Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KEPADATAN DAN PRODUKSI SERASAH DI KAWASAN HUTAN MANGROVE CENTER GRAHA INDAH KOTA BALIKPAPAN Salma Faradiva Zahra; Abdunnur; Mohammad Mustakim
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i1.1306

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem yang memiliki produktivitas yang tinggi dibandingkan dengan ekosistem lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi vegetasi dan produkvitas seraha mangrove di kawasan Hutan Mangrove Center Graha Indah Balikpapan. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2023 – Januari 2024. Metode pengambilan data yang digunakan ialah metode purpossive sampling. Data yang diambil termasuk data serasah, individu pohon, anakan dan semai dalam transek persegi 100 m2. Sampel produksi serasah diambil menggunakan litter trap berukuran 1 m2 dan diambil 2 kali ulangan dalam interval 3 minggu. Berdasarkan hasil penelitian Mangrove Center Graha Indah Balikpapan ditemukan 3 famili dan 7 spesies, yaitu Famili Rhizophoraceae (jenis Bruguiera cylindrica, Ceriops tagal, Rhizhophora apiculata, Rhizhophora mucronata), Famili Avicenniaceae (jenis Avicennia lanata), Famili Sonnearticea (jenis Soneratia alba) dan Famili Pteridaceae (jenis Acrostichum aureum). Dengan kepadatan 2500 ind/ha dan total rata-rata produksi serasah 99,54 gram /hari.
STATUS MUTU KUALITAS AIR DI PERAIRAN WADUK BENANGA  KOTA SAMARINDA METODE NSF-WQI Farhana Salsabila; Mohammad Mustakim; M. Yaser
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i1.3585

Abstract

Kualitas air sangat penting bagi kehidupan manusia. Banyaknya aktivitas manusia dan industri di sekitar Waduk Benanga, sehingga keberlangsungan kualitas air yang baik, bersih, dan sehat semakin mengahadapi tantangan akan pencemaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status mutu air Waduk Benanga di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil dari air sampel yang berada di tiga titik pada Waduk Benanga Kota Samarinda. Adapun parameter yang diuji di laboratorium menggunakan delapan parameter yang dimasukan ke dalam indeks, yaitu BOD, DO, nitrat, total fosfat, perubahan suhu, kekeruhan, total padatan, dan pH. Hasil percobaan menunjukkan bahwa , kualitas air Waduk Benanga masih memenuhi baku mutu air kelas II menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VI untuk sebagian besar parameter yang diuji. Hasil evaluasi menggunakan NSF WQI menunjukkan bahwa kualitas air Waduk Benanga termasuk dalam kategori sedang, dengan nilai indeks antara 51,32–53,18. Terdapat indikasi penurunan kualitas air akibat pengaruh aktivitas masyarakat dan operasi mikrohidro di sekitar waduk meliputi masukan limbah domestik, erosi tanah, serta aktivitas pertanian dan rumah tangga yang berkontribusi terhadap peningkatan bahan organik dan padatan tersuspensi di waduk Benanga Kota Samarinda.
ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN DI SUNGAI KARANG MUMUS Anita Dini Hafsari Anita; Mohammad Mustakim; Akhmad Rafi’i
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i1.497

Abstract

Sungai Karang Kumus merupakan sungai yang berada di tengah perkotaan Kota Samarinda yang menjadi salah satu jalur transportasi air dan sumber aktivitas domestik bagi warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai. Jika tidak dilakukan pengelolaan yang baik, maka dampak negatif terhadap sumberdaya sungai seperti menurunnya kualitas air dan terganggunya biota perairan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Maret – April 2022. Makrozoobentos telah digunakan sebagai indikator biologis dalam menentukan kualitas sungai karena hidupnya relatif diam di dasar sungai. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari struktur komunitas makrozoobentos yang meliputi jenis, kelimpahan, keseragaman, keanekaragaman, dominansi dan menganalisis hubungan keberadaan makrozoobentos sebagai bioindikator dengan kualitas perairan di Sungai Karang Mumus. Stasiun pengamatan tersebar di sepanjang aliran Sungai Karang Mumus yaitu sebanyak 6 stasiun pengamatan yaitu jembatan satu, jembatan sunga dama, jembatan perniagaan, jembatan glatik, jembatan pm noor, dan jembatan muang hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter fisika-kimia yang diamati menunjukkan bahwa Sungai Karang Mumus tergolong perairan yang mengalami pencemaran dalam tingkat sedang (suhu, kecerahan pH, DO, COD, BOD, H2S, CO2). Selama penelitian diperoleh 8 jenis makrozoobentos yang tergolong dalam 2 kelas yaitu Gastropoda dan Bivalvia. Jenis-jenis makrozoobentos yang di temukan adalah Thiara scabra, Tarebia granifera, Melanoides tubercullata, Melaniodes turriculus, Pomacea canaliculata, Pomacea maculate, Gylaurus convexiculus, Corbucula fluminea. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap parameter pengamatan antar stasiun dan ulangan dengan  nilai Sig P(0,931) > Sig ɑ(0,05). Hasil pengamatan parameter kimia-fisika perairan yang di amati dan di kaitkan dengan makrozoobentos terdapat kesesuaian di antara keduanya, yaitu kondisi Sungai Karang Mumus mengalami pencemaran dalam tingkat sedang
HUBUNGAN KERAPATAN LAMUN TERHADAP KELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN SELANGAN KOTA BONTANG YOSEPHA ANTONIA; Mohammad Mustakim; Hamdhani Hamdhani
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i1.1585

