Ketersediaan fasilitas laboratorium yang belum merata di berbagai sekolah menjadi salah satu kendala utama dalam pelaksanaan pembelajaran sains, khususnya pada pelajaran kimia, yang menuntut pemahaman konsep melalui kegiatan praktikum. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis situasi, diketahui bahwa Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria belum memiliki fasilitas laboratorium, sehingga peserta didik tidak pernah memperoleh pengalaman praktikum secara langsung. Padahal, aktivitas praktikum sangat penting dalam menjembatani pemahaman konsep-konsep abstrak dalam pelajaran kimia. Menanggapi kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Pelita Harapan sebagai bagian dari integrasi mata kuliah Manajemen Laboratorium. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan model pembelajaran praktikum berbasis kreativitas dengan merancang dan menggunakan alat sederhana berupa corong pisah yang dibuat dari bahan-bahan daur ulang. Rangkaian kegiatan mencakup observasi situasi sekolah, penyusunan modul, pembuatan alat, serta pelatihan dan demonstrasi secara langsung kepada siswa. Alat corong pisah sederhana ini dirancang untuk memperkenalkan konsep ekstraksi cair-cair yang berbasis pada perbedaan densitas dan polaritas dua zat cair. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan praktikum sederhana tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep kimia, tetapi juga mendorong keterampilan ilmiah, kreativitas, dan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif tanpa menggunakan alat-alat laboratorium.