Soelistiawaty, Indah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SUAMI TENTANG ASI EKSLUSIF DI PMB BIDAN NIA SITI QUSTHONIA KABUPATEN SUKABUMI Soelistiawaty, Indah; Zahra Putriyansyah, Zakiyyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.044211/w4kv7g06

Abstract

Latar Belakang: Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ASI eksklusif adalah kondisi bayi hanya menerima ASI dari ibu tanpa adanya penambahan cairan atau makanan padat lain, kecuali sirup berisi vitamin, suplemen mineral atau obat yang telah atas izin dokter (WHO, 2020). Tujuan:  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan suami tentang ASI Eksklusif di PMB Bidan Nia Siti Qusthonia Kabupaten Sukabumi. Metode: Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian ini menggunakan data primer , instrument yang di gunakan berupa kuesioner. Sampel yang di ambil adalah semua suami yang memiliki istri yang sedang menyusui sebanyak 30 orang dan proses pengambilan sampel di lakukan total sampling. Variabel independen adalah pengetahuan suami tentang ASI Eksklusif, variabel dependen adalah pendidikan, Usia, pekerjaan dan sumber informasi. Hasil:  Hasil penelitian yang telah dilakukan di PMB Bidan Nia Siti Qusthonia Kabupaten Sukabumi menunjukkan bahwa pengetahuan suami tentang ASI Eksklusif yang berpengetahuan baik sebanyak 21 responden (70,0%) dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 9 responden (30,0%). Hal ini dikarenakan baiknya tingkat pengetahuan dan adanya dukungan keluarga sangat mempengaruhi ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Kesimpulan: Dari hasil penelitian diharapkan para suami dapat merubah pola fikir nya bahwa proses menyusui bukanlah hanya tanggung jawab ibu saja, namun peran suami sangat penting dalam memberikan dukungan kepada ibu yang menyusui. Dukungan dari suami sangat membantu ibu dalam mencapai keberhasilan ibu untuk menyusui bayi. Dukungan tersebut dapat mengurangi kejadian ibu yang mengalami stress selama menyusui seperti khawatir akan kurangnya produksi ASI, takut bentuk tubuh atau payudara berubah.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MENSTRUAL HYGIENE PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN FAJRUSSALAM KECAMATAN BABAKAN MADANG KABUPATEN BOGOR Soelistiawaty, Indah; Putri, Mega
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.044211/yenj0b54

Abstract

Menstrual hygiene atau kebersihan saat menstruasi adalah tindakan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan pada daerah kewanitaan pada saat menstruasi. Kebersihan yang kurang selama menstruasi memungkinkan untuk terkena infeksi. Prevalensi infeksi saluran reproduksi 3 kali lebih tinggi dengan menstrual hygiene yang buruk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan menstrual hygiene pada remaja putri di Pondok Pesantren Fajrussalam kecamatan Babakan Madang kabupaten Bogor. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan desain studi cross secsional. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Fajrussalam kecamatan Babakan Madang kabupaten Bogor. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2023. Analisis uji yang digunakan adalah menggunakan chi square dam analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik Ganda. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dibuat kesimpulan bahwa sumber informasi, sarana sanitasi dan sikap memiliki p value > 0,05 sehingga artinya bahwa faktor yang mempengaruhi menstrual hygiene adalah umur, pengetahuan, pendidikan ibu, peran teman sebaya dan peran guru setelah dikontrol oleh sumber informasi, sarana sanitasi dan sikap. Remaja yang memiliki pengetahuan baik mempunyai peluang 3,910 kali lebih besar untuk melakukan menstrual hygiene baik pada remaja putri di pondok pesantren Fajrussalam, kecamatan Babakan Madang, kabupaten Bogor
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA TRIMESTER I DI PUSKESMAS BANTARJAYA Soelistiawaty, Indah
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.044211/yaghb741

Abstract

Latar Belakang: Hiperemesis gravidarum merupakan ibu hamil yang mengalami mual muntah yang berlebih, dapat menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari sehingga membahayakan kesehatan bagi janin dan ibu, bahkan bisa menyebabkan kematian. Angka kejadian hiperemesis gravidarum di Indonesia 1-3% dari seluruh kehamilan. Departemen Kesehatan Indonesia menjelaskan bahwa lebih dari 80% ibu hamil di Indonesia mengalami mual muntah yang berlebihan, yang dapat menyebabkan ibu hamil menghindari jenis makanan tertentu dan akan dapat menyebabkan resiko bagi dirinya maupun janin yang sedang dikandungnya.Tujuan: Untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan hiperemesis gravidarum pada trimester I di Bantarjaya. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Bantarjaya. Jumlah sampel sebanyak 102 orang dengan menggunakan teknik Ramdom sampling menjadi 31 sampel. Instrumen penelitian ini adalah rekam medis dalam lembar checklist dengan cara ukur observasi teknik analisa univariat dengan menggunakan. Hasil penelitian: Dari 31 hiperemesis gravidarum terdapat, usia <20 tahun sebanyak 11 orang (35,5%), usia 20-35 tahun sebanyak 10 orang (32,2%), dan usia >35 tahun sebanyak 10 orang (32,3%). Untuk tingkat pendidikan rendah (SD dan SMP) sebanyak 20 orang (64,5%) dan pendidikan tinggi (SMA dan Perguruan Tinggi) sebanyak 11 orang (35,5%). Dan untuk paritas <2 anak sebanyak 15 orang (48,4%) dan >2 anak sebanyak 16 orang(51,6%).Kesimpulan: faktor usia dengan terjadinya hiperemesis gravidarum terdapat hubungan dengan nilai p-value 0,00, untuk faktor tingkat pendidikan dengan terjadinya hiperemesis gravidarum tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p-value 0,06 dan untuk faktor paritas dengan terjadinya hiperemesis gravidarum terdapat hubungan dengan nilai p-value 0.00.