Taufiq, A. Muhammad Haerul
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Proyek pada Kurikulum Merdeka dalam Perspektif Progresivisme Taufiq, A. Muhammad Haerul; Ismail
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34303

Abstract

Kurikulum memiliki peran penting dalam mengarahkan jalannya pendidikan dan perlu diperbarui agar selalu relevan dengan perkembangan masyarakat. Tantangan abad ke-21 serta era Society 5.0 menuntut hadirnya generasi yang kritis, kreatif, kolaboratif, dan adaptif dalam menghadapi dinamika global. Namun, pendidikan di Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan, seperti perubahan kurikulum yang tidak konsisten, rendahnya kompetensi guru, dan keterbatasan sarana prasarana. Artikel ini bertujuan menelaah relevansi filsafat progresivisme dengan implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan kajian pustaka, yang mencakup artikel jurnal ilmiah sebagai sumber primer dan dokumen resmi pemerintah sebagai sumber sekunder. Data dianalisis secara logis dan sistematis sesuai dengan fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka selaras dengan prinsip progresivisme yang digagas John Dewey, yaitu pembelajaran yang demokratis, fleksibel, serta berpusat pada peserta didik. Model pembelajaran berbasis proyek terbukti mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, sekaligus menghasilkan karya nyata. Meski demikian, implementasinya masih terkendala faktor struktural dan kultural. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru, pemerataan fasilitas pendidikan, dan konsistensi kebijakan merupakan langkah penting untuk memastikan prinsip progresivisme terwujud dalam Kurikulum Merdeka, sehingga pendidikan yang adaptif dan relevan dengan tuntutan abad ke-21 dapat tercapai.
Implementasi Proyek pada Kurikulum Merdeka dalam Perspektif Progresivisme Taufiq, A. Muhammad Haerul; Ismail
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34303

Abstract

Kurikulum memiliki peran penting dalam mengarahkan jalannya pendidikan dan perlu diperbarui agar selalu relevan dengan perkembangan masyarakat. Tantangan abad ke-21 serta era Society 5.0 menuntut hadirnya generasi yang kritis, kreatif, kolaboratif, dan adaptif dalam menghadapi dinamika global. Namun, pendidikan di Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan, seperti perubahan kurikulum yang tidak konsisten, rendahnya kompetensi guru, dan keterbatasan sarana prasarana. Artikel ini bertujuan menelaah relevansi filsafat progresivisme dengan implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan kajian pustaka, yang mencakup artikel jurnal ilmiah sebagai sumber primer dan dokumen resmi pemerintah sebagai sumber sekunder. Data dianalisis secara logis dan sistematis sesuai dengan fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka selaras dengan prinsip progresivisme yang digagas John Dewey, yaitu pembelajaran yang demokratis, fleksibel, serta berpusat pada peserta didik. Model pembelajaran berbasis proyek terbukti mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, sekaligus menghasilkan karya nyata. Meski demikian, implementasinya masih terkendala faktor struktural dan kultural. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru, pemerataan fasilitas pendidikan, dan konsistensi kebijakan merupakan langkah penting untuk memastikan prinsip progresivisme terwujud dalam Kurikulum Merdeka, sehingga pendidikan yang adaptif dan relevan dengan tuntutan abad ke-21 dapat tercapai.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS DISCOVERY LEARNING SMA NEGERI 15 MAKASSAR Taufiq, A. Muhammad Haerul; Ismail; Faisal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23850

Abstract

The development of the 21st century is becoming increasingly complex in the fields of knowledge, technology, and information on a global scale, fundamentally aimed at improving the quality of life for society. The type of this research is quasi-experimental. (Quasi Experiment). This research aims to determine how the literacy improvement of high school students in classes taught using the discovery learning model and classes taught using the conventional model, as well as to understand the impact of the discovery learning model on the literacy improvement of high school students. The design of this research is a pretest-posttest control group design. The population of this study consists of students from the XII MIPA class at SMAN 15 Makassar. The research samples are the XII MIPA 1 and XII MIPA 2 classes. The research instrument in this study is a science literacy ability test in the form of 20 multiple-choice questions. The data were analyzed using descriptive statistics, inferential statistics including normality tests, homogeneity tests, and hypothesis tests in the form of t-tests. The analysis of students' science literacy who applied the discovery learning model was better compared to the class that applied the direct instruction model. This is evidenced by the average science literacy score of the experimental class being 65.56 and the control class being 60.69, with the science literacy in the experimental class showing an increase based on the average N-Gain score of 44.55, categorized as moderate.
Model Pembelajaran SENTRIS (Student Engagment, Exploration, Nurturing Thinking, Transformation, Reflection Innovation, Synergy) Untuk Meningkatkan Partisipasi Peserta Didik Pada Pembelajaran Sains Taufiq, A. Muhammad Haerul; Kadir, St. Fatima; Palennari, Muhiddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36623

Abstract

Science education plays a crucial role in developing students' scientific thinkingskills and critical, creative, and innovative character. However, science learning inschools is still dominated by conventional, teacher-centered approaches, resultingin low student participation and engagement. Several learning models, such asInquiry Learning, Problem-Based Learning, and Discovery Learning, have beenimplemented, but they have not been able to comprehensively integrate emotionalengagement, reflection, and social collaboration. To address this, the CENTRIS(Student Engagement, Exploration, Nurturing Thinking, Transformation, Reflection,Innovation, Synergy) Learning Model was developed, emphasizing seven stages ofcontinuous learning. This model is oriented towards student-centered learning,facilitating active student involvement, exploration, reflection, innovation, and socialsynergy in science learning. This article was written using a literature study methodthrough analysis of various journals, books, and related articles. The results of thestudy indicate that the CENTRIS model can increase students' active participation,creativity, and scientific understanding, making science learning more meaningful,reflective, and collaborative.