Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Fenomena Coffee Shop Sebagai Budaya Populer Remaja (Studi di Convo Coffee Jombang) Ika Putri Ludviyah; Endah Wahyuningsih; Muhammad Nur Hidayat
Journal of Public Power Vol. 6 No. 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Topik dalam penelitian ini adalah tentang proses hegemoni dan kapitalisme fenomena coffee shop sebagai budaya populer remaja. Penelitian ini dilakukan di convo coffee yang terletak di Kabupaten Jombang. Convo coffee menjadi salah satu coffee shop yang populer di kalangan remaja. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori yang digunakan culture studies yang dikemukakan oleh Chirs Barker dan teori materialisme budaya hegemoni dan kapitalisme yang dikemukakan oleh Raymond Williams. Informan dalam penelitian ini yakni pemilik convo coffee, barista, dan pengunjung. Hasil dalam penelitian ini ditemukan proses coffee shop sebagai budaya populer (1) proses hegemoni melalui eksistensi melalui aktivitas nongkrong dengan bercengkrama, bekerja/belajar, dan mengikuti gaya hidup dalam kegiatan yang sedang tren melalui media sosial Tik Tok dan Instagram. Convo coffee memiliki desain yang modern sehingga mampu menggantikan bentuk budaya nongkrong zaman dulu di taman atau warung, (2) proses kapitalisme melalui inovasi convo coffee a) collective space adalah tempat yang menyediakan berbagai macam makanan yang sedang hits, self studio, dan service iphone, b) Instagramable dalam hal ini Convo coffee cocok digunakan untuk foto-foto yang menggambarkan aktivitas budaya populer remaja. Convo coffee menggunakan konsep tersebut untuk menarik pengunjung berdatangan ke convo coffee karena mampu memberikan kesan nyaman dan dapat menguasai budaya populer.
Peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Upaya Kesejahteraan Masyarakat Desa Pandanwangi, Kab. Jombang Bachruddin; Muhammad Nur Hidayat; Mukari
Journal of Public Power Vol. 7 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jpp.v7i1.7102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai aspek pembangunan desa, khususnya di Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah anggota LPMD, tokoh masyarakat, serta warga Desa Pandanwangi yang terlibat dalam kegiatan LPMD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPMD Desa Pandanwangi memiliki peran signifikan dalam mendorong partisipasi masyarakat. LPMD berhasil mengadakan berbagai program pemberdayaan yang melibatkan masyarakat secara langsung, seperti pelatihan keterampilan, kegiatan sosial, dan program kesehatan. Partisipasi masyarakat meningkat karena adanya komunikasi yang efektif antara LPMD dan warga, serta transparansi dalam pengelolaan dana dan program. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan yang dihadapi oleh LPMD, seperti keterbatasan sumber daya, rendahnya kesadaran sebagian warga, dan hambatan birokrasi. Kesimpulannya, LPMD Desa Pandanwangi memiliki peran yang vital dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, meskipun masih perlu peningkatan kapasitas dan dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan pihak terkait. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas LPMD melalui pelatihan dan peningkatan akses terhadap sumber daya, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya partisipasi dalam pembangunan desa.
Peran Gondek Tanggap Bencana (Gotana) Dalam Penanggulangan Bencana Di Desa Gondek Kabupaten Jombang Hisbulloh Huda; Muhammad Nur Hidayat; Mukari
Journal of Public Power Vol. 7 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jpp.v7i1.7103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Gotana (Gondek Tanggap Bencana) dalam penanggulangan bencana di Desa Gondek Jombang melalui pendekatan teori Struktural Fungsionalisme Talcott Parsons. Fokus utama penelitian adalah untuk memahami bagaimana koordinasi antara Gotana, pemerintah desa, dan lembaga lainnya mempengaruhi efektivitas penanggulangan bencana, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program penanggulangan bencana. Penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana praktik tradisional dan kepercayaan lokal mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam kegiatan penanggulangan bencana. Metode penelitian yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi antara Gotana, pemerintah desa, dan lembaga lainnya belum optimal, disebabkan oleh hambatan komunikasi dan perbedaan prosedur. Kesadaran dan partisipasi masyarakat rendah akibat kurangnya informasi dan sosialisasi yang tidak sesuai dengan jadwal warga. Praktik tradisional dan kepercayaan lokal masih sangat mempengaruhi cara masyarakat merespons bencana, sehingga integrasi antara praktik tradisional dan pendekatan modern diperlukan untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana dan partisipasi masyarakat.
Modal Sosial Pengrajin Tahu Dalam Mempertahankan Eksistensi Usaha Di Dusun Bapang Kabupaten Jombang Erda Wandasari; Khudrotun Nafisah; Muhammad Nur Hidayat
Journal of Public Power Vol. 7 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jpp.v7i1.7104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran modal sosial dalam mempertahankan eksistensi usaha pengrajin tahu di dusun Kabupaten Jombang. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendeketan studi kasus, melakukan observasi, wawancara secara mendalam, dan menganalisis dokumen. Hasil Penelitian ini modal sosial berperan penting dalam membangun kepercayaan, jaringan sosial, nilai dan norma. Kepercayaan yang diterapkan oleh pengrajin tahu dengan cara mempertahankan kualitasnya, memberikan reward tahunan kepada karyawan dan pelangganya. Jaringan sosial yang berpengaruh terhadap mempertahankan eksistensinya dan untuk mempermudah dalam berinteraksi dengan karyawan dan pelanggannya. Nilai dan norma yang diterapkan oleh pengrajin tahu untuk pelanggan dan karyawannya dengan cara melakukan pelayanan dengan baik, sopan, ramah dan jujur dalam memberikan harga.Pemilik pabrik tahu yang menjalankan eksistensi dengan memberikan kepuasan pelanggannya dengan cara memberikan reward yang berupa imbuhan (tambahan jumlah tahu) atau sebagai pelanggan setia yang dapat meningkatkan kepercayaan kepada pelanggan dan reward tahunan yang diberikan kepada pelanggannya. Serta memilih bahan baku yang memiliki standar konsisten untuk mempertahaknkan rasa dan kualitas.
Perlawanan Kultural Dan Politik Dalam Pertunjukan Teater: (Studi Tentang Peran Teater Sebagai Kontrol Sosial) Mada Widian Pamungkas; Muhammad Nur Hidayat; Endah Wahyuningsih
Journal of Public Power Vol. 7 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jpp.v7i2.7201

