Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kidney Stone Treatment Using the Percutaneous Nephrolithotomy Method (PCNL) Novera, Rusliani S.; Angelica, Apriliana; Maharaja, Dwi P.; Situmorang, Stefani; Irawati, Wahyu
Jurnal Biologi Papua Vol 17 No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jbp.4520

Abstract

Kidney stones are a serious condition that often occurs in the wider community. The presence of this disease is influenced by genetic factors, diet, dehydration, irregular lifestyle, and unhealthy lifestyle. One of the treatments used to treat kidney stones is Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) for kidney stones measuring more than two centimeters. This study aims to find out about kidney stone treatment using the PCNL method. The method used is a literature study by discussing five study focuses, namely (1) healthy kidney structure and its role in maintaining body balance, (2) kidney structural abnormalities and their impact on health, (3) kidney stone treatment methods and their impact on health, (4) PCNL as a modern treatment solution for kidney stone sufferers, and (5) the process of implementing PCNL in kidney stone treatment. It can be concluded that healthy kidneys are vital organs with integrated structures and functions to maintain the physiological balance of the body and play a role in producing the hormones renin, erythropoietin, and calcitriol. Kidney disorders that often appear are kidney stones caused by waste in the blood or crystallized chemicals such as calcium and oxalic acid. Pharmacological therapy is a therapy that is often used to treat kidney stones using medical drugs and also surgery, but this method has side effects due to the drugs given. PCNL is a non-invasive treatment that utilizes sophisticated medical technology to treat kidney stones. PCNL treatment is done by making a small incision in the skin of kidney stone sufferers so that it does not have significant side effects. PCNL has a high success rate for the treatment of kidney stones
DEMONSTRASI PRAKTIKUM KREATIVITAS DENGAN MEMBUAT CORONG PISAH SEDERHANA DI SEKOLAH LENTERA HARAPAN GUNUNG MORIA, TANGERANG Irawati, Wahyu; Wuisan, Pingkan Imelda; Novera, Rusliani Sesy; Simamora, Tanti Marsanda; Situmorang, Stefani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2780

Abstract

Ketersediaan fasilitas laboratorium yang belum merata di berbagai sekolah menjadi salah satu kendala utama dalam pelaksanaan pembelajaran sains, khususnya pada pelajaran kimia, yang menuntut pemahaman konsep melalui kegiatan praktikum. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis situasi, diketahui bahwa Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria belum memiliki fasilitas laboratorium, sehingga peserta didik tidak pernah memperoleh pengalaman praktikum secara langsung. Padahal, aktivitas praktikum sangat penting dalam menjembatani pemahaman konsep-konsep abstrak dalam pelajaran kimia. Menanggapi kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Pelita Harapan sebagai bagian dari integrasi mata kuliah Manajemen Laboratorium. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan model pembelajaran praktikum berbasis kreativitas dengan merancang dan menggunakan alat sederhana berupa corong pisah yang dibuat dari bahan-bahan daur ulang. Rangkaian kegiatan mencakup observasi situasi sekolah, penyusunan modul, pembuatan alat, serta pelatihan dan demonstrasi secara langsung kepada siswa. Alat corong pisah sederhana ini dirancang untuk memperkenalkan konsep ekstraksi cair-cair yang berbasis pada perbedaan densitas dan polaritas dua zat cair. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan praktikum sederhana tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep kimia, tetapi juga mendorong keterampilan ilmiah, kreativitas, dan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif tanpa menggunakan alat-alat laboratorium.