Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Kemampuan Literasi Ilmiah Siswa dalam Materi Transfer Panas Kelas V di Sekolah Dasar Khilda Audina; Arie Widya Murni; Novaria Lailatul Jannah; Hikmah Luqiyah Kartikasari
DIDAKTIKA Vol 30 No 1 (2024): Volume 30 Nomor 1 Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/didaktika.v30i1.6896

Abstract

Thesis This aim For know influence of learning models based problem to ability literacy participant educate on the material displacement heat fifth grade school base . As for the background study This based on results interviews and observations carried out , where ability literacy science participant still studying in class V spelled out low as well as lack of understanding teacher towards various various learning models . Study This carried out at SDN Banjarkemantren 2 in the even semester year 2022/2023 teachings . Method research used _ is Pre Experimental Design with One Group Pretest-Posttest Design type . Sample in study is participant educate VA class totaling 31 participants educate . Instruments used _ form instrument test form question choice double as well as sheet observation teacher and participant activities students , data obtained from test choice double and observation related with ability literacy science . Data analysis used the normality test and t-test. Analysis results show that the data is normally distributed because sig value . > 0.05 and in the t- test with using paired sample t-test results sig value <0.05 at level significance 5% then can it is concluded that h0 is rejected and ha is accepted . This matter show that application of learning models based problem give influence to ability literacy science participant educate on the material displacement heat in class V school base
Integrasi Model Project Citizen dalam Pembelajaran IPAS untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Berbasis Isu Sosio-Sains Peserta Didik Sekolah Dasar Anfailul Aulia; Arie Widya Murni; Hikmah Luqiyah Kartikasari
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Project citizen terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan jenis one group pretest-posttest design serta analisis data menggunakan uji hipotesis paired sample t-test. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 19 peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar tes dan lembar observasi. Penerapan model Project citizen diawali dengan pemahaman konsep materi, kemudian dilanjutkan dengan identifikasi dan pemilihan masalah, pengumpulan data, pengembangan portofolio berupa poster, presentasi hasil portofolio, dan refleksi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis peserta didik meningkat dari 43,74 pada pretest menjadi 63,68 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Selain itu, diperoleh nilai N-Gain sebesar 0,35 yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project citizen mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik secara signifikan, meskipun tingkat peningkatannya masih berada pada kategori sedang.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SD Lailatus Saadah; Novaria Lailatul Jannah; Hikmah Luqiyah Kartikasari; Machfudzil Asror; Wahyu Maulida Lestari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.13397

Abstract

Critical thinking is one of the essential skills that need to be developed in science education at the elementary school level. However, observations indicate that the critical thinking skills of Grade IV students at SD Plus Cahaya Budaya are still relatively low. This study aims to describe the implementation and effectiveness of the Discovery Learning model in improving students’ critical thinking skills in science learning. This research employs a quantitative method using a Pre-Experimental design of the One-Group Pretest-Posttest type. The population and sample of the study consist of all Grade IV students at SD Plus Cahaya Budaya, totaling 14 students. Data collection techniques include observation and essay tests. The research instruments have undergone validity and reliability testing, yielding a Cronbach’s Alpha value of 0.762, which indicates that the instruments are reliable. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and the Paired Sample t-Test for hypothesis testing. The results show that the implementation of the Discovery Learning model was carried out systematically through the stages of stimulation, problem identification, data collection, data processing, verification, and generalization, which actively involved students in the learning process. Furthermore, the Discovery Learning model proved effective in improving students’ critical thinking skills, as indicated by the increase in the average score from 19.07 in the pretest to 36.43 in the posttest. The results of the Paired Sample t-Test showed a significance value of 0.000 < 0.05, meaning there is a significant difference between the pretest and posttest scores. Therefore, the Discovery Learning model is effective in improving the critical thinking skills of Grade IV students at SD Plus Cahaya Budaya in science learning. ABSTRAK Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas IV SD Plus Cahaya Budaya masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan dan efektivitas model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Eksperiment jenis One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh peserta didik kelas IV SD Plus Cahaya Budaya yang berjumlah 14 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes essay. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,762 yang menunjukkan bahwa instrumen reliabel. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dilaksanakan sesuai sintaks dengan tahapan stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai dari 19,07 pada pretest menjadi 36,43 pada posttest. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas IV SD Plus Cahaya Budaya pada pembelajaran IPA.
Implementasi Metode Inquiry dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV SDN Mojoruntut II Pada Mata Pelajaran IPS Materi Bentang Alam dan Ragam Budaya Indonesia Dina Maulidda Is Karomah; Ilmiyatus Salsabila; Jannah Putri Silvia Larasati; Rif’atul Lathifa; Zuyyin Sa Zulfi; Hikmah Luqiyah Kartikasari; Arie Widya Murni
Journal of Science and Education Research Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Science and Education Research
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jser.v5i1.393

