Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Komik Berbasis Saintifik untuk Meningkatkan Minat dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa: Literature Review Surati, Winda; Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 2 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v3i2.362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komik berbasis saintifik sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode yang digunakan adalah Literature Riview terhadap 10 artikel yang terindeks sinta 2 – 4 dan dipublikasikan antara tahun 2019 – 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa media pembelajaran berupa komik berbasis saintifik efektif meningkatkan minat belajar dan kemampuan pemecahan masalah. Komik ini dinilai sangat layak digunakan karena mampu menyajikan materi secara visual dan naratif, menarik minat siswa, serta memudahkan pemahaman konsep. Komik dengan pendekatan model saintifik dapat diterapkan secara langsung di sekolah untuk pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan menarik. Media ini juga mengurangi kejenuhan dalam belajar melalui penyajian materi yang singkat, padat, dan jelas.
Komik Berbasis Saintifik untuk Meningkatkan Minat dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa: Literature Review Surati, Winda; Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 2 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v3i2.362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komik berbasis saintifik sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode yang digunakan adalah Literature Riview terhadap 10 artikel yang terindeks sinta 2 – 4 dan dipublikasikan antara tahun 2019 – 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa media pembelajaran berupa komik berbasis saintifik efektif meningkatkan minat belajar dan kemampuan pemecahan masalah. Komik ini dinilai sangat layak digunakan karena mampu menyajikan materi secara visual dan naratif, menarik minat siswa, serta memudahkan pemahaman konsep. Komik dengan pendekatan model saintifik dapat diterapkan secara langsung di sekolah untuk pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan menarik. Media ini juga mengurangi kejenuhan dalam belajar melalui penyajian materi yang singkat, padat, dan jelas.
PERAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMP NEGERI 1 LUBUKLINGGAU Aryani, Gusti Aryani; Della, Ana; Surati, Winda; Rokib, Muhammad; Sulistiyono, Sulistiyono
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika In Press Juni 2026
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lingkungan sekolah dalam pembentukan karakter siswa di SMP Negeri 1 Lubuklinggau. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam sistem pendidikan nasional serta masih adanya kesenjangan antara program yang dirancang dan praktik internalisasi nilai dalam kehidupan siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama Agustus - Oktober 2025. Informan meliputi kepala sekolah, guru, guru bimbingan konseling, siswa, dan orang tua yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah berperan signifikan dalam membentuk karakter melalui budaya pembiasaan, keteladanan guru, dan kegiatan ekstrakurikuler. Namun, pembentukan karakter belum sepenuhnya merata karena masih terdapat tantangan dalam kedisiplinan siswa serta belum optimalnya sinergi antara sekolah dan keluarga.