Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Dampak Bullying dengan Perkembangan Sosial pada Siswa MTs Negeri Haq, Baihaqi Izzul; Rochmawati, Dwi Heppy; Susanto, Wigyo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.5889

Abstract

Bullying merupakan prilaku agresif yang dapat berdampak negatif pada perkembangan sosial individu. Bullying dapat menyebabkan rendahnya kepercayaan diri, kesulitan dalam berinteraksi, serta peningkatan resiko isolasi sosial. Siswa yang mengalami bullying cenderung menarik diri dari lingkungan sosial, mengalami kecemasan dan memiliki hambatan dalam membangun hubungan yang sehat. Dampak jangka panjangnya meliputi gangguan emosional dan psikologis yang dapat mempengaruhi perkembangan sosial mereka di masa depan. Bullying memiliki korelasi negatif dengan perkembangan sosial siswa, oleh karena itu diperlukan intevensi dari sekolah, keluarga dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung agar siswa dapat berkembang secara sosial tanpa hambatan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui hubungan antara dampak bullying dengan perkembangan sosial pada siswa mts negeri 1 demak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross sectional. Sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 170 responden dari 296 total siswa yang diperoleh dari metode purposive sampling. Data diperoleh dengan mengaplikasikan lembar kuesioner yang diisi oleh responden secara sukareladan tanpa paksaan. Penelitian ini menerapkan uji korelasi spearman rank untuk mencari korelasi antara variabel. Hasil dari penelitian ini sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki dengan usia 13 tahun terbanyak. Hampir sebagian siswa MTs Negeri 1 Demak adalah mengalami tingkat bullying sedang. Hasil analisis juga menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dampak bullying dengan perkembangan sosial (r = 0,956, p 0,001 < 0,5). Dari hasil uji statistic dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara dampak bullying dengan perkembangan sosial pada siswa.
EDUKASI PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA DAN PERUNDUNGAN BERBASIS HIFDZ AN-NAFS UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL SISWA SMP Abrori, Abrori; Praptawati, Destary; Haq, Baihaqi Izzul; Suudi, Ika Nur Aliffiyah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8617

Abstract

ABSTRACT Juvenile delinquency and bullying are serious problems at the junior high school level that adversely affect students’ mental health. Therefore, preventive approaches that emphasize moral values and the protection of life are essential for creating a safe and supportive school environment. This community service program aimed to improve students’ knowledge, attitudes, and awareness in preventing juvenile delinquency and bullying through value-based training preceded by a needs assessment at SMP Negeri 1 Sumowono. The program employed a participatory educational approach using a pretest–posttest design. A total of 62 students participated, comprising 22 male and 40 female students. The intervention was delivered through counseling sessions, group discussions, and value reflection activities integrating topics on juvenile delinquency, bullying, psychological impacts, mental health, and the principles of Hifdz An-Nafs. Data were collected using knowledge and attitude questionnaires and student participation observation sheets and were analyzed using descriptive quantitative methods. The results indicated a significant improvement in students’ knowledge and attitudes following the intervention. The average level of knowledge increased by 39.1%, with the greatest improvement observed in students’ understanding of Hifdz An-Nafs values. The proportion of students with a good level of knowledge increased from 35.5% to 79.0%. In addition, positive attitudes toward bullying prevention and responsibility for maintaining mental health also showed a meaningful increase. In conclusion, value-based training on the prevention of juvenile delinquency and bullying grounded in a needs assessment is effective in enhancing students’ knowledge, attitudes, and mental health awareness and is relevant for development as a sustainable preventive strategy in school settings. ABSTRAK Kenakalan remaja dan perundungan merupakan permasalahan serius pada tingkat Sekolah Menengah Pertama yang berdampak terhadap kesehatan mental siswa. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pencegahan yang menekankan nilai moral dan perlindungan jiwa untuk membangun lingkungan sekolah yang aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran siswa dalam mencegah kenakalan remaja dan perundungan melalui pelatihan berbasis nilai yang didahului oleh Need assessment di SMP Negeri 1 Sumowono. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif partisipatoris dengan desain pretest–posttest. Peserta berjumlah 62 siswa, terdiri atas 22 siswa laki-laki dan 40 siswa perempuan. Intervensi diberikan melalui penyuluhan, diskusi kelompok, dan refleksi nilai yang mengintegrasikan materi kenakalan remaja, perundungan, dampak psikologis, kesehatan mental, serta prinsip Hifdz An-Nafs. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap serta lembar observasi partisipasi siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap siswa setelah pelatihan. Rata-rata pengetahuan meningkat sebesar 39,1%, dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman nilai Hifdz An-Nafs. Proporsi siswa dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 35,5% menjadi 79,0%. Selain itu, sikap positif terhadap pencegahan perundungan dan tanggung jawab menjaga kesehatan mental juga mengalami peningkatan yang bermakna.Pelatihan pencegahan kenakalan remaja dan perundungan berbasis Need assessment efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran kesehatan mental siswa, serta relevan untuk dikembangkan sebagai strategi preventif berkelanjutan di lingkungan sekolah.