Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan kerja sama tim terhadap kinerja pegawai pada sebuah perusahaan keamanan di Kota ABC, Sumatera Utara. Masalah yang dihadapi oleh perusahaan adalah masalah rendanya kinerja pegawai yang terjadi di dau triwulan. Data kinerja pegawai menunjukkan penurunan dari triwulan pertama ke triwulan kedua akibat kurangnya kerja sama tim dan konflik antar pegawai yang terjadi diperusahaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan untuk memecahkan masalah penelitian yang terdiri dari dua siklus selama enam bulan. Populasi penelitian ini mencakup 293 ASN di Satuan Polisi Pamong Praja Kota Sibolga, terdiri dari 23 PNS dan 270 THL. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat signifikansi 5%, menghasilkan 169 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi kinerja dan teknik analisa data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian terdiri dari dua siklus. Pada siklus pertama, kerja sama tim belum berdampak signifikan pada kinerja pegawai akibat kesenjangan adaptasi. Namun, pada siklus kedua, peningkatan kerja sama tim berhasil meningkatkan kinerja dari 65 menjadi 78, mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu 75. Penelitian ini mampu memberikan kontribusi teoritis dengan memperkuat temuan sebelumnya tentang pengaruh kerja sama tim terhadap kinerja pegawai, serta kontribusi praktis melalui rekomendasi bagi perusahaan dalam meningkatkan sinergi tim antar pegawai dengan cara membuat pelatihan maupun acara yang mampu memperkuat kebersamaan anatar pegawai. Meskipun terdapat keterbatasan dalam hal waktu observasi dan belum mempertimbangkan faktor eksternal. Peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel kebijakan manajemen, kesejahteraan pegawai, dan kondisi lingkungan kerja.