Abstract

Penelitian ini mengkaji perlawanan kultural dan politik dalam pertunjukan teater serta perannya sebagai kontrol sosial di Indonesia. Teater telah lama menjadi sarana ekspresi dan kritik terhadap kondisi sosial-politik, namun perannya sebagai media perlawanan dan kontrol sosial masih perlu dieksplorasi lebih jauh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk perlawanan resistensi dalam pertunjukan teater serta mengeksplorasi peran teater sebagai agen perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teater Punden mendemonstrasikan beberapa bentuk perlawanan resistensi yang signifikan, termasuk penggunaan narasi dan tema kritis terhadap eksploitasi sumber daya alam, simbolisme dan metafora yang mewakili nilai-nilai lokal, representasi karakter yang mencerminkan dinamika sosial, integrasi elemen budaya lokal, serta pemilihan lokasi pertunjukan yang menantang sentralisasi seni. Melalui pendekatan-pendekatan ini, pertunjukan tersebut berhasil mengangkat isu-isu sensitif seperti konservasi lingkungan dan pelestarian kearifan lokal, sekaligus memberikan suara kepada masyarakat yang seringkali terpinggirkan.
Peran Pemerintah Desa Dalam Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang Imam Subata; Muhammad Nur Hidayat; Khudrotun Nafisah
Journal of Public Power Vol. 7 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jpp.v7i2.7205

