Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Tipe Kelompok Kariotipe pada Materi Genetika Kelas XII SMA Kadir, St. Fatima; Arsal, Andi Faridah; Syamsiah
Biosel Biology Science and Education Vol. 14 No. 1 (2025): BIOSEL (Biology Science and Education: Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/bs.v14i1.7802

Abstract

The Karyotype Group Learning Tool is a learning tool in the form of a learning guidebook which includes lesson plans. Functions to help students in the learning process by implementing karyotype group type learning strategies. The aim of this research is to produce a valid learning tool for karyotype group types in class XII high school genetics material. This type of research is research and development which uses the ADDIE development model. The research was carried out in August 2023- February 2024 at MAN 2 Makassar City. The research subjects were 1 Class XII Biology teacher and 43 Class XII MIPA MAN 2 Makassar City students. The research instrument is an interview guide sheet and a questionnaire sheet consisting of a student needs analysis questionnaire and a validation questionnaire. The data analysis techniques in this research are qualitative and quantitative analysis. Product validity is assessed by a team of experts/validators. The assessment criteria used to determine the degree of validity of learning tools consist of 3 main aspects, namely: (1) the content appropriateness aspect, (2) the construction appropriateness aspect, and (3) the language appropriateness aspect. The results of the research show that the average assessment results from the two validators for the learning tools as a whole is 97.18% which is in the very valid category, so it can be concluded that the karyotype group type learning tool product in class XII high school genetic material is declared valid and suitable for use. in learning. Keywords: ADDIE Model, Genetics, Karyotype Group Types, Learning Tools
PELATIHAN APLIKASI DIGITAL BERBASIS GAMIFIKASI UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN MENYENANGKAN citra pratiwi, andi; Daud, Firdaus; Khalidatunnisa, Besse; Saru, Amaliah Amriani Amran; Akbar, Muh Syaiful; Kadir, St. Fatima
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 03 Nomor 02 (Oktober 2025)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v3i2.10121

Abstract

Pemanfaatan aplikasi digital berbasis gamifikasi memiliki potensi positif untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, khususnya siswa di tingkat sekolah menengah pertama yang merupakan generasi native digital. Meskipun demikian, implementasi pemanfaatan aplikasi digital berbasis gamifikasi di lingkungan sekolah saat ini masih terbatas. Hal ini dapat terjadi karena masih kurangnya pengetahuan guru terkait jenis-jenis aplikasi digital berbasis gamifikasi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru sekolah menengah di Kabupaten Gowa dalam memanfaatkan aplikasi digital berbasis gamifikasi. Kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu (1) pemaparan materi gamifikasi, (2) eksplorasi fitur aplikasi Blooket, serta (3) diskusi dan refleksi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan respon positif dan para peserta pelatihan. Pelatihan ini memberikan implikasi penting bagi peningkatan kompetensi guru dalam era pembelajaran digital. Dengan meningkatnya pemahaman guru terhadap aplikasi berbasis gamifikasi, diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa. Selain itu, penerapan gamifikasi dapat berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar serta keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.
STRATEGI PBL-GREEN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS, KETERAMPILAN METAKOGNITIF, DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI Kadir, St. Fatima; Muarifah, Muarifah; Muhiddin Palennari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.36610

Abstract

Biology learning in the 21st century faces challenges in enhancing students’ scientific literacy, metacognitive skills, and environmental awareness. Problem-Based Learning (PBL) and the Reading-Questioning-Answering (RQA) strategy have proven effective in empowering cognitive and metacognitive abilities; however, they have not explicitly integrated environmental education and ecolo-gical character formation. This article aims to synthesize relevant literature and introduce an innovative strategy called PBL-GREEN as an extension of PBL-RQA. The method employed is a literature study analyzing national and international journals and books related to PBL, RQA, scientific literacy, metacognition, and environmental education. PBL-GREEN integrates five key stages: Guided Rea-ding, Raising Questions-Answering, Exploring Problems, Environmental Action, and Nurturing Attitudes. This strategy has the potential to enhance scientific literacy through guided scientific reading, foster metacognitive skills through ques-tioning and reflection, and cultivate environmental care through real actions and ecological character development. Therefore, PBL-GREEN offers an integrative approach that connects knowledge, skills, and environment-based learning.
Model Pembelajaran SENTRIS (Student Engagment, Exploration, Nurturing Thinking, Transformation, Reflection Innovation, Synergy) Untuk Meningkatkan Partisipasi Peserta Didik Pada Pembelajaran Sains Taufiq, A. Muhammad Haerul; Kadir, St. Fatima; Palennari, Muhiddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36623

