Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

JENIS DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN PESISIR PANTAI MANGGAR KOTA BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR Olivia, Noor; Ghitarina; Mohammad Mustakim
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v3i1.620

Abstract

Keberadaan mikroplastik dipengaruhi oleh banyaknya aktivitas yang berhubungan dengan penggunaan plastik serta didukung oleh faktor kecepatan dan arah arus sehingga sampah plastik turut terbawa ke sedimen pesisir dan mengalami degradasi menjadi ukuran lebih kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis dan kelimpahan mikroplastik yang terdapat pada sedimen di pesisir pantai manggar, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Pengambilan sampel dilakukan dengan menarik garis transek sepanjang 100 m kemudian dibuat lima jalur berjarak 20 m dan masing-masing jalur dibuat kotak sub transek berukuran 5x5 m secara acak namun tetap menggambarkan kondisi sampah plastik yang ada. Tiap kotak sub transek dibagi menjadi 25 kotak sub-sub transek berukuran 1x1 m dan dipilih sebanyak 5 kotak sub-sub transek tiap sub transek dengan menggunakan metode random sampling. Sampel sedimen ditimbang dan dikeringkan kemudian ditambahkan NaCl untuk mendapatkan supernatan sempurna dan dicampurkan dengan larutan H2O2 dan FeSO4 untuk menghancurkan bahan organik dan metal, selanjutnya sampel disaring dan diidentifikasi menggunakan mikroskop. Terdapat tiga jenis mikroplastik pada pesisir pantai Manggar Kota Balikpapan, Kalimantan Timur yaitu fiber sebanyak 62,52% dengan kelimpahan sebesar 88.520 partikel/kg/m², fragmen sebanyak 31,78% dengan kelimpahan sebesar 19.480 partikel/kg/m², dan film sebanyak 19,70% dengan kelimpahan hanya sebesar 11.880 partikel/kg/m². Terdapat berbedaan kelimpahan yang signifikan antar jenis mikroplastik yang ditemukan pada pesisir Pantai Manggar, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur dengan nilai Asymp.Sig.(0,000)< α(0.05).
KEPADATAN DAN PRODUKSI SERASAH DI KAWASAN HUTAN MANGROVE CENTER GRAHA INDAH KOTA BALIKPAPAN Salma Faradiva Zahra; Abdunnur; Mohammad Mustakim
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i1.1306

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem yang memiliki produktivitas yang tinggi dibandingkan dengan ekosistem lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi vegetasi dan produkvitas seraha mangrove di kawasan Hutan Mangrove Center Graha Indah Balikpapan. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2023 – Januari 2024. Metode pengambilan data yang digunakan ialah metode purpossive sampling. Data yang diambil termasuk data serasah, individu pohon, anakan dan semai dalam transek persegi 100 m2. Sampel produksi serasah diambil menggunakan litter trap berukuran 1 m2 dan diambil 2 kali ulangan dalam interval 3 minggu. Berdasarkan hasil penelitian Mangrove Center Graha Indah Balikpapan ditemukan 3 famili dan 7 spesies, yaitu Famili Rhizophoraceae (jenis Bruguiera cylindrica, Ceriops tagal, Rhizhophora apiculata, Rhizhophora mucronata), Famili Avicenniaceae (jenis Avicennia lanata), Famili Sonnearticea (jenis Soneratia alba) dan Famili Pteridaceae (jenis Acrostichum aureum). Dengan kepadatan 2500 ind/ha dan total rata-rata produksi serasah 99,54 gram /hari.
STATUS MUTU KUALITAS AIR DI PERAIRAN WADUK BENANGA  KOTA SAMARINDA METODE NSF-WQI Farhana Salsabila; Mohammad Mustakim; M. Yaser
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i1.3585

Abstract

Kualitas air sangat penting bagi kehidupan manusia. Banyaknya aktivitas manusia dan industri di sekitar Waduk Benanga, sehingga keberlangsungan kualitas air yang baik, bersih, dan sehat semakin mengahadapi tantangan akan pencemaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status mutu air Waduk Benanga di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil dari air sampel yang berada di tiga titik pada Waduk Benanga Kota Samarinda. Adapun parameter yang diuji di laboratorium menggunakan delapan parameter yang dimasukan ke dalam indeks, yaitu BOD, DO, nitrat, total fosfat, perubahan suhu, kekeruhan, total padatan, dan pH. Hasil percobaan menunjukkan bahwa , kualitas air Waduk Benanga masih memenuhi baku mutu air kelas II menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VI untuk sebagian besar parameter yang diuji. Hasil evaluasi menggunakan NSF WQI menunjukkan bahwa kualitas air Waduk Benanga termasuk dalam kategori sedang, dengan nilai indeks antara 51,32–53,18. Terdapat indikasi penurunan kualitas air akibat pengaruh aktivitas masyarakat dan operasi mikrohidro di sekitar waduk meliputi masukan limbah domestik, erosi tanah, serta aktivitas pertanian dan rumah tangga yang berkontribusi terhadap peningkatan bahan organik dan padatan tersuspensi di waduk Benanga Kota Samarinda.
ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN DI SUNGAI KARANG MUMUS Anita Dini Hafsari Anita; Mohammad Mustakim; Akhmad Rafi’i
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i1.497

