Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Anestesi Bebas Opioid pada Operasi Modified Radical Mastectomy Pamudji, Ivan Sebastian; Sidemen, I Gusti Putu Sukrana; Parami, Pontisomaya
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i3.57751

Abstract

Manajemen nyeri pada kanker payudara merupakan proses yang kompleks dan melibatkan berbagai faktor, di mana penggunaan opioid sering kali menjadi terapi standar. Meskipun opioid efektif untuk mengatasi nyeri, penggunaannya dapat menyebabkan efek samping seperti depresi pernapasan, nyeri kronik pascaoperasi, dan ketergantungan. Anestesia tanpa opioid (OFA) adalah teknik anestesi yang tidak menggunakan opioid sistemik, neuraksial, atau intrakavitas selama prosedur intraoperatif dan perioperatif. Laporan kasus ini membahas penerapan OFA pada mastektomi radikal modifikasi, dengan tujuan untuk mengeksplorasi alternatif pengelolaan nyeri yang lebih aman dan efisien bagi pasien kanker payudara. Metode yang digunakan dalam laporan ini adalah observasi klinis pada pasien yang menjalani mastektomi radikal modifikasi dengan menggunakan OFA sebagai pendekatan anestesi utama. Hasil dari laporan ini menunjukkan bahwa penerapan OFA dapat memberikan pengelolaan nyeri yang efektif tanpa menambah risiko efek samping yang terkait dengan opioid. Kesimpulannya, pemahaman dan penerapan OFA dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan anestesi pada pasien bedah kanker, khususnya pada prosedur mastektomi radikal modifikasi.
Anestesi Bebas Opioid Untuk Total Abdominal Histerektomi Dengan Bisalfingoovorektomi: Optimalisasi Manajemen Nyeri dan Stabilitas Hemodinamik Pamudji, Ivan Sebastian; Aryasa, Tjahya; Sinardja, Cynthia Dewi; Hartawan, IGAG Utara
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3336

Abstract

Total abdominal histerektomi dan bilateral salpingo-ooforektomi (TAH-BSO) merupakan prosedur bedah mayor dengan kebutuhan analgesia yang kompleks. Anestesi bebas opioid (opioid-free anesthesia/OFA) semakin banyak digunakan untuk menghindari efek samping opioid seperti mual, muntah, depresi pernapasan, dan risiko ketergantungan. Laporan ini membahas penerapan teknik OFA pada pasien yang menjalani TAH-BSO dengan fokus pada manajemen nyeri, stabilitas hemodinamik, serta hasil klinis pascaoperasi. Seorang wanita 43 tahun dengan obesitas (BMI 38,28 kg/m2), hipertensi terkontrol, dan riwayat alergi opioid menjalani TAH-BSO. Pasien diklasifikasikan sebagai ASA III dengan risiko tinggi Obstructive Sleep Apnea (OSA). Induksi anestesi dilakukan dengan dexmedetomidine, propofol, dan atracurium. Teknik analgesia multimodal meliputi anestesi epidural dengan bupivakain 0,25% serta pemeliharaan anestesi menggunakan sevofluran <1 MAC, propofol, dan dexmedetomidine. Pasien mendapatkan analgesia pascaoperasi melalui infus epidural bupivakain 0,1% dan paracetamol oral. OFA menggunakan kombinasi agen anestesi multimodal untuk menggantikan opioid dalam manajemen nyeri perioperatif. Teknik ini terbukti mengurangi risiko PONV, meningkatkan stabilitas hemodinamik, serta menurunkan konsumsi analgesik pascaoperasi. Studi menunjukkan bahwa pasien yang menjalani OFA memiliki tingkat nyeri lebih rendah dan pemulihan lebih cepat dibandingkan dengan anestesi berbasis opioid. Pada kasus ini, pemilihan OFA dikarenakan adanya dugaan riwayat alergi opioid, serta untuk mengurangi risiko komplikasi pernapasan yang terkait dengan OSA. Teknik OFA efektif dalam manajemen anestesi pada pasien yang menjalani TAH-BSO, terutama pada individu dengan kontraindikasi opioid. Pendekatan ini memberikan kontrol nyeri yang optimal, mengurangi efek samping opioid, serta menjaga stabilitas hemodinamik intra dan pascaoperasi.