Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Sekolah dalam Membangun Karakter Generasi Muda Djibu, Mudrikatul Jannah; Indi Ayu Maretia; Yulina Eva Riany
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0701.1149-1153

Abstract

Pendidikan karakter merupakan kunci utama dalam membangun generasi muda yang berkualitas untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Meskipun upaya untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah sudah dirumuskan dan sudah mulai dijalankan, namun tantangan besar berupa keterbatasan sumber daya, waktu, dan pengelolaan teknologi yang belum optimal muncul sebagai hambatan. Sistem pendidikan karakter yang ada saat ini belum cukup efektif, karena kurangnya keseimbangan antara pembelajaran akademik dan karakter, serta masih minimnya pelatihan untuk guru terkait implementasi pendekatan pendidikan karakter yang relevan dan kontekstual. Sehingga, perlu adanya kebijakan yang berfokus pada pengembangan kurikulum yang lebih seimbang disertai peningkatan kapasitas guru dan pemanfaatan teknologi secara bijak. Selain itu, kolaborasi yang lebih kuat antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat juga sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pendidikan karakter secara holistik. Dengan perhatian dan intervensi yang tepat terkait masalah ini, Indonesia dapat mencetak generasi penerus yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.
Sinergi Komunikasi Keluarga, Kader, dan Pemerintah dengan Pendekatan Ekologi Sosial untuk Pencegahan Stunting Adeni, Susri; Sarwoprasodjo, Sarwititi; Djibu, Mudrikatul Jannah; Bisararisi, Ivone Mada Injili Papuani
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 4 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0704.1417-1421

Abstract

Penurunan stunting memerlukan lebih dari sekadar intervensi gizi, salah satunya dibutuhkan perubahan perilaku sosial yang dimulai dari komunikasi yang efektif. Hasil penelitian di Desa Gedepangrango, Sukabumi, menunjukkan bahwa keluarga dengan komunikasi terbuka dan kader dengan pendekatan empatik lebih berhasil membentuk perilaku pengasuhan sehat. Namun, pesan kesehatan sering terhenti di tingkat individu karena lemahnya koordinasi sosial dan kebijakan yang belum mendukung komunikasi lintas level. Pendekatan Social Ecological Model menawarkan solusi dengan membangun sinergi antara keluarga, kader, komunitas, dan kebijakan desa. Pemerintah daerah dan desa perlu mengintegrasikan strategi komunikasi multilevel ke dalam Rencana Aksi Stunting, memperkuat pelatihan komunikasi bagi kader, serta mendorong terbentuknya forum komunikasi komunitas sehat. Dengan menempatkan komunikasi sebagai inti kebijakan, percepatan penurunan stunting dapat berlangsung lebih partisipatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan anak-anak Indonesia.