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana metode inquiry digunakan untuk meningkatkan pembelajaran ilmu sosial tentang bentang alam dan keragaman budaya Indonesia bagi siswa kelas IV di SDN Mojoruntut II. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain pra-eksperimental yaitu one shot case study. Dengan menggunakan teknik sampel lengkap, 16 siswa dipilih sebagai subjek penelitian. Tes dengan instrumen berupa lembar penilaian aktivitas belajar siswa digunakan sebagai bagian dari metode pengumpulan data. Uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan hipotesis dilakukan. Uji hipotesis menggunakan Uji one sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dan setiap instrumen dianggap valid dan reliabel. Uji hipotesis menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,615 > 0,05, yang menunjukkan bahwa H₀ diterima dan Hₐ ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata antara rata-rata aktivitas belajar siswa dan nilai referensi yang ditetapkan setelah penerapan pendekatan inquiry. Secara deskriptif, penggunaan pendekatan inquiry mampu mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pendidikan. Dengan demikian, meskipun diperlukan lebih banyak penelitian dengan desain eksperimental yang lebih kuat, teknik inquiry berpotensi untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa.
Implementasi Model Project Based Learning dan Capaian Kemampuan Pemecahan Masalah Kelas V SDN Mojoruntut II Rizka Dewi Maslakha; Chusnul Khotimah; Nur Widiawati; Zayyun Sa Zulfa; Arie Widya Murni; Hikmah Luqiyah Kartikasari
Journal of Science and Education Research Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Science and Education Research
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jser.v5i1.395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Project Based Learning (PjBL) serta capaian kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V SDN Mojoruntut II pada materi sistem organ tubuh manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen jenis one-shot case study. Subjek penelitian terdiri atas 22 siswa kelas V SDN Mojoruntut II. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah yang telah diuji validitas dan reliabilitas pada siswa kelas VI. Data dikumpulkan melalui posttest dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta statistik inferensial. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh butir soal dinyatakan valid, sedangkan uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,678 yang termasuk kategori reliabel. Uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Selanjutnya, uji One-Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,140 (> 0,05), sehingga secara statistik rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa tidak berbeda signifikan dari nilai acuan yang ditetapkan. Meskipun demikian, pembelajaran berbasis proyek memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran IPA.
Implementasi Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Melalui Praktik Jual Beli untuk Meningkatkan Pemahaman Nilai dan Fungsi Mata Uang pada Siswa Kelas III SD Mojoruntut II Rizka Dewi Maslakha; Chusnul Khotimah; Nur Widiawati; Zayyun Sa Zulfa; Hikmah Luqiyah Kartikasari; Arie Widya Murni
Journal of Science and Education Research Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Science and Education Research
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jser.v5i1.396

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemahaman siswa kelas tiga SD Mojoruntut II mengenai nilai dan fungsi uang setelah diterapkan model Contextual Teaching and Learning (CTL) melalui kegiatan jual beli di kantin sekolah. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus satu kali dan metodologi kuantitatif. Siswa kelas tiga SD Mojoruntut II dijadikan subjek penelitian. Tes hasil belajar digunakan untuk pengumpulan data, termasuk uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan hipotesis menggunakan program IBM SPSS. Dengan nilai Alpha Cronbach sebesar 0,781 menunjukkan tingkat reliabilitas yang tinggi, temuan menunjukkan bahwa instrumen penelitian dianggap valid dan reliabel. Uji normalitas Shapiro-Wilk mengungkapkan bahwa data memiliki distribusi normal. Selain itu, temuan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang nilai dan tujuan uang dipengaruhi secara positif oleh implementasi model CTL melalui prosedur jual beli di kantin sekolah. Oleh karena itu, model ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pembelajaran.
PENGARUH MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MATERI MAGNET DAN LISTRIK MELALUI GENERATOR SEDERHANA KELAS V SDI Khoiriyah Khoiriyah; Arie Widya Murni; Hikmah Luqiyah Kartikasari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.14182