Abstract

Ekosistem padang lamun menjadi tempat berkembang biak, bertahan hidup, mencari makan bagi biota laut diantaranya adalah jenis makrozoobentos. Hubungan antara padang lamun dan makrozoobentos dapat di nyatakan dengan adanya penelitian tentang korelasi antara lamun dan makrozoobentos yang ditemukan pada padang lamun tersebut. Untuk mengetahui korelasi padang lamun dan makrozoobentos, peneliti mengambil sampel pada perairan selangan dengan metode transek kuadran 50 x 50 cm. Menghitung jumlah tegakan lamun dan menganalisis jenis lamun pada kotak kuadran disetiap titik stasiun pengulangan serta mengambil sampel sedimen dengan kedalam 5 cm untuk menganalisis jenis makrozoobentos yang tertangkap. Terdapat 3 jenis lamun yaitu Thalassia hempricii, Enhalus accoroides, dan Halopila minor. 27 spesies makrozoobentos dalam dua kelas yaitu kelas pelecypoda dan gatropoda. Dari hasil analisis dapat dikatakan bahwa hubungan atau korelasi antara lamun dan makrozoobentos pada perairan Selangan kota Bontang sangat lemah atau tidak ada hubungan antara keduanya.
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI WILAYAH PANTAI MANGROVE SAMBERA DESA TANJUNG LIMAU KECAMATAN MUARA BADAK KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Hendra Hendra; Abdunnur Abdunnur; Mohammad Mustakim
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i1.3570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrove pada pesisir Desa Tanjung Limau khususnya di Pantai Mangrove Tanjung Limau Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian dilakukan bulan April hingga Mei 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan 1 stasiun dan 3 plot. Transek dibuat dengan membentangkan tali sepanjang 50 meter dari pantai menuju darat dan dibuat petak 10x10 m2 dengan jarak antar petak yaitu 10 meter. Hasil identifikasi mangrove ditemukan terdapat 2 jenis mangrove yaitu Rhizophora apiculata dan Avicennia marina. Jenis mangrove Rhizophora apiculata merupakan spesies yang paling sering ditemukan di setiap plotnya dan memiliki indeks nilai penting tertinggi yaitu 195. Analisis struktur komunitas menunjukkan area mangrove di Pantai Mangrove Tanjung Limau terkategori memiliki tingkat keanekaragaman yang rendah (0,68), indeks keseragaman yang tinggi (0,98), dan indeks dominansi yang sedang (0,51).
KEPADATAN DAN PRODUKSI SERASAH DI KAWASAN HUTAN MANGROVE  CENTER GRAHA INDAH KOTA BALIKPAPAN Julaika Sulistyowati; Abdunnur Abdunnur; Mohammad Mustakim
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/zz160r94

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem yang memiliki produktivitas yang tinggi dibandingkan dengan ekosistem lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi vegetasi dan produkvitas seraha mangrove di kawasan Hutan Mangrove Center Graha Indah Balikpapan. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2023 – Januari 2024. Metode pengambilan data yang digunakan ialah metode purpossive sampling. Data yang diambil termasuk data serasah, individu pohon, anakan dan semai dalam transek persegi 100 m2. Sampel produksi serasah diambil menggunakan litter trap berukuran 1 m2 dan diambil 2 kali ulangan dalam interval 3 minggu. Berdasarkan hasil penelitian Mangrove Center Graha Indah Balikpapan ditemukan 3 famili dan 7 spesies, yaitu Famili Rhizophoraceae (jenis Bruguiera cylindrica, Ceriops tagal, Rhizhophora apiculata, Rhizhophora mucronata), Famili Avicenniaceae (jenis Avicennia lanata), Famili Sonnearticea (jenis Soneratia alba) dan Famili Pteridaceae (jenis Acrostichum aureum). Dengan kepadatan 2500 ind/ha dan total rata-rata produksi serasah 99,54 gram /hari.
KARAKTERISTIK KUALITAS AIR BERDASARKAN DINAMIKA PASANG SURUT PERAIRAN SUNGAI KARANG MUMUS KOTA SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR Luthfi Al Fajri; Mohammad Mustakim; Hamdhani
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v4i2.1901

