This Author published in this journals
All Journal EMAS
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH CELEBRITY WORSHIP, HEDONIC SHOPPING MOTIVATION, DAN MATERIALISME TERHADAP COMPULSIVE BUYING (Studi Kasus Pembelian Merchandise NCT di Bali) Mayuli, Putu Dinda Laksmita; Mitariani, Ni Wayan Eka; Hendrawan, I Gede Yudhi
EMAS Vol. 6 No. 3 (2025): EMAS
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/emas.v6i3.10967

Abstract

Pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat membuat segala bentuk informasi dapat dengan mudah diakses dari mana saja. Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang dari budaya yang berbeda akan berinteraksi dan mempengaruhi perubahan perilaku konsumen masa kini. Salah satu contohnya adalah masuknya budaya Korea Selatan ke Indonesia, yang dikenal dengan istilah Korean wave atau Hallyu, yang menyebabkan perubahan perilaku pembelian konsumen. Melalui pemujaan terhadap selebriti, motivasi belanja hedonis, dan materialisme, faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi pembelian kompulsif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak dari celebrity worship, hedonic shopping motivation, dan materialism terhadap compulsive buying, khususnya pada kasus pembelian merchandise NCT di Bali. Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota komunitas NCTEAZENBALI. Sampel terdiri dari 193 orang penggemar, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa celebrity worship berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelian kompulsif, motivasi belanja hedonis berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelian kompulsif, dan materialisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelian kompulsif. Disarankan agar anggota masyarakat lebih mengontrol perilaku pembelian kompulsif dan menyadari konsekuensi dari pembelian kompulsif yang berlebihan. Penelitian ini dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya dengan menambahkan variabel baru atau memperluas ruang lingkup pada komunitas lain.