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan keragaman budaya, agama, dan etnis menghadapi tantangan besar dalam menjaga kerukunan di tengah perbedaan. Kerukunan umat beragama menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas nasional. Upaya pemerintah termasuk di tingkat desa dalam mempromosikan toleransi dan kerukunan umat beragama sangat penting untuk mencegah konflik dan memperkuat kohesi sosial. Begitu pula yang dilakukan oleh pemerintah desa Ceweng dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan dan program yang mendukung kerukunan umat beragama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memahami bagaimana pemerintah Desa Ceweng menjalankan perannya dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di desa tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Desa Ceweng memainkan peran sentral dalam memfasilitasi kerukunan beragama melalui berbagai kebijakan, program, dan kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peran (role theory) oleh Biddle dan Thomas dan teori struktural fungsional milik Talcott Parsons. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran aktif pemerintah Desa Ceweng, didukung oleh partisipasi masyarakat dan kolaborasi dengan tokoh agama, merupakan faktor kunci dalam menjaga kerukunan beragama di Desa Ceweng. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang pentingnya peran pemerintah lokal dalam mempromosikan toleransi dan kerukunan dalam masyarakat yang beragam.
Modal Kepemimpinan Transformasi Dalam Inovasi Pembangunan Agro Wisata Sumber Celeng Bulurejo Diwek Jombang Supraptini; Endah Wahyuningsih; Muhammad Nur Hidayat
Journal of Public Power Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/JPP.V9i1.9101

Abstract

Agrowisata Sumber Celeng (ASC) berdiri sejak 2017 berada di Desa Bulurejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang merupakan bagian dari unit usaha milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kepemimpinan transformatif kepala desa dan implementasi pendekatam kolaborasi katalis yang telah dilaksanakan dalam membangun Agrowisata Sumber Celeng (ASC). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan ditentukan dengan cara purposif yang terdiri dari 7 informan yaitu kepala desa (mantan dan yang saat ini menjabat), staf BUMDesa, Tokoh Masyarakat dan juga perangkat desa. Data diperoleh dengan wawancara, observasi dan dengan dokumen-dokumen yang mendukung penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles and Haberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala desa memiliki peran yang sentral mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembangunan sampai dengan saat ini serta terus berupaya meningkatkan partisipasi warga dan banyak pihak agar ASC semakin maju dan berkembang. Selain itu kepala desa juga adalah tokoh yang jujur, terpercaya dan memiliki kepedulian. Kemampuannya dalam membangun jaringan dan komunikasi yang baik membuat mudah dalam menjalin kerjasama untuk kesejakteraan masyarakatnya  
Modal Kepemimpinan Transformasi Dalam Inovasi Pembangunan Agro Wisata Sumber Celeng Bulurejo Diwek Jombang Supraptini; Endah Wahyuningsih; Muhammad Nur Hidayat
Journal of Public Power Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/JPP.V9i1.9101

Abstract

Agrowisata Sumber Celeng (ASC) berdiri sejak 2017 berada di Desa Bulurejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang merupakan bagian dari unit usaha milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kepemimpinan transformatif kepala desa dan implementasi pendekatam kolaborasi katalis yang telah dilaksanakan dalam membangun Agrowisata Sumber Celeng (ASC). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan ditentukan dengan cara purposif yang terdiri dari 7 informan yaitu kepala desa (mantan dan yang saat ini menjabat), staf BUMDesa, Tokoh Masyarakat dan juga perangkat desa. Data diperoleh dengan wawancara, observasi dan dengan dokumen-dokumen yang mendukung penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles and Haberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala desa memiliki peran yang sentral mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembangunan sampai dengan saat ini serta terus berupaya meningkatkan partisipasi warga dan banyak pihak agar ASC semakin maju dan berkembang. Selain itu kepala desa juga adalah tokoh yang jujur, terpercaya dan memiliki kepedulian. Kemampuannya dalam membangun jaringan dan komunikasi yang baik membuat mudah dalam menjalin kerjasama untuk kesejakteraan masyarakatnya