Abstract

Sungai Karang Kumus merupakan sungai yang berada di tengah perkotaan Kota Samarinda yang menjadi salah satu jalur transportasi air dan sumber aktivitas domestik bagi warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai. Jika tidak dilakukan pengelolaan yang baik, maka dampak negatif terhadap sumberdaya sungai seperti menurunnya kualitas air dan terganggunya biota perairan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Maret – April 2022. Makrozoobentos telah digunakan sebagai indikator biologis dalam menentukan kualitas sungai karena hidupnya relatif diam di dasar sungai. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari struktur komunitas makrozoobentos yang meliputi jenis, kelimpahan, keseragaman, keanekaragaman, dominansi dan menganalisis hubungan keberadaan makrozoobentos sebagai bioindikator dengan kualitas perairan di Sungai Karang Mumus. Stasiun pengamatan tersebar di sepanjang aliran Sungai Karang Mumus yaitu sebanyak 6 stasiun pengamatan yaitu jembatan satu, jembatan sunga dama, jembatan perniagaan, jembatan glatik, jembatan pm noor, dan jembatan muang hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter fisika-kimia yang diamati menunjukkan bahwa Sungai Karang Mumus tergolong perairan yang mengalami pencemaran dalam tingkat sedang (suhu, kecerahan pH, DO, COD, BOD, H2S, CO2). Selama penelitian diperoleh 8 jenis makrozoobentos yang tergolong dalam 2 kelas yaitu Gastropoda dan Bivalvia. Jenis-jenis makrozoobentos yang di temukan adalah Thiara scabra, Tarebia granifera, Melanoides tubercullata, Melaniodes turriculus, Pomacea canaliculata, Pomacea maculate, Gylaurus convexiculus, Corbucula fluminea. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap parameter pengamatan antar stasiun dan ulangan dengan  nilai Sig P(0,931) > Sig ɑ(0,05). Hasil pengamatan parameter kimia-fisika perairan yang di amati dan di kaitkan dengan makrozoobentos terdapat kesesuaian di antara keduanya, yaitu kondisi Sungai Karang Mumus mengalami pencemaran dalam tingkat sedang
HUBUNGAN KERAPATAN LAMUN TERHADAP KELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN SELANGAN KOTA BONTANG YOSEPHA ANTONIA; Mohammad Mustakim; Hamdhani Hamdhani
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i1.1585

Abstract

Ekosistem padang lamun menjadi tempat berkembang biak, bertahan hidup, mencari makan bagi biota laut diantaranya adalah jenis makrozoobentos. Hubungan antara padang lamun dan makrozoobentos dapat di nyatakan dengan adanya penelitian tentang korelasi antara lamun dan makrozoobentos yang ditemukan pada padang lamun tersebut. Untuk mengetahui korelasi padang lamun dan makrozoobentos, peneliti mengambil sampel pada perairan selangan dengan metode transek kuadran 50 x 50 cm. Menghitung jumlah tegakan lamun dan menganalisis jenis lamun pada kotak kuadran disetiap titik stasiun pengulangan serta mengambil sampel sedimen dengan kedalam 5 cm untuk menganalisis jenis makrozoobentos yang tertangkap. Terdapat 3 jenis lamun yaitu Thalassia hempricii, Enhalus accoroides, dan Halopila minor. 27 spesies makrozoobentos dalam dua kelas yaitu kelas pelecypoda dan gatropoda. Dari hasil analisis dapat dikatakan bahwa hubungan atau korelasi antara lamun dan makrozoobentos pada perairan Selangan kota Bontang sangat lemah atau tidak ada hubungan antara keduanya.
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI WILAYAH PANTAI MANGROVE SAMBERA DESA TANJUNG LIMAU KECAMATAN MUARA BADAK KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Hendra Hendra; Abdunnur Abdunnur; Mohammad Mustakim
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i1.3570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrove pada pesisir Desa Tanjung Limau khususnya di Pantai Mangrove Tanjung Limau Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian dilakukan bulan April hingga Mei 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan 1 stasiun dan 3 plot. Transek dibuat dengan membentangkan tali sepanjang 50 meter dari pantai menuju darat dan dibuat petak 10x10 m2 dengan jarak antar petak yaitu 10 meter. Hasil identifikasi mangrove ditemukan terdapat 2 jenis mangrove yaitu Rhizophora apiculata dan Avicennia marina. Jenis mangrove Rhizophora apiculata merupakan spesies yang paling sering ditemukan di setiap plotnya dan memiliki indeks nilai penting tertinggi yaitu 195. Analisis struktur komunitas menunjukkan area mangrove di Pantai Mangrove Tanjung Limau terkategori memiliki tingkat keanekaragaman yang rendah (0,68), indeks keseragaman yang tinggi (0,98), dan indeks dominansi yang sedang (0,51).