Penelitian ini mengkaji perlawanan kultural dan politik dalam pertunjukan teater serta perannya sebagai kontrol sosial di Indonesia. Teater telah lama menjadi sarana ekspresi dan kritik terhadap kondisi sosial-politik, namun perannya sebagai media perlawanan dan kontrol sosial masih perlu dieksplorasi lebih jauh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk perlawanan resistensi dalam pertunjukan teater serta mengeksplorasi peran teater sebagai agen perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teater Punden mendemonstrasikan beberapa bentuk perlawanan resistensi yang signifikan, termasuk penggunaan narasi dan tema kritis terhadap eksploitasi sumber daya alam, simbolisme dan metafora yang mewakili nilai-nilai lokal, representasi karakter yang mencerminkan dinamika sosial, integrasi elemen budaya lokal, serta pemilihan lokasi pertunjukan yang menantang sentralisasi seni. Melalui pendekatan-pendekatan ini, pertunjukan tersebut berhasil mengangkat isu-isu sensitif seperti konservasi lingkungan dan pelestarian kearifan lokal, sekaligus memberikan suara kepada masyarakat yang seringkali terpinggirkan.
Copyrights © 2023