Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Study of Physical-Chemical Characteristic in Dyeing with Teak Leaf Extract: The Role of Post-Mordant and Alkaline Solution Cahyaningtyas, Hilmi Amanah Aditya; Vera, Ade; Mulyani, Rr Wiwiek Eka
Sainteks: Jurnal Sain dan Teknik Vol 7 No 01 (2025): Maret
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/sainteks.v7i01.797

Abstract

Teak leaf extract has potential as a natural dye for dyeing textile materials because it contains many natural pigments. The exhaust method was used to dye cotton woven fabric with teak leaf extract at 40 oC in an alkaline solution (pH 10). The dyed fabric then proceeded to the postmordant process with a comparison of alum and ferrosulfate variations. Evaluation of physical and chemical characteristics was carried out by testing color fastness and evenness, color space, and color fastness to washing and rubbing. According to the results, ferrosulfate mordant provided the highest values for color fastness and evenness (K/S 1.4805 and SD 0.0055) in comparison to alum (K/S values of 0.2857 and SD 0.0077). Alum mordant created a color space of a* +5.36 and b* +3.75, while ferrosulphate mordant produced a* +0.55 and b* +7.86. Both mordants received good ratings (4-5) for color fastness to washing. Alum had a good color fastness rating (4-5) while ferrosulfate received a rating of (4).
MENINGKATKAN KINERJA PENCELUPAN KAPAS: MENGEKSPLORASI PENGARUH PH ASAM PADA LARUTAN PENCELUPAN EKSTRAK DAUN JATI DAN EFEK POST MORDANTING Cahyaningtyas, Hilmi Amanah Aditya; Vera, Ade; Mulyani, Rr. Wiwiek Eka
Texere Vol 22, No 1 (2024): Texere Volume 22 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v22i1.04

Abstract

Daun Jati merupakan jenis tumbuhan yang berpotensi diaplikasikan sebagai zat warna alami tekstil. Memiliki pigmen tanin dan antosianin membuat daun jati dapat menghasilkan warna yang variatif dan menarik. Pencelupan dilakukan dengan metode exhaust pada kain tenun kapas, 40 oC dalam suasana asam (pH 4). Guna memperoleh ikatan kimia antar zat warna dan serat setelah pencelupan, dilakukan proses mordanting dengan melihat pengaruh zat mordan berbeda menggunakan tawas dan ferrosulfat. Evaluasi yang dilakukan pada kain hasil pencelupan ialah ketuaan, kerataan, arah warna, serta ketahanan luntur warna akibat pencucian dan gosokan. Hasil evaluasi menunjukan penambahan mordan ferrosulfat memiliki nilai ketuaan warna tertinggi dengan K/S 1,6692 dibandingkan dengan tawas dengan nilai K/S 0,3526. Arah warna pada mordan tawas diperoleh nilai a* +1,62 dan b* -1,2, serta pada ferrosulfat didapatkan nilai a* -3,9 dan b* +4,86. Ketahanan luntur warna berdasarkan pencucian menggunakan grey and staining scale dengan penggunaan kedua mordan mendapatkan nilai baik (4-5) dan berdasarkan gosokan kering dan basah dengan nilai baik hingga cukup baik. Dengan penambahan mordan diketahui dapat meningkatkan nilai ketahanan luntur warna terhadap pencucian maupun gosokan.