Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Pembangunan Konservasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Guna Menciptakan Desa Maju di Desa Dukuh Karanganyar Fawwaz, Zulfa Kamila Al; Nasywa, Nabila Luthfiana; Persada, Tashila Zahra; Utama, Haya Nabilah; Rahmallia, Ega; Sukamto, Dandi Febrian; Chandrika, Nasha Lulut; Amani, Khalisa Dhiya; Rahmadhani, Ajeng; Damayanti, Alida Rahmalia; Adha, Dinda Caesaria; Sari, Aisah Kensar Nawang Wulan; Azizah, Rauhillah Nurul; Ramadhan, Muhammad Reza; Niam, Muhammad Labib Qotrun; Wahyuni, Arifah Sri
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.16466

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat alternatif yang bisa mengobati aneka ragam penyakit. Desa Dukuh merupakan desa yang terletak di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini memiliki berbagai potensi tapi belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang dibuktikan dengan banyaknya lahan pekarangan dan lahan kas desa yang belum dimanfaatkan. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu pembangunan konservasi TOGA guna optimalisasi potensi desa, pembangunan masyarakat yang kreatif, peningkatan mutu kesehatan, dan pengembangan masyarakat cerdas. Metode pelaksanaan kegiatan program pengabdian oleh PPK Ormawa yang dilakukan dalam pembangunan konservasi TOGA yaitu berupa: 1) Survei lahan kosong 2) Persiapan lahan dan pengolahan lahan 3) Persiapan bahan 4) Pemupukan tanah hingga penanaman bibit. Kegiatan ini melibatkan masyarakat Desa Dukuh dan aparatur desa serta kelompok-kelompok pendukung seperti PKK, BUMDES, dan Karang Taruna desa. Hasil dari kegiatan pengabdian yaitu terbentuknya dua kawasan konservasi TOGA.
Medication Adherence and Quality of Life in Patients With Depression at Psychiatric Hospital in Surakarta, Indonesia Yulianti, Tri; Adha, Dinda Caesaria
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Volume 22, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v22i2.13964

Abstract

Non-adherence to depression treatment may result in elevated risk of disease development, morbidity, and premature mortality, along with a deterioration in quality of life. This study is to investigate the correlation between medication adherence and quality of life among patients with depression receiving treatment in a psychiatric hospital in Surakarta, Indonesia. This cross-sectional quantitative study on depression was undertaken at the Psychiatric Hospital in Surakarta from March to June 2025. The instruments employed were the MARS-10 and WHOQoL-BREF questionnaires, both of which were translated into Indonesian. Spearman’s rho was used to assess the correlation between medication adherence and quality-of-life ratings. SPSS 29 was used to analyse, with a p-value < 0.05 deemed significant. Of the 110 patients who participated, the majority were aged 18-35 years (51.8%), female (51.8%), had 12 years of education or more (62.7%), and were unmarried (57.3%). A majority were employed (59.1%), received treatment for 6-12 months (46.4%), and exhibited no comorbidities (90.9%). The mean treatment adherence score among patients was 8.15 ± 2.02. Sixty-three patients (57.3%) demonstrated good adherence to their medication. The correlation test results between treatment adherence and the quality of life in patients with depression indicated a statistically significant relationship (p < 0.001; r = 0.550). Increased adherence to medication correlates positively with improved quality of life in patients suffering from depression.