Abstract

Sungai Karang Mumus merupakan Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dipengaruhi oleh pasang surut dari DAS Mahakam dengan tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda (mixed tide prevailing semi diurnal), dimana dalam satu hari terjadi dua kali pasang dan dua kali surut tetapi dengan tinggi dan periodenya berbeda. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui karakteristik kualitas air berdasarkan dinamika pasang dan surut perairan Sungai Karang Mumus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September - November 2023 di Sungai Karang Mumus yang dilakukan pada 3 stasiun penelitian yaitu stasiun 1 di Jembatan Gelatik, stasiun 2 di Jembatan Perniagaan dan stasiun 3 di Jembatan 1 Selili. Hasil penelitian didasarkan pada peruntukan air sungai sesuai dengan PP RI No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, selanjutnya data di analisis dengan menggunakan PCA dan Paired Sampel T-Test. Pada kondisi pasang dan surut, parameter Suhu, Warna, TDS, TSS, pH, BOD5, Total Fosfat dan Nitrat memenuhi baku mutu air Sungai kelas I-IV, sedangkan parameter DO dan COD hanya memenuhi baku mutu ai Sungai kelas III-IV. Sungai Karang Mumus memiliki karakteristik kualitas air yang berbeda satu sama lain antar stasiun penelitian dan tidak ada perbedaan rata-rata yang signifikan antara pasang dan surut.
KARAKTERISTIK DAN STATUS MUTU KUALITAS AIR SUNGAI SANGATTA,  KUTAI TIMUR BERDASARKAN METODE INDEKS PENCEMARAN DAN STORET   Marselina Elake; Henny pagoray; Mohammad Mustakim; Daniel tarigan; Sri Wahyuni; Dewi Embong Bulan
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i2.4765

Abstract

Sungai Sangatta merupakan sumber daya air strategis di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang menopang kebutuhan domestik, pertanian, perikanan, dan ekosistem akuatik, namun saat ini tekanan pencemaran yang semakin meningkat akibat aktivitas pertambangan, pertanian, industri kecil, dan pemukiman di sepanjang daerah aliran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kualitas air Sungai Sangatta berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi, dengan menilai dan membandingkan status mutu airnya menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan metode STORET guna mendukung pengambilan kebijakan pengelolaan lingkungan perairan secara berkelanjutan. Pengambilan sampel air dilakukan pada tiga stasiun yang mewakili segmen hulu, tengah, dan hilir sungai menggunakan metode grab sampling sesuai Standar Nasional Indonesia 8995:2021, dengan tiga periode pengamatan antara Februari hingga Maret 2026. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, Total Suspended Solid (TSS), pH, Dissolved Oxygen (DO), Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), fosfat, nitrat, dan total coliform, yang seluruhnya dibandingkan terhadap baku mutu air kelas II berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Hasil analisis Indeks Kualitas Air (IKA) menunjukkan ketiga segmen termasuk kategori Baik dengan skor hulu 85,09; tengah 82,76; dan hilir 83,19. Namun, penilaian metode IP mengklasifikasikan bagian hulu sebagai tercemar sedang (IP = 6,36), sementara bagian tengah (IP = 4,40) dan hilir (IP = 3,07) sebagai tercemar ringan, dengan TSS dan COD sebagai parameter pencemar dominan yang melampaui baku mutu secara signifikan pada periode 3 Maret 2026. Metode STORET mengklasifikasikan seluruh segmen sebagai tercemar sedang (Kelas C) dengan skor −12 di hulu, −17 di tengah, dan −18 di hilir. Perbedaan hasil kedua metode menunjukkan bahwa metode STORET lebih sensitif dalam mendeteksi akumulasi pencemaran lintas parameter dibandingkan metode IP yang lebih mencerminkan tingkat pencemaran dominan aktual. Kombinasi penggunaan kedua metode direkomendasikan sebagai pendekatan terpadu dalam pemantauan dan pengendalian kualitas air Sungai Sangatta secara berkelanjutan