepemilikan manajerial terhadap terjadinya financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi logistik. Sampel penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling dengan total 92 perusahaan selama tiga tahun pengamatan sehingga diperoleh 276 observasi. Variabel dependen yaitu financial distress diukur menggunakan model Altman Z-Score yang dikategorikan dalam bentuk dummy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewan direksi, komisaris independen, dan komite audit berpengaruh signifikan dalam menurunkan kemungkinan terjadinya financial distress. Sebaliknya, opini audit dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Penelitian ini menegaskan pentingnya mekanisme tata kelola perusahaan, khususnya dewan direksi, komisaris independen, dan komite audit dalam meminimalkan risiko kesulitan keuangan pada perusahaan manufaktur. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penerapan prinsip good corporate governance secara konsisten dapat meningkatkan ketahanan perusahaan terhadap potensi financial distress.
Exploring the Dynamics of Government Hospital Internal Audit: A Transcendental Phenomenological Study Prayudi, Made Aristia; Mursito, Kendhy; Adnyana, I Dewa Gede Anom Jambe
Public Accounting and Sustainability Vol. 2 No. 2 (2025): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/pas.v2i2.54

Abstract

Research aims: This research explores the supervisory experiences of the Internal Audit Unit (IAU) team at an Indonesian government hospital. Design/Methodology/Approach: This study employs a qualitative research approach with an interpretive paradigm and Husserl's transcendental phenomenological design. The informants consist of the chair, secretary, and a member of the IAU team at a government hospital in Bali Province. Research findings: The IAU team in a government hospital experiences marginalization, role ambiguity, and covert resistance from managerial and clinical units, which undermines their supervisory efforts. Despite structural and cultural barriers, the IAU team maintains professional integrity and continues to perform administrative, consultative, and supervisory roles under constrained authority. Their experiences highlight emotional labor and the struggle for strategic recognition within a complex healthcare governance structure. Theoretical contribution/Originality: This study reinforces Husserl's transcendental phenomenology in uncovering institutional tensions between clinical autonomy and administrative control. The study offers a unique application of transcendental phenomenology to internal audit functions in Indonesian public hospitals, revealing deep-seated role tensions rarely explored in existing healthcare governance literature. Practitioner/Policy implication: Practically, empowering internal auditors with more explicit mandates and fostering collaborative cultures can enhance hospital governance and accountability. Research limitation/Implication: The study is limited by challenges in accessing and scheduling informants within a hospital setting, which may have restricted the depth of some narratives; however, the findings underscore the need for stronger institutional support to enhance the role and effectiveness of internal auditors in public healthcare governance.