Abstract

This study was motivated by the low level of students' critical thinking skills, which was attributed to the dominance of conventional teacher-centered learning. This condition limited students' active participation in the learning process, resulting in insufficient opportunities to analyze, evaluate, and construct conceptual understanding. This study aimed to examine the effect of the Guided Discovery Learning model on students' critical thinking skills. A quantitative approach with a Quasi-Experimental Design using a Non-Equivalent Control Group Design was employed. The sample consisted of 25 students in the experimental class and 25 students in the control class. Data were collected using pretest and posttest instruments. Data analysis included the Shapiro–Wilk normality test, Levene's Test for homogeneity, and the Independent Samples t-test. The results showed that the mean pretest score of the control class was 47.64, while that of the experimental class was 55.76. After the treatment, the mean posttest score increased to 56.96 in the control class and 72.96 in the experimental class. The normality test indicated that all data were normally distributed, while the homogeneity test produced a significance value of 0.956 (p > 0.05), indicating homogeneous variances. Furthermore, the Independent Samples t-test yielded a t-value of -7.706 with a significance value of 0.000, indicating a significant effect of the Guided Discovery Learning model on students' critical thinking skills. Therefore, the Guided Discovery Learning model can be considered an effective instructional alternative for improving elementary school students' critical thinking skills on the topic of magnets and electricity. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa yang disebabkan oleh dominasi pendekatan pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru (teacher-centered learning). Kondisi tersebut mengakibatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran belum optimal sehingga kemampuan mereka dalam menganalisis, mengevaluasi, dan mengonstruksi pemahaman terhadap materi pembelajaran masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan model pembelajaran Guided Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan Quasi Experimental Design berbentuk Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 25 siswa pada kelas eksperimen dan 25 siswa pada kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes berupa pretest dan posttest. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene's Test, dan uji hipotesis menggunakan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest kelas kontrol sebesar 47,64, sedangkan kelas eksperimen sebesar 55,76. Setelah diberikan perlakuan, rata-rata nilai posttest kelas kontrol meningkat menjadi 56,96, sedangkan kelas eksperimen meningkat menjadi 72,96. Hasil uji normalitas menunjukkan seluruh data berdistribusi normal, sedangkan uji homogenitas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,956 (p > 0,05), sehingga varians kedua kelompok dinyatakan homogen. Hasil Independent Samples t-test menunjukkan nilai t hitung sebesar -7,706 dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, sehingga |t hitung| (7,706) > t tabel (2,011) dan 0,000 < 0,05. Dengan demikian, H₀ ditolak dan H₁ diterima, yang menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Guided Discovery Learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, model pembelajaran Guided Discovery Learning dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi magnet dan listrik di sekolah dasar.
Pengembangan Buku Ajar Tematik Integratif Bahasa Indonesia untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Mohammad Setyo Wardono; Hikmah Luqiyah Kartikasari
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 2: Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i2.72617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar Bahasa Indonesia berbasis tematik integratif untuk siswa Sekolah Dasar Negeri Buduran kelas IV yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas IV dan guru Sekolah Dasar. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respon siswa, angket kepraktisan guru, serta tes hasil belajar. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi dengan skor rata-rata 92,4%. Uji kepraktisan memperoleh skor rata-rata 90,65%, menunjukkan buku ajar sangat praktis digunakan. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 68,25 menjadi 83,70, dengan nilai N-Gain sebesar 0,56 dan hasil uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan (Sig. = 0,000 < 0,05). Dengan demikian, buku ajar Bahasa Indonesia tematik integratif terbukti valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran kelas IV Sekolah Dasar Negeri Buduran.