Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Penurunan Kasus TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kresek Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten Sanjaya, Juliana; Drew, Clement
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.57676

Abstract

data at the Kresek Community Health Center, the number of tuberculosis cases increased from January to May. Seeing this, it is necessary to carry out a community diagnosis approach to further analyze and identify the factors causing the increase in cases of pulmonary tuberculosis so that immediate intervention can be carried out to prevent the spread and reduce the number of new cases of pulmonary tuberculosis in the working area of the Kresek Community Health Center, Tangerang Regency. Objective: To enhance public awareness of TB, proper coughing, and handwashing within the Kresek Community Health Center’s operational area. Method: Utilizing the Blum Paradigm for community diagnosis to identify underlying causes, conducting mini-seurveys to gather data, the non-scoring Delphi method to prioritize problem, and fishbone diagrams to determine root causes of issues. Interventions include education on TB, cough etique and handwashing steps. Intervention is monitored using the Plan-Do-Check-Action (PDCA) cycle, along with systemic approach to evaluation. Results: Lifestyle factors was contributing to hig TB cases according to the Blum Paradigm. Intervention I (Pulmonary TB) outcomes indicate 29 participants (80,5%) experienced an improvement in post-test score compared to pre-test, wiht 32 participants (88,9%) achieving a post-test score ≥70. Intervention II (PHBS) outcomes indicate 34 participant (94,4%) showed an improvement in post-test score compared to pre-test, and 35 participants (97,2%) achieved a post-test score ≥70 and 6 randomly selected participants executed all two demonstration. Conclusion: There has been an improvement in knowledge regarding pulmonary TB, cough etiquette, and handwashing steps in the working area of Kresek Community Health Center.
HUBUNGAN ANTARA POSISI DALAM BEKERJA DENGAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA PABRIK Sanjaya, Juliana; Lumbantobing, Lamhot Asnir
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16124

Abstract

Nyeri Punggung Bawah merupakan masalah kesehatan yang paling sering menjadi penyebab keterbatasan aktivitas seseorang. Banyak faktor yang mempengaruhi nyeri punggung bawah, salah satunya adalah posisi bekerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian nyeri punggung bawah pada pekerja pada Pabrik X dan apakah ada hubungannya dengan posisi bekerja para pekerja di Pabrik X. Penelitian analitik korelatif tak berpasangan dengan pendekatan cross sectional ini dilakukan di Pabrik Bolu X di Magelang pada bulan Februari 2021 – April 2021. Penelitian ini menggunakan instrumen lembar skrining REBA (Rapid Entire Body Assessment) untuk menilai posisi bekerja dan lembar kuesioner ODI (Oswestry Dissability Index) untuk menilai nyeri punggung bawah. Pada penelitian ini didapatkan 50 responden, yang mayoritas adalah perempuan (94%), dengan mayoritas indeks massa tubuh adalah normal (98%), dan rata-rata usia 44,22 tahun. Responden dengan posisi bekerja risiko rendah didapatkan sebanyak 14% sedangkan responden dengan posisi bekerja risiko sedang sebanyak 82%. Responden dengan gangguan nyeri punggung bawah yang minimal disability ditemukan sebanyak 36%, sedangkan yang moderate disability sebanyak 64%. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan skor posisi bekerja yang paling rendah adalah 3 dan skor posisi bekerja yang paling tinggi adalah 8. Skor nyeri punggung bawah yang paling rendah adalah 12 dan skor nyeri punggung bawah yang paling tinggi adalah 28. Hasil uji korelasi (Spearman) didapatkan p value <0.001 (p value <0.05) antara posisi dan nyeri punggung bawah dan nilai koefisien korelasi didapatkan 0.532. Kesimpulan dari peneltian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara posisi bekerja dengan nyeri punggung bawah, serta terdapat arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi sedang antara kedua hal tersebut.