Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Non-Invasif: MRI-Guided Focused Ultrasound Untuk Pengobatan Mioma Uteri Ponagadi, Merry Adisty; Silaban, Grace Niche Agnesa; Siringo-ringo, Sisilya; Simamora, Tanti Marsanda; Irawati, Wahyu
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 14 No 1 (2025): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v14i1.3171

Abstract

Mioma uteri atau fibroid rahim, merupakan tumor jinak yang tumbuh pada otot polos uterus dan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius bagi perempuan usia reproduktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan MRI-Guided Focused Ultrasound (MRgFUS) dalam pengobatan mioma uteri, termasuk ukuran, lokasi, dan respon pasien terhadap prosedur. MRgFUS adalah metode inovatif yang terbukti efektif meredakan gejala seperti nyeri, perdarahan menstruasi berlebihan, dan gangguan reproduksi. Prosedur ini menggunakan pencitraan MRI untuk menargetkan area mioma dengan akurasi tinggi, memanfaatkan gelombang ultrasound yang terfokus untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan mioma tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Penelitian dilakukan melalui studi literatur dengan mengkaji 10 artikel yang di telah dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir guna mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang efektivitas teknologi ini. MRgFUS, yang berfokus pada perbaikan kualitas hidup, mencerminkan perhatian terhadap martabat manusia, khususnya wanita yang diciptakan dengan nilai dan tujuan yang mulia. Pendekatan ini memberikan harapan baru bagi pasien dengan risiko minimal dibandingkan metode invasif. Meski begitu, keterbatasan seperti biaya tinggi dan akses alat yang terbatas menjadi tantangan yang perlu diatasi agar manfaat teknologi ini dapat dirasakan lebih luas. Analisis dari berbagai literatur diharapkan memberikan wawasan komprehensif untuk mendukung pengembangan dan penerapan MRgFUS secara global.
DEMONSTRASI PRAKTIKUM KREATIVITAS DENGAN MEMBUAT CORONG PISAH SEDERHANA DI SEKOLAH LENTERA HARAPAN GUNUNG MORIA, TANGERANG Irawati, Wahyu; Wuisan, Pingkan Imelda; Novera, Rusliani Sesy; Simamora, Tanti Marsanda; Situmorang, Stefani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2780

Abstract

Ketersediaan fasilitas laboratorium yang belum merata di berbagai sekolah menjadi salah satu kendala utama dalam pelaksanaan pembelajaran sains, khususnya pada pelajaran kimia, yang menuntut pemahaman konsep melalui kegiatan praktikum. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis situasi, diketahui bahwa Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria belum memiliki fasilitas laboratorium, sehingga peserta didik tidak pernah memperoleh pengalaman praktikum secara langsung. Padahal, aktivitas praktikum sangat penting dalam menjembatani pemahaman konsep-konsep abstrak dalam pelajaran kimia. Menanggapi kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Pelita Harapan sebagai bagian dari integrasi mata kuliah Manajemen Laboratorium. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan model pembelajaran praktikum berbasis kreativitas dengan merancang dan menggunakan alat sederhana berupa corong pisah yang dibuat dari bahan-bahan daur ulang. Rangkaian kegiatan mencakup observasi situasi sekolah, penyusunan modul, pembuatan alat, serta pelatihan dan demonstrasi secara langsung kepada siswa. Alat corong pisah sederhana ini dirancang untuk memperkenalkan konsep ekstraksi cair-cair yang berbasis pada perbedaan densitas dan polaritas dua zat cair. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan praktikum sederhana tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep kimia, tetapi juga mendorong keterampilan ilmiah, kreativitas, dan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif tanpa menggunakan alat-alat laboratorium.