Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : abdimas langkanae

Menyulam Tradisi dalam Sajian Manre Samampa sebagai Wajah Kuliner Budaya Lokal Tsamratul’aeni, Tsamratul’aeni; Abdullah Syukur
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.611

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi dan menguatkan identitas kuliner lokal melalui pelestarian tradisi Manre Samampa sebagai bagian dari kearifan budaya masyarakat Tana Luwu khususnya kalangan mahasiswa. Manre Samampa tidak sekadar praktik konsumsi bersama, tetapi merepresentasikan nilai kebersamaan, kesyukuran, solidaritas social antar mahasiswa, serta etika penghormatan dalam struktur adat. Namun, arus globalisasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat modern menyebabkan tradisi ini mulai tergerus dan kurang dikenal oleh generasi muda. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif berupa sosialisasi nilai filosofis Manre Samampa, pelatihan penyajian kuliner tradisional berbasis higienitas dan estetika modern, kemudian dikemas dalam video sosialisasi budaya terkait sebagai potensi ekonomi kreatif local selain ragam budaya itu sendiri. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi praktik, diskusi kelompok, dan evaluasi berbasis refleksi budaya. Sasaran kegiatan adalah mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah Budaya, Etika dan Karakter Tana Luwu program Studi Informatika, Fakultas Teknik Komputer yang sebagai pemuda, dan praktisi  budaya lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap makna simbolik sajian Manre Samampa, keterampilan dalam pengolahan dan penyajian makanan tradisional yang lebih inovatif tanpa meninggalkan nilai adat, serta tumbuhnya kesadaran menjadikan tradisi kuliner sebagai identitas budaya sekaligus peluang ekonomi. Dengan demikian, pengabdian ini berkontribusi dalam menyinergikan pelestarian tradisi dan penguatan kemandirian ekonomi berbasis budaya lokal.