Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Literasi Kesehatan tentang Anemia pada Remaja Puteri sebagai Pencegahan Dini Kejadian Stunting di SMAN 9 Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda Sari, Rita Puspa; Ruminem, Ruminem; Syahrun, Syahrun; Rahmatia, Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.17811

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa peningkatan literasi yang dilakukan berupa pemberian edukasi tentang Pencegahan Anemia Pada Remaja telah dilakukan  pada siswi  SMAN 9 Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda sebanyak 150 siswa. Kegiatan edukasi ini dilakukan pada remaja karena perkembangan saat remaja sangat menentukan kualitas seseorang untuk menjadi individu dewasa. Masalah gizi yang terjadi pada masa remaja akan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit di usia dewasa serta beresiko melahirkan generasi yang bermasalah gizi. Tujuan pelaksanaan kegiatan  ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan atau meningkatkan pengetahuan siswi-siwi SMA N 9 tentang anemia, diharapkan dengan pengetahuan yang diperoleh mampu melakukan pencegahan kejadian anemia. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 02 Agustus tahun 2023 di SMAN 9 Kelurahan Lempake Kecamatan Lempake,  Kota Samarinda pada siswi kelas 11 dan 12 sebanyak 150 orang. Kegiatan edukasi dilakukan dalam bentuk ceramah dengan menyampaikan informasi tentang anemia dan upaya pencegahannya yang dapat dilakukan oleh para remaja puteri, yang dilanjutkan dengan evaluasi secara langsung dengan perwakilan siswi sasaran, dengan respon partisipan mengatakan akan berupaya mengikuti ajaran pola makan yang baik untuk remaja salah satu cara mencegah anemia. Kata Kunci: Literasi, Anemia, Remaja Puteri,   ABSTRACT Community Service activities in the form of increasing literacy in the form of providing education on the Prevention of Anemia in Adolescents have been carried out for female students of SMAN 9, North Samarinda District, Samarinda City as many as 150 students. This educational activity was carried out in adolescents because development during adolescence determines the quality of a person to become an adult individual. Nutritional problems that occur during adolescence will increase susceptibility to disease in adulthood and risk giving birth to a generation with nutritional problems. The purpose of this activity is to provide knowledge and or increase the knowledge of SMA N 9 students about anemia, it is hoped that with the knowledge gained they will be able to prevent anemia. This activity was carried out on August 02, 2023 at SMAN 9, Lempake Village, Lempake Subdistrict, Samarinda City on grade 11 and 12 students as many as 150 people. Educational activities were carried out in the form of lectures by conveying information about anemia and prevention efforts that can be carried out by adolescent girls, followed by direct evaluation with representatives of target schoolgirls, with participant responses saying they would try to follow the teachings of a good diet for adolescents as a way to prevent anemia.  Keywords: Literacy, Anemia, Adolescent Girls
The Relationship Between Mother’s Characteristics and the Development of Preschool-Aged Children at Cakrawala Kaki Langit and Kebun Kita Early Childhood Education Centers in Samarinda Sari, Rita Puspa; Rahmatia, Putri; Ruminem, Ruminem; KSW, Ida Ayu
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 9, No 1 (2026): JKPBK Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v9i1.28676

Abstract

AbstrakPerkembangan anak merupakan periode awal bertambahnya struktur dan fungsi tubuh menjadi lebih kompleks, yang meliputi kemampuan motorik halus, motorik kasar, berbicara, bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian, berupa proses aktif dan unik bagi setiap anak yang terjadi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik ibu dan perkembangan anak usia pra sekolah. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. sampel sebanyak 57 orang, menggunakan proportional stratified random sampling dari populasi PAUD Cakrawala langit 34 orang dan dari PAUD Kebun kita 99 orang. Instrumen penelitian ini adalah Kuesioner karakteristik dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Variabel independen adalah Karakteristik Ibu, sedangkan variabel dependen adalah Perkembangan anak usia PAUD yang diukur dengan kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden Anak, merupakan Anak Perempuan 35 responden ( 61,40   ) dan berusia 5 tahun  sebanyak 23 responden (40,35%), dan mayoritas responden Ibu berusia 26- 35 sebanyak 36 responden (63,16%), Pendidikan SMA/ sederajat sebanyak 22 responden (38.60%), Pekerjaan Ibu rumah tangga 37 orang (64.91%) dan Mayoritas perkembangan anak yang sesuai (S) 48 responden (84,21)  . Hasil uji statistik Hubungan karakteristik anak dengan perkembangan diperoleh nilai p value = 0,004 (α < 0,05) dan hubungan karakteristik Ibu dengan perkembangan anak  diperoleh nilai nilai p value = 0,0043 (α < 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan antara Karakteristik Anak dan Ibu dengan Perkembangan Anak. Disimpulkan bahwa Karakteristik usia dan jenis kelamin dan karakteristik Ibu usia, pendidikan dan pekerjaan berhubungan dengan perkembangan anak usia PAUD.Kata kunci: Karakteristik Ibu; Perkembangan anak; Usia PAUD AbstractChild development is the early period during which the body’s structure and functions become more complex, encompassing fine motor skills, gross motor skills, speech, language, as well as socialization and independence—an active and unique process for each child that occurs continuously. This study aims to analyze the relationship between maternal characteristics and the development of preschool-aged children. The research design used was a quantitative observational-analytical study with a cross-sectional approach. The sample consisted of 57 participants, selected using proportional stratified random sampling: 34 from the Cakrawala Langit Early Childhood Education Center and 99 from the Kebun Kita Early Childhood Education Center. The research instruments were a Maternal Characteristics Questionnaire and a Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP). The independent variable was maternal characteristics, while the dependent variable was the development of preschool-aged children, measured using the Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP). Data analysis employed the chi-square test. The results showed that the majority of child respondents were girls, totaling 35 respondents (61.40%), and 23 respondents (40.35%) were 5 years old. The majority of mother respondents were aged 26–35, totaling 36 respondents (63.16%), with 22 respondents (38.60%) having a high school or equivalent education, 37 respondents (64.91%) being homemakers, and the majority of children showing appropriate development (S), totaling 48 respondents (84.21%). The results of the statistical test examining the relationship between children’s characteristics and their development showed thatKeywords: Mother’s characteristics; Child development; Early childhood education age