Sherly, Issaura Sherly Pamela
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSPLORASI TERHADAP PEMAHAMAN, KEAKTIFAN, DAN PRESTASI BELAJAR IPAS MATERI PENGECEKAN KEASLIAN UANG MENGGUNAKAN MEDIA DADU ADIKSIMBA PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Salma Pratiwi Agustin; Eko, Eko Kuntarto; Sherly, Issaura Sherly Pamela
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Process
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.21841

Abstract

Persoalan mendasar dalam setiap pelaksanaan pembelajaran, termasuk pembelajaran IPAS adalah bagaimana guru dapat mengelola pembelajaran yang membuat siswa paham, aktif, dan pada akhirnya memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Diperlukan materi pembelajaran yang menarik dan relevan, serta metode pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami konsep-konsep yang kompleks dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan. Salah satu media yang dapat digunakan adalah dadu ADIKSIMBA, sebuah alat bantu pembelajaran yang dirancang untuk membuat proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. ADIKSIMBA merupakan akronim dari konsep saintifik yang terdiri atas kata tanya "apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana". Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian eksploratif. Penelitian ini mengumpulkan data berupa informasi yang terhimpun dari kata-kata yang diperoleh melalui wawancara dengan narasumber dan observasi. Data bersumber dari informasi yang diberikan oleh responden dan catatan peneliti yang diperoleh pada saat observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penggunaan media dadu ADIKSIMBA dalam pembelajaran IPAS materi pengecekan keaslian uang memberikan dampak positif terhadap pemahaman, keaktifan, dan prestasi belajar siswa kelas IV. Selain itu, prestasi belajar siswa juga meningkat melalui evaluasi yang rutin dan kolaborasi dengan orang tua. Guru secara aktif memantau kemajuan belajar siswa dan memberikan bimbingan yang tepat sasaran, sementara kolaborasi dengan orang tua membantu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung baik di rumah maupun di sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif seperti dadu ADIKSIMBA dapat menjadi model untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI PESERTA DIDIK PADA PELAJARAN IPAS MATERI MELIHAT KARENA CAHAYA MENDENGAR KARENA BUNYI KELAS V SDN 17/I RANTAU PURI Nandita, Nandita Sekar Sari; Chan, Faizal Chan; Sherly, Issaura Sherly Pamela
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif group investigation untuk meningkatkan keterapilan kolaborasi peserta didik pada pelajaran IPAS materi melihat karena cahaya mendengar karena bunyi di kelas V SDN 17/I Rantau Puri. Bentuk penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan model Taggart dan Kemmis yang terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menerapkan model group investigation pada pembelajaran IPAS terlihat terjadi peningkatan keterampilan kolaborasi peserta didik. Peningkatan keterampilan kolaborasi peserta didik ditandai dengan memperhatikan tiap indikator keterampilan kolaborasi, yaitu Saat kegiatan kolaborasi atau kelompok peserta didik memiliki tingkat kerja sama dengan baik; meskipun memiliki perspektif yang berbeda peserta didik mampu menunjukkan empati yang tinggi; mampu beradaptasi dengan baik; bertanggung jawab terhadap peran yang diberikan; mempunyai kemampuan berkompromi yang baik diantara anggota lainnya untuk tercapai tujuan bersama. Hal ini terlihat dari peserta didik yang mengalami peningkatan keterampilan kolaborasi dalam pembelajaran dengan memperhatikan tiap indikator keterampilan kolaborasi pada kegiatan pembelajaran terlihat pada setiap pertemuan. Hasil dari penelitian siklus I Pertemuan I memperoleh persentase 46,25% pada pertemuan II 55,43% mengalami peningkatan 9,18%. Siklus II pertemuan I memperoleh persentase 68,33% dan pertemuan II 84,31% mengalami peningkatan sebesar 15,98%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan keterapilan kolaborasi peserta didik kelas V SDN 17/I Rantau Puri dapat meningkat setelah diterapkan model pembelajaran group investigation.