Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Retorika dalam Pidato Perpisahan Presiden Joko Widodo: Harapan untuk Indonesia Emas 2045 Karim, Nur Awalia; Subula, Rahmiyati; Maku, Nur Anisa; Djelema, Sartika; Dehiyo, Wardatul Magfirah; Pongoliu, Yulianti; Dama, Yunus
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 15, No 1 (2025): (Januari 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v15i1.30786

Abstract

At the end of his term, President Joko Widodo delivered his final State of the Nation Address at the Nusantara Building of the MPR/DPR/DPD, Jakarta on Friday, August 16, 2024. In this regard, this study will analyze the rhetoric of President Jokowi which contains hopes for a golden Indonesia 2045. This research is conducted with a qualitative approach and uses an analytical descriptive method, which identifies the rhetorical techniques applied in the speech entitled Hope for a Golden Indonesia 2045. The analysis was conducted to explore the message, structure, and language style used as well as to find out how the speech can influence the audience, as well as the meaning contained in the speech, in order to understand President Jokowi's efforts in conveying hope for Indonesia's future on YouTube live broadcasts. The results of this study show that the speech delivered by President Joko Widodo succeeded in persuading the audience by loading the three elements of rhetoric, namely ethos, logos, and phatos according to Aristotle. President Joko Widodo's speech titled “Hope for a Golden Indonesia 2045” uses effective rhetorical techniques, including an organized structure, simple word choice, and elements of ethos, logos, and pathos.
Pandangan Dunia Pengarang Dalam Kumpulan Puisi “Tirani dan Benteng” Karya Taufik Ismail: Kajian Strukturalisme Genetik Lucian Gooldman: Penelitian Kadir, Herson; Djelema, Sartika; D. Daad, Rahman; Abelia Noho, Sri; Djalilu, Yusrin; Hino, Karmila
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan dunia pengarang dalam kumpulan puisi “Tirani dan Benteng” karya Taufik Ismail dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa karya sastra tidak hanya merupakan hasil kreativitas individual, tetapi juga merepresentasikan kesadaran kolektif kelompok sosial tertentu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Data penelitian berupa teks puisi dalam kumpulan “Tirani dan Benteng” yang dianalisis melalui dua tahapan, yaitu analisis struktur intrinsik puisi dan analisis hubungan struktur puisi dengan struktur sosial masyarakat yang melahirkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan dunia pengarang dalam “Tirani dan Benteng” merepresentasikan sikap kritis terhadap kekuasaan yang represif serta keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Struktur konflik dalam puisi memiliki homologi dengan struktur sosial-politik Indonesia pada dekade 1960-an, khususnya dalam konteks demonstrasi mahasiswa, krisis ekonomi, dan kekerasan politik pasca peristiwa G30S/PKI. Taufik Ismail tampil sebagai artikulator kesadaran kolektif mahasiswa, rakyat kecil, dan kaum terdidik yang menolak penindasan. Dengan demikian, “Tirani dan Benteng” tidak hanya berfungsi sebagai karya estetik, tetapi juga sebagai medium kritik sosial dan kesaksian moral terhadap realitas zamannya.