Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN DUKUNGAN PERAWATAN DIRI DAN AKUPUNKTUR PADA KLIEN STROKE DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI : STUDI KASUS Sujati, Ni Ketut; Fadhilah, Laila; Akbar, M. Agung; Rustiati, Nelly; Khoiriyah, Ina Yatul
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6402

Abstract

Pendahuluan: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di dunia, dengan prevalensi yang signifikan di Indonesia. Defisit perawatan diri pada klien stroke menjadi tantangan besar dalam proses pemulihan, sehingga diperlukan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri. Kombinasi dukungan perawatan diri dan terapi akupunktur diharapkan dapat memberikan manfaat holistik bagi klien stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dukungan perawatan diri dan akupunktur pada klien stroke dengan defisit perawatan diri, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kemandirian klien dan pengetahuan caregiver. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan melibatkan dua klien stroke dan dua caregiver. Intervensi yang diberikan meliputi dukungan perawatan diri dan terapi akupunktur selama tiga minggu dengan enam kali kunjungan. Data dikumpulkan melalui asuhan keperawatan dan analisis Traditional Chinese Medicine (TCM). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan perawatan diri klien, termasuk makan, mandi, berpakaian, dan menggunakan toilet. Terapi akupunktur juga membantu meningkatkan kekuatan otot dan keseimbangan energi tubuh. Caregiver mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam merawat klien stroke, serta menunjukkan perilaku yang lebih sesuai dengan anjuran. Kesimpulan: Kombinasi dukungan perawatan diri dan terapi akupunktur efektif dalam meningkatkan kemandirian klien stroke dan pengetahuan caregiver. Pendekatan holistik ini dapat menjadi alternatif yang bermanfaat dalam perawatan klien stroke dengan defisit perawatan diri. Penting untuk memberikan dukungan psikologis kepada klien stroke dan caregiver, serta melakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan durasi yang lebih panjang untuk mengkonfirmasi temuan ini.
Edukasi Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga dan Keterampilan Akupressure pada Ibu untuk Manajemen Keluhan Ringan Pada Kelompok Ibu Majelis Taklim Sujati, Ni Ketut; Fadhilah, Laila; Rustiati, Nelly; Mahafira, Nesa Dwi; Prawiti, Ayu Dwi; Rafela, Sindi; Akbar, M Agung
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i3.501

Abstract

Introduction: Family health is a crucial aspect of community life, with mothers playing a key role in managing minor health complaints such as headaches, muscle pain, and digestive issues. Traditional methods like Family Medicinal Plants (TOGA) and acupressure offer effective, low-cost solutions. Objective: This community service program aimed to educate and train mothers in the Majelis Taklim on self-care management using TOGA and acupressure techniques to address minor health complaints. Method: The program employed a participatory approach, conducted in three stages: preparation (March–May 2024), implementation (June–October 2024), and evaluation (November 2024). Activities included TOGA education, acupressure training, safety discussions, holistic lifestyle counseling, and community forums. Quantitative (pre-test/post-test) and qualitative (observation, satisfaction surveys) evaluations were used to measure outcomes. Result: The program significantly improved participants' knowledge and skills, with 70% reporting high effectiveness of TOGA for minor ailments. Daily TOGA usage increased to 45%, and 65% of participants shifted from chemical drugs to natural remedies. Challenges included material availability (40%) and processing techniques (30%). Participant satisfaction reached 85%, and 60% disseminated knowledge to their communities. Conclusion: The program successfully enhanced mothers' capacity in self-health management using TOGA and acupressure. Continued support, such as mentoring groups and community TOGA gardens, is recommended for sustainability.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN TUBERKOLOSIS DENGAN HIPERSENSITIVITAS OAT MELALUI TERAPI INTEGRATIF: A CASE REPORT Sujati, Ni Ketut; Fadhilah, Laila; Rustiati, Nelly; Lisdahayati, Lisdahayati; Akbar, M Agung
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7374

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis yang masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian tinggi dan munculnya resistensi terhadap obat anti-tuberkulosis (OAT). Penggunaan OAT jangka panjang sering menimbulkan reaksi hipersensitivitas yang dapat menurunkan kepatuhan terapi dan kualitas hidup pasien. Pendekatan terapi integratif melalui kombinasi akupunktur, herbal, fisioterapi, dan modifikasi diet diharapkan dapat mengurangi efek samping OAT dan mempercepat pemulihan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan terapi integratif terhadap peningkatan kualitas hidup pasien tuberkulosis dengan hipersensitivitas terhadap OAT. Metode: Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus (case report) pada satu pasien perempuan berusia 25 tahun dengan diagnosis TB paru aktif dan hipersensitivitas OAT. Intervensi dilakukan selama empat bulan melalui kombinasi akupunktur, terapi herbal (Yue Hua Wan, yin chai Hu, Chaihu Shu Gan, dan Kencur), fisioterapi dada, serta modifikasi diet berbasis “Isi Piringku”. Pemantauan dilakukan terhadap gejala klinis, berat badan, tekanan darah, dan hasil pemeriksaan GeneXpert. Hasil: Setelah empat bulan intervensi, pasien mengalami peningkatan berat badan dari 35 kg menjadi 43 kg, perbaikan nafsu makan, kualitas tidur, serta penurunan gejala gastrointestinal tanpa efek samping tambahan. Hasil GeneXpert menunjukkan MTB not detected, menandakan keberhasilan eradikasi infeksi. Kesimpulan: Terapi integratif efektif dalam mengurangi reaksi hipersensitivitas OAT, meningkatkan status fungsional, dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Pendekatan ini menunjukkan sinergi positif antara pengobatan tradisional dan terapi medis konvensional. Saran: Penelitian lanjutan dengan desain uji klinis terkontrol diperlukan untuk menilai efektivitas jangka panjang dan mengembangkan panduan praktik terapi integratif pada pasien tuberkulosis dengan hipersensitivitas obat.