Abstract

Science education plays a crucial role in developing students' scientific thinkingskills and critical, creative, and innovative character. However, science learning inschools is still dominated by conventional, teacher-centered approaches, resultingin low student participation and engagement. Several learning models, such asInquiry Learning, Problem-Based Learning, and Discovery Learning, have beenimplemented, but they have not been able to comprehensively integrate emotionalengagement, reflection, and social collaboration. To address this, the CENTRIS(Student Engagement, Exploration, Nurturing Thinking, Transformation, Reflection,Innovation, Synergy) Learning Model was developed, emphasizing seven stages ofcontinuous learning. This model is oriented towards student-centered learning,facilitating active student involvement, exploration, reflection, innovation, and socialsynergy in science learning. This article was written using a literature study methodthrough analysis of various journals, books, and related articles. The results of thestudy indicate that the CENTRIS model can increase students' active participation,creativity, and scientific understanding, making science learning more meaningful,reflective, and collaborative.
TPACK Dalam Pembelajaran Sains Abad 21: Systematic Literature Review Kadir, St. Fatima; Arifin, Arifah Novia; Ahqaf, Nurul Afifah; Muarifah, Muarifah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran sains abad ke-21 yang mencakup 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration). Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 31 artikel yang dipublikasikan antara tahun 2023 hingga 2025 melalui basis data Scopus. Hasil kajian menunjukkan bahwa tren penelitian TPACK dalam pembelajaran sains mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir, yang mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap integrasi teknologi, pedagogi, dan konten dalam pendidikan abad ke-21. Analisis juga mengungkapkan bahwa Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) berkontribusi signifikan terhadap penguatan keterampilan abad ke-21 melalui pembelajaran berbasis proyek, penggunaan teknologi inovatif seperti augmented reality (AR), virtual laboratory, dan artificial intelligence (AI), serta strategi pedagogis yang berpusat pada peserta didik. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penerapan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terbukti dapat mendorong pembelajaran sains yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual, sekaligus memperkuat kompetensi berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif peserta didik.
INOVASI BIOREMEDIASI DALAM MENGATASI PENCEMARAN LINGKUNGAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Kadir, St. Fatima; Ahqaf, Nurul Afifah; Hala, Yusminah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9939

Abstract

ABSTRAK Peningkatan pencemaran lingkungan global oleh hidrokarbon, logam berat, dan polutan baru menuntut solusi pemulihan yang berkelanjutan mengingat keterbatasan metode fisik dan kimia konvensional. Bioremediasi hadir sebagai alternatif ramah lingkungan, tetapi temuan inovasi terbarunya masih terfragmentasi dalam berbagai literatur tanpa adanya kajian komprehensif yang mengevaluasi efektivitas gabungan teknologi tersebut. Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review (SLR) yang bertujuan untuk memetakan perkembangan inovasi bioremediasi terkini dan mengevaluasi efektivitas gabungan (hibridisasi) teknologinya. Metode penelitian mengadopsi protokol PRISMA dengan menelusuri pangkalan data Scopus (rentang tahun 2020–2026) yang secara sistematis menyaring dan menghasilkan 18 artikel jurnal relevan untuk dianalisis secara tematik. Hasil sintesis literatur menunjukkan adanya pergeseran paradigma bioremediasi dari pendekatan konvensional yang cenderung mengandalkan agen biologis tunggal dan proses yang terpisah, menuju pendekatan terintegrasi berbasis sistem hibrida yang mengombinasikan mikroba indigen, strategi peningkatan bioavailabilitas, serta teknologi rekayasa modern. Pergeseran ini tercermin dalam empat temuan utama, yaitu: (1) eksplorasi galur mikrobioma lokal (indigen), (2) pemanfaatan agen pemicu ketersediaan polutan (bioavailabilitas) seperti biosurfaktan dan quorum-sensing, (3) hibridisasi sistem biologis dengan rekayasa modern (seperti modifikasi genom CRISPR-Cas9 dan Sistem Bioelektrokimia Mikroba), serta (4) identifikasi tantangan implementasi dan kesenjangan adopsi teknologi di tingkat lokal. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi keempat inovasi mutakhir tersebut menjadikan bioremediasi sebagai salah satu intervensi yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan dalam pemulihan ekosistem, sehingga mampu mencegah kerusakan ekologi jangka panjang. Pendekatan ini berimplikasi pada peningkatan efisiensi degradasi polutan, pengurangan risiko polusi sekunder, serta percepatan pemulihan kualitas lingkungan.