Nugraha, Candra Nurdin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Strategi Content Marketing Terhadap Brand Awareness di Sosial Media Tiktok @rucas.official Febriani, Nadia Suhaila; Nugraha, Candra Nurdin; Sutrisno, Nikki Ariela Stefania; Aulina, Lina
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 3 No. 1 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v3i1.1093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pengaruh konten marketing terhadap brand awareness Rucas, dengan fokus pada platform TikTok. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 80 responden yang mengikuti akun TikTok @rucas.official dan telah berinteraksi dengan konten pemasaran Rucas. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan nilai t hitung lebih dari t tabel (8.428 > 1.990) dengan signifikansi sig konten marketing 0,001 < α (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa konten marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Semakin efektif strategi konten marketing yang dilakukan, semakin tinggi pula tingkat brand awareness yang tercapai.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TEKSTIL MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA DEPARTEMEN DYEING AND FINISHING PERUSAHAAN TEKSTIL Nugraha, Candra Nurdin; Arifianti, Ria; Tresna, Pratami Wulan
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.68954

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian kualitas produk tekstil serta membandingkan pengendalian kualitas internal perusahaan dengan pendekatan Six Sigma pada departemen dyeing and finishing. Permasalahan penelitian berangkat dari kondisi tingkat kecacatan yang berfluktuasi dan pada periode tertentu melebihi batas toleransi perusahaan, meskipun sistem pengendalian kualitas internal telah diterapkan. Secara ilmiah, kondisi tersebut menunjukkan adanya gap antara kepatuhan standar mutu dan kemampuan sistem dalam mengendalikan variasi proses. Metode yang digunakan adalah Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Tahap define mengidentifikasi cacat dominan dan karakteristik kualitas kritis, tahap measure mengukur kinerja melalui Defects Per Million Opportunities (DPMO) dan level sigma, tahap analyze menggunakan diagram Pareto dan diagram sebab akibat untuk menentukan akar penyebab, tahap improve menerapkan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menetapkan prioritas perbaikan berdasarkan Risk Priority Number (RPN), serta tahap control merancang checksheet dan evaluasi berkala guna menjaga keberlanjutan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian kualitas internal masih berorientasi pada inspeksi akhir sehingga belum sepenuhnya menjaga stabilitas proses. Six Sigma memberikan pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis data, sehingga memperkuat pengendalian variasi proses dan mendukung perbaikan berkelanjutan. This study aims to analyze textile product quality control and compare the company’s internal quality control system with the Six Sigma approach in the dyeing and finishing department. The research problem arises from fluctuating defect rates that exceeded the company’s tolerance limit in certain periods, even though an internal quality control system has been implemented. Scientifically, this indicates a gap between compliance with quality standards and the system’s ability to control process variation. The study applies the Six Sigma DMAIC framework (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control). The Define phase identifies dominant defects and critical-to-quality characteristics. The Measure phase evaluates process performance using Defects Per Million Opportunities (DPMO) and sigma level. The Analyze phase employs Pareto charts and cause-and-effect diagrams to determine root causes of defects. The Improve phase uses Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) to prioritize corrective actions based on Risk Priority Number (RPN). The Control phase designs checksheets and periodic evaluations to ensure sustainability of improvements. The results show that the company’s internal quality control remains largely inspection-oriented and has not fully ensured process stability. In contrast, Six Sigma provides a more systematic, data-driven approach that strengthens process variation control and supports